IKABARI – Ada perbedaan halus antara seseorang yang secara terbuka menyukai perhatian dan mereka yang menginginkan perhatian namun sangat cerdas dalam menyembunyikannya dengan halus. Orang-orang yang mencari perhatian secara diam-diam memiliki penyamaran yang begitu sempurna sehingga kebutuhan akan pengakuan mereka sering kali tidak terlihat. Mengidentifikasi individu-individu ini tidak selalu mudah, tetapi terdapat delapan perilaku tertentu yang bisa menjadi tanda jelas.
Melansir dari Global English Editing,seseorang yang menginginkan perhatian tetapi menyembunyikannya dengan baik sering bekerja di belakang layar, tidak perlu menjadi orang yang paling mencolok atau berisik di dalam ruangan. Mereka memiliki cara khusus untuk terasa hadir tanpa harus secara langsung memintanya. Perilaku ini mungkin merupakan usaha untuk mencari hubungan, pengakuan, dan rasa kepemilikan, meskipun dilakukan dengan cara yang bersifat manipulatif.
1. Pakar dalam Hal Hal Halus (Subtlety)
Mengerti seseorang yang menginginkan perhatian secara diam-diam seperti mencoba memecahkan teka-teki yang rumit dan memerlukan pengamatan yang cermat. Orang ini sangat pandai mengabaikan kebutuhan mereka akan perhatian, namun tahu bagaimana membuat kehadiran mereka tetap terasa. Perhatikan apakah mereka selalu mengarahkan percakapan kembali pada diri mereka sendiri atau menemukan cara untuk menyisipkan pencapaian mereka ke dalam pembicaraan dengan cara yang alami. Jika Anda melihat tanda-tanda halus ini, kemungkinan besar Anda sedang berhadapan dengan seseorang yang sangat terampil menyembunyikan keinginan akan perhatian.
2. Terlalu Rendah Hati (Terlalu Malu)
Teknik ini dikenal sebagai humble-brag, di mana mereka mengabaikan pencapaian mereka dengan wajah rendah hati yang palsu agar perhatian orang berpindah kepada diri mereka sendiri. Orang-orang seperti ini secara alami dan halus akan mengubah percakapan menjadi panggung untuk menunjukkan kerendahan hati palsu mereka. Contohnya, mereka akan berkata bahwa mereka tidak punya waktu untuk sesuatu karena “terlalu sibuk menyelesaikan novel baru” hanya untuk mengalihkan fokus ke prestasi pribadi mereka. Ini adalah strategi klasik yang digunakan oleh mereka yang ingin mendapatkan pujian dan pengakuan dari orang lain.
3. Selalu Berada dalam Kondisi Darurat
Banyak orang yang secara sembunyi-sembunyi menginginkan perhatian sering kali memanfaatkan naluri mereka.survivalManusia yang menjaga diri mereka dalam situasi krisis terus-menerus selalu menarik perhatian. Orang-orang ini secara terus-menerus membagikan masalah, kekecewaan, atau cerita dramatis dalam hidup mereka tanpa diminta. Dengan terus mengungkapkan momen “krisis” ini, mereka secara tidak langsung meminta rasa simpati dan perhatian dari sekitarnya. Perilaku ini merupakan cara pintar untuk tetap menjadi pusat perhatian tanpa terlihat jelas sebagai pencari perhatian.
4. Selalu Menginginkan Keunggulan Lebih Tinggi (Meningkatkan Kepemimpinan)
Anda pasti pernah berjumpa dengan seseorang yang selalu memiliki kisah lebih menarik atau pengalaman lebih berat dibandingkan yang baru saja Anda sampaikan dalam diskusi. Teknik ini digunakan agar perhatian sering kali beralih ke diri mereka sendiri tanpa memerlukan usaha banyak. Perilaku ini tidak selalu berupa pamer secara terbuka, tetapi terkadang disembunyikan dalam bentuk berbagi yang penuh empati dan tampak tulus. Tujuan utama mereka tetap sama, yaitu mengalihkan fokus percakapan kepada diri mereka sendiri.
5. Menginginkan Pengakuan Namun Tidak Bisa Menerima Pujian
Perilaku ini mungkin terlihat kontradiktif, namun individu tersebut sangat menginginkan persetujuan dan pengakuan. Namun, ketika pujian datang, mereka kesulitan menerima apresiasi tersebut. Mereka cenderung meremehkan prestasi mereka sendiri seakan-akan tidak pantas menerima pujian itu. Sebenarnya, dengan menolak pujian, secara tidak sadar mereka memicu orang lain untuk memberikan lebih banyak pujian dan keyakinan kepada mereka.
6. Ratu dan Raja PostinganVague
Seseorang ini sangat suka membagikan status yang samar atau tidak jelas di media sosial, sehingga orang lain menjadi penasaran dan khawatir apakah mereka dalam keadaan baik. Contohnya, mereka menulis kalimat seperti “Beberapa hari terasa lebih berat dari biasanya” atau “Merasa sangat bingung” tanpa memberikan penjelasan yang cukup. Postingan yang misterius ini merupakan cara halus untuk meminta perhatian, mendapatkan simpati, dan dukungan dari lingkungan sosialnya. Dengan tetap menjaga informasi tidak jelas, mereka berhasil menarik perhatian tanpa harus menyampaikannya secara langsung.
7. Selalu Menjadi Korban
Orang-orang yang selalu merasa dunia telah menyalahi mereka, dan tidak pernah mengakui adanya kesalahan dari diri sendiri, telah mahir dalam memainkan peran sebagai korban. Dengan menjaga cerita bahwa mereka terus-menerus menjadi korban, mereka memastikan aliran dukungan dan perhatian yang konsisten dari orang-orang di sekitarnya. Strategi ini merupakan cara pertahanan yang sudah terbentuk dalam pikiran mereka untuk menarik perhatian. Anda mungkin sedang menghadapi seseorang yang sangat membutuhkan perhatian secara diam-diam jika melihat pola seperti ini.
8. Pakar dalam Meniru (Mimicry)
Inti dari tindakan seseorang yang menginginkan perhatian adalah keinginan untuk berhubungan, merasa dihargai, dan dianggap sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Keinginan ini sering membuat mereka meniru tingkah laku, minat, atau bahkan cara berbicara orang-orang di sekitar mereka. Dengan meniru orang lain, mereka berusaha membangun hubungan dan menarik perhatian tanpa terlihat terlalu jelas. Ini merupakan usaha untuk menyampaikan “Lihat, kita sama, kita memiliki minat yang sama” agar mendapatkan perhatian Anda.
Setiap individu merupakan makhluk yang rumit dengan kebutuhan, hasrat, dan pola tindakan yang berbeda-beda, termasuk keinginan tersembunyi untuk mendapatkan perhatian. Meski sering kali perilaku ini dianggap sebagai bentuk manipulasi, sangat penting untuk memahami sisi kemanusiaan di baliknya; mereka menginginkan rasa memiliki dan hubungan yang lebih dalam. Kunci utamanya adalah mendekati mereka dengan penuh pemahaman dan empati, mengakui kebutuhan mereka sekaligus menetapkan batasan yang sehat. Penting untuk diingat bahwa setiap orang menginginkan perhatian dalam tingkat tertentu, dan perbedaannya terletak pada cara kita mencarinya serta seberapa baik kita menyembunyikannya.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







