Pandangan Maturidiyah tentang Memahami Sifat Allah: Modul PPG

Pandangan Maturidiyah tentang Memahami Sifat Allah: Modul PPG

IKABARIKementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) kembali mengadakan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan untuk Angkatan 3 tahun 2025.

Read More

Program ini merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas, kompetensi, serta kesejahteraan para guru, terutama yang berada di bawah naungan Kemenag, termasuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru madrasah di seluruh Indonesia.

Bagi pendidik agama, partisipasi dalam program ini bukan hanya bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas diri, tetapi juga memberikan kesempatan besar untuk memperoleh sertifikat pendidik.

Sertifikat ini merupakan bukti sah bahwa seorang guru telah memenuhi standar kompetensi yang ditentukan, sehingga berhak menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari pemerintah.

Salah satu tahap yang sangat penting dalam proses PPG Kemenag adalah pelaksanaan Ujian Pra Modul Profesional. Ujian ini dibuat untuk menilai kesiapan peserta sebelum mereka memulai pembelajaran mandiri melalui sistem Learning Management System (LMS). Di sinilah perlu adanya pemahaman mendalam terhadap materi, termasuk dalam modul Akidah Akhlak.

Salah satu materi yang menjadi fokus dalam pretest adalah Topik 4: Aliran-Aliran Ilmu Kalam. Pokok bahasan ini memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai berbagai pandangan teologis dalam Islam yang muncul seiring perkembangan waktu.

Peserta diharuskan tidak hanya memahami dalil-dalil yang bersifat wahyu (Al-Qur’an dan Hadis), tetapi juga dalil akal, yaitu pendekatan rasional dan logis dalam memahami ajaran Islam.

Melalui penelitian ini, guru PAI didorong untuk mengeksplorasi lebih dalam sejarah, ciri khas, serta kontribusi pemikiran berbagai aliran dalam Ilmu Kalam seperti Mu’tazilah, Asy’ariyah, Maturidiyah, dan lainnya, yang masing-masing menyajikan pendekatan khusus dalam menghadapi isu keimanan dan ketuhanan.

Jawaban Soal Modul Profesional Akidah Akhlak Topik 4 Aliran-Aliran Ilmu Kalam

Tipe Soal 1

1. Aliran Asy’ariyah memiliki pendapat khusus mengenai kehidupan setelah kematian dan hari perhitungan. Bagaimana pandangan aliran Asy’ariyah tentang kehidupan setelah mati dan Hari Akhir?

A. Setelah kematian, manusia akan mengalami kehidupan yang serupa dengan kehidupan di dunia, dan tidak ada perbedaan antara dunia dan kehidupan setelahnya.

B. Kehidupan setelah kematian tidak memainkan peran yang signifikan dalam agama, karena yang lebih utama adalah kehidupan di dunia ini.

C. Kehidupan setelah kematian hanya ditentukan oleh kehendak Tuhan, dan tidak ada proses pertanggungjawaban terhadap setiap tindakan yang dilakukan.

D. Kehidupan setelah kematian hanya berlaku bagi individu yang memiliki keyakinan tertentu, sedangkan yang lain tidak akan mengalami kehidupan setelah mati.

E. Hari Kiamat dan kehidupan setelah kematian adalah fakta yang pasti, di mana setiap orang akan bertanggung jawab atas perbuatan mereka sesuai dengan ketentuan Allah.

Kunci Jawaban: E

2. Aliran Mu’tazilah memiliki pendapat khusus mengenai takdir dan kebebasan manusia. Apa pendapat utama aliran Mu’tazilah tentang takdir dan kemampuan manusia untuk memilih sendiri?

A. Manusia memiliki kebebasan dalam memutuskan tindakannya, tetapi takdir Tuhan tetap mengatur segala sesuatu.

B. Manusia memiliki kebebasan penuh dalam memutuskan tindakan mereka tanpa campur tangan takdir Tuhan.

C. Keinginan manusia ada, namun takdir Tuhan tetap memengaruhi hasil dari tindakan yang dilakukan manusia.

D. Takdir Tuhan lebih kuat, dan manusia tidak memiliki kebebasan dalam menentukan tindakan mereka.

E. Nasib Tuhan tidak penting, karena segala tindakan manusia sepenuhnya tergantung pada keinginan mereka sendiri.

Kunci Jawaban: B

3. Aliran Asy’ariyah memiliki pendapat khusus mengenai keadilan Tuhan. Bagaimana pandangan aliran Asy’ariyah dalam memandang keadilan Tuhan berkaitan dengan tindakan baik dan buruk yang dilakukan oleh hamba-Nya?

A. Keadasan Tuhan mengacu pada fakta bahwa Tuhan memberikan kemampuan yang sama kepada setiap individu dalam melakukan tindakan baik atau buruk.

B. Keadasan Tuhan mengandung makna bahwa segala tindakan buruk yang dilakukan oleh hamba akan dihapuskan, terlepas dari seberapa besar kesalahan yang dilakukan.

C. Keadilan Tuhan hanya berlaku di kehidupan akhirat dan tidak berkaitan dengan kehidupan dunia,

D. Tuhan akan memberi balasan atau hukuman kepada manusia berdasarkan kemampuan yang telah ditentukan sebelumnya oleh-Nya, tanpa memperhatikan kebebasan pilihan manusia.

E. Tuhan berlaku adil terhadap hamba-Nya, namun manusia tetap tidak mampu memahami sepenuhnya alasan di balik keputusan Tuhan.

Kunci Jawaban: E

4. Aliran Maturidiyah memiliki pandangan khusus mengenai Tuhan dan sifat-sifat-Nya. Apa pendapat utama aliran Maturidiyah tentang cara memahami sifat-sifat Allah?

A. Hanya kalangan yang memiliki tingkat spiritual yang tinggi saja yang mampu memahami sifat-sifat Tuhan.

B. Sifat-sifat Tuhan perlu dipahami dengan menggabungkan akal dan wahyu secara seimbang, tanpa mengabaikan salah satunya.

C. Sifat-sifat Tuhan perlu disesuaikan dengan sifat-sifat makhluk-Nya agar dapat dipahami dengan lebih mudah.

D. Sifat-sifat Tuhan harus dipahami secara harfiah, tanpa adanya penafsiran tambahan.

E. Sifat-sifat Tuhan bersifat mutlak dan hanya dapat diterima melalui iman, tanpa memerlukan penjelasan rasional.

Kunci Jawaban: B

5. Aliran Mu’tazilah memiliki pendapat khusus mengenai hubungan antara akal dan wahyu. Apa pendapat utama aliran Mu’tazilah tentang hubungan keduanya?

A. Pikiran dan wahyu tidak saling terkait, dan masing-masing perlu dipahami secara terpisah tanpa hubungan satu sama lain.

B. Pikiran sepenuhnya lebih unggul dibandingkan wahyu dalam memahami kebenaran, dan wahyu hanya memberikan penjelasan yang tidak perlu dipertanyakan.

C. Wahyu tidak bisa dipahami sepenuhnya oleh pikiran, dan pikiran tidak memiliki peran dalam memahami wahyu.

D. Wahyu hanya berlaku jika tidak bertentangan dengan logika, dan logika merupakan alat utama dalam mengevaluasi kebenaran wahyu.

E. Akal dan wahyu merupakan dua hal yang berlawanan, sehingga keduanya perlu dipisahkan dalam pemahaman agama.

Kunci Jawaban: D

Tipe Soal 2

1. Asy’ariyah merupakan salah satu aliran dalam ilmu kalam yang memiliki pendapat tertentu mengenai sifat-sifat Tuhan. Apa pendapat pokok aliran Asy’ariyah tentang sifat-sifat Allah?

A. Sifat-sifat Tuhan hanya berupa lambang yang menggambarkan kondisi makhluk.

B. Sifat-sifat Tuhan serupa dengan sifat-sifat ciptaan-Nya, karena keduanya saling berkaitan.

C. Tuhan memiliki sifat-sifat yang mutlak dan tidak mungkin dipahami oleh pikiran manusia.

D. Sifat-sifat Tuhan bersifat qadim (tidak memiliki awal) dan tidak dapat dipisahkan dari Diri-Nya, serta tidak boleh dibandingkan dengan makhluk.

E. Sifat-sifat Tuhan hanya bisa dipahami dengan menggunakan pikiran manusia, tanpa memperhatikan wahyu.

Kunci Jawaban: D

2. Aliran Jabariyah memiliki pendapat khusus mengenai takdir dan kehendak bebas. Apa pendapat utama aliran Jabariyah tentang hubungan antara ketentuan Tuhan dan keinginan manusia?

A. Manusia memiliki kebebasan untuk memilih, tetapi takdir Tuhan lebih menguasai segala hal yang terjadi.

B. Takdir Tuhan dan keinginan manusia saling berinteraksi secara seimbang dalam menentukan tindakan seseorang.

C. Manusia memiliki kebebasan penuh dalam memutuskan tindakan yang diambil, tanpa campur tangan takdir Tuhan.

D. Keinginan bebas manusia terbatas pada batasan yang ditentukan oleh takdir Allah, namun manusia tetap memiliki kebebasan dalam memutuskan pilihannya.

E. Segala tindakan manusia ditentukan oleh Allah, dan manusia sama sekali tidak memiliki kebebasan dalam memilih.

Kunci Jawaban: E

3. Aliran Asy’ariyah memiliki pendapat khusus mengenai hubungan antara akal dan wahyu. Bagaimana aliran Asy’ariyah memandang hubungan antara akal dan wahyu?

A. Pikiran sepenuhnya lebih unggul daripada wahyu dalam menentukan kebenaran, karena wahyu hanya berlaku pada masa tertentu.

B. Pikiran dan wahyu merupakan dua hal yang bertolak belakang, serta tidak mungkin digabungkan dalam pemahaman keagamaan.

C. Pikiran mampu mengetahui segala sesuatu, sementara wahyu hanya memberikan pengukuhan terhadap apa yang telah diketahui oleh pikiran.

D. Akal dan wahyu sama sekali tidak berkaitan, karena wahyu lebih unggul dan tidak dapat dipahami oleh pikiran manusia.

E. Wahyu menjadi sumber utama dari kebenaran, tetapi akal masih memainkan peran dalam memahami wahyu, meskipun dengan batasan tertentu.

Kunci Jawaban: E

4. Aliran Mu’tazilah memiliki pendapat tertentu mengenai kehidupan setelah kematian dan Hari Kiamat. Apa pendapat utama aliran Mu’tazilah tentang kehidupan setelah mati dan Hari Akhir?

A. Kehidupan setelah kematian dan Hari Akhir tidak memiliki relevansi dalam ajaran agama Islam, karena segala perbuatan baik hanya dinilai selama masa hidup di dunia.

B. Mu’tazilah tidak percaya pada kehidupan setelah kematian atau Hari Akhir, karena mereka menganggapnya sebagai ajaran yang tidak logis.

C. Mu’tazilah berpendapat bahwa kehidupan setelah kematian merupakan akibat logis dari keadilan Tuhan, di mana setiap perbuatan baik akan mendapatkan balasan sesuai dengan keadilan Allah.

D. Aliran Mu’tazilah berpendapat bahwa Hari Akhir merupakan tempat untuk memberikan hukuman kepada orang-orang yang tidak sejalan dengan pandangan mereka, sedangkan yang lain akan menerima pahala.

E. Hari Kiamat hanya berlaku bagi orang-orang yang memiliki keyakinan yang teguh, dan kehidupan setelah kematian tidak berkaitan dengan perbuatan manusia.

Kunci Jawaban: C

5. Aliran Mu’tazilah memiliki pendapat khusus mengenai keadilan Tuhan. Apa pandangan utama aliran Mu’tazilah tentang keadilan Tuhan dalam konteks tindakan yang baik dan buruk?

A. Keadilan Tuhan menuntut bahwa manusia harus diperlakukan sama rata tanpa memandang pertimbangan atau perbedaan yang penting.

B Tuhan memiliki keadilan yang tidak perlu dipahami dalam kerangka etika, karena segala keputusan-Nya adalah hak-Nya tanpa perlu dijelaskan dengan logika.

C. Ketetapan Tuhan mengandung makna bahwa segala perbuatan-Nya, baik maupun buruk, perlu dipahami dalam situasi takdir yang telah ditentukan sejak awal.

D. Keadasan Tuhan mengandung makna bahwa manusia tidak memiliki kebebasan dalam memutuskan tindakan yang dilakukannya, karena segalanya telah ditentukan oleh-Nya.

E. Tuhan hanya memberikan balasan berupa pahala atau hukuman berdasarkan tindakan yang dilakukan manusia dengan kebebasan pilihannya sendiri, dan Tuhan tidak boleh bertindak secara sewenang-wenang.

Kunci Jawaban: E

*)Disclaimer:Pembahasan Kunci Jawaban Modul Profesional Akidah Akhlak Topik 4 Aliran-Aliran Ilmu Kalam dalam artikel ini hanya sebagai acuan bagi guru PAI dalam menyelesaikan tugas di LMS.

Jika terdapat perbedaan urutan soal atau materi yang ditampilkan, artikel ini sekali lagi hanya berfungsi sebagai referensi dalam pengerjaan.

(IKABARI/Tribunnews.com/M Alvian Fakka)

Related posts