Antusiasme Tol Getaci: Infrastruktur Siap Menyambut, Sodongkopo hingga Kawasan Industri

Antusiasme Tol Getaci: Infrastruktur Siap Menyambut, Sodongkopo hingga Kawasan Industri

IKABARI – Keberadaan Tol Getaci sangat dinantikan oleh daerah-daerah yang akan dilaluinya seperti Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat dalam menyambut hadirnya jalan tol pertama yang mengarah ke wilayah Priangan Timur.

Beberapa infrastruktur krusial telah siap menyambut hadirnya Tol Getaci, antara lain Jembatan Sodongkopo di Kabupaten Panagandaran, jalan arteri di Garut dan Tasikmalaya, serta kawasan industri yang sedang dipersiapkan oleh Pemkot Banjar.

Semangat pemerintah setempat menunjukkan adanya harapan terhadap kehadiran jalan tol yang akan dilelang pada tahun 2026, karena dianggap mampu menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Oleh karena itu, pemerintah daerah di kawasan Priangan Timur telah menyiapkan berbagai rencana dalam menyambutnya, baik sebagai sarana pendukung kehadiran gerbang tol di wilayah mereka maupun merencanakan berbagai pembangunan penting di masa depan setelah jalan tol tersebut mulai beroperasi.

Priangan Timur mencerminkan adanya perbedaan atau ketimpangan antara Jawa Barat bagian utara dan selatan. Tiga wilayah di kawasan ini, yaitu Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut, termasuk dalam 10 kota/kabupaten yang paling berkontribusi terhadap kemiskinan di Jawa Barat menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar 2025.

Demikian pula mengenai investasi yang diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan menciptakan kesempatan kerja, pelaksanaannya di kawasan Priangan Timur relatif rendah, jauh tertinggal dibanding wilayah utara seperti Bekasi dan Karawang yang merupakan daerah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Barat.

Sementara infrastruktur penting, besar, dan modern terus dibangun secara luas di wilayah utara, seperti kawasan ekonomi yang dikembangkan guna menarik sebanyak mungkin investasi.

Bagaimana kawasan Rebana terus dikembangkan dan menjadi cerita utama untuk menarik investasi yang lebih besar lagi ke Jawa Barat. Pelabuhan modern seperti Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati telah selesai dibangun.

Di wilayah Priangan Timur, pembangunan infrastruktur besar tergolong sedikit. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan koneksi antar wilayah dari luar Priangan Timur serta keterhubungan yang kurang baik antar daerah di dalam Priangan Timur sendiri.

Beberapa Infrastruktur Siap Menyambut Jalan Tol Getaci

Salah satu tujuan pembangunan Jawa Barat pada masa Gubernur Dedi Mulyadi adalah pengembangan infrastruktur yang merata antara wilayah utara dan selatan. Salah satunya dilakukan dengan mempersiapkan sarana transportasi untuk meningkatkan keterhubungan ke daerah tersebut.

Infrastruktur transportasi berdasarkan KDM merupakan kebutuhan pokok yang perlu dipenuhi terlebih dahulu guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. KDM memiliki program Jalan Lecir yang bertujuan agar pada tahun 2027 seluruh jalan di wilayah Jawa Barat telah menjadi mulus atau tidak berlubang.

Begitu pula dengan menghidupkan kembali beberapa jalur kereta api, termasuk pada jalur Banjar-Cijulang yang dianggap mampu memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Barat bagian selatan.

KDM juga menyambut dengan antusias kehadiran Tol Getaci yang dianggap akan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di berbagai titik di kawasan ini. Kemacetan dan kondisi jalan yang buruk menjadi penghalang utama di Priangan Timur.

Sama halnya dengan pemerintahan daerah di kawasan Priangan Timur yang menyambut gembira kehadiran Tol Getaci. Mereka telah menyiapkan berbagai rencana, bahkan beberapa di antaranya sudah membangun infrastruktur pendukung.

1.Pemkab Garut

Pemerintah Kabupaten Garut mempercepat pembangunan infrastruktur guna mendukung kehadiran dua gerbang tol Getaci di wilayah Garut utara dan selatan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail menyampaikan bahwa dalam menyambut kedatangan dua gerbang tol di wilayahnya, Pemerintah Daerah Garut rencananya akan membangun jalan akses serta jembatan yang akan terhubung langsung dengan dua Gerbang Tol Getaci.

“Karena dari perencanaan kita sudah memiliki, jadi tadi itu sampai Munjul dari Munjul hingga Cimaragas, kita sudah mempersiapkan keluar tol,” kata Agus.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Garut sedang mempersiapkan jalan akses yang langsung menghubungkan ke dua gerbang tol tersebut, guna memfasilitasi pergerakan kendaraan dari jalan tol yang terhubung dengan jalan-jalan yang sudah ada.

“Jika untuk pembangunan sebelumnya kita masih harus mengosongkan lahan, misalnya membangun Jalan Kadungora-Leles, itu sudah harus dibangun sebagai antisipasi terhadap tol,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Garut juga akan menyediakan jalan yang terhubung dengan Jalan Anwar Musadaddiyah, kemudian menuju Jalan Aruji, serta terdapat jalur lain yang melewati aliran Sungai Cimanuk.

Selain itu, pembangunan jembatan menjadi prioritas utama dalam membuka akses jalan yang diperkirakan memerlukan dana sekitar Rp130 miliar. “Di sana ada jembatan Cimanuk, kita membutuhkan dana sebesar Rp130 miliar hanya untuk jembatan Cimanuk saja,” ujarnya.

Ia berharap, paling cepat pada tahun 2026 nanti telah menyiapkan langkah-langkah yang mendukung akses jalan di kawasan Garut yang aman serta mencegah kemacetan kendaraan di dua Gerbang Tol Getaci.

2.Pemkab Pangandaran

Hal yang serupa dilakukan oleh Pemkab Pangandaran. Mereka percaya bahwa kehadiran Tol Getaci akan berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung ke destinasi wisata Pangandaran yang selama ini menjadi tujuan favorit di Jawa Barat.

Meskipun gerbang Tol Getaci terdekat berada di Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, tetapi ini adalah akses keluar terdekat menuju Pangandaran.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Pangandaran sedang mempercepat pembangunan Jembatan Sodongkopo. Jembatan yang sedang dibangun di Pangandaran ini akan menghubungkan Cijulang dengan Pantai Batukaras, sehingga memudahkan akses dari Bandara Nusawiru dan memperpendek waktu tempuh secara signifikan.

Jembatan Sodongkopo akan menjadi ikon terbaru bagi Pangandaran. Jembatan ini memiliki konstruksi rangka baja melengkung dengan panjang 140 meter berwarna merah yang direncanakan selesai pada akhir tahun 2025.

“Jika nanti Jembatan Sodongkopo selesai dibangun, para pengunjung dapat menikmati keindahan Pantai Batukaras dari ujung ke ujung,” ujar Bupati Pangandaran Citra Pitryami.

Menurut Bupati Citra Pitriyami, berdirinya jembatan Sodongkopo akan memberikan dua pilihan jalur menuju Pantai Batukaras. Pertama, melalui jalan lama melewati Green Canyon, dan kedua melalui jembatan Sodongkopo tersebut.

Jembatan Sodongkopo terletak di Desa Kondangjajar dan Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, atau hanya berjarak 300 meter dari Bandara Nusawiru.

Jembatan ikonik ini menghubungkan seluruh pantai yang terdapat di Pangandaran, mulai dari Pananjung, Batuhiu, Bojong Salawe, Batukaras hingga Pantai Madasari. Keseluruhan dana yang digunakan dalam pembangunan jembatan Sodongkopo mencapai Rp 72 miliar, berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat.

3.Kabupaten Ciamis

Di sisi lain, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan bahwa pembangunan Tol Getaci memiliki makna yang penting bagi perkembangan wilayah. Menurutnya, kehadiran tol ini akan membawa banyak perubahan positif. Terutama dalam meningkatkan keterhubungan antar wilayah dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Keberadaan jalan tol ini menjadi simbol kemajuan Ciamis. Herdiat menyampaikan bahwa Tol Getaci akan memberikan berbagai kesempatan usaha bagi masyarakat setempat. Mulai dari perdagangan, kuliner, jasa transportasi, hingga pengembangan area istirahat.

Pemerintah Kabupaten Ciamis telah menyiapkan beberapa strategi pendukung. Di antaranya adalah peningkatan kemampuan pelaku UMKM, pelatihan wirausaha, serta pendanaan untuk usaha lokal.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Ciamis sedang menyiapkan objek wisata baru setelah pembangunan Bendungan Leuwikeris selesai, yang terletak di perbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya.

4.Pemkot Tasikmalaya

Wakil Walikota Tasikmalaya, Dicky Chandra mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya telah siap apabila pembangunan tol Getaci dimulai. Terlebih lagi infrastruktur pendukung pintu keluar tol yang akan dibangun di kawasan Jalan Sewaka Kota Tasikmalaya serta jalan dua arah sudah selesai.

Menurutnya, jalan pendukung exit tol Getaci di Kota Tasikmalaya telah tersedia, tinggal menunggu dimulainya proyek pembangunan jalan tol. Jalur atau akses jalan tol dua arah menuju kota Tasikmalaya dan batas Ciamis saat ini sudah beroperasi.

Untuk rute kembali ke Bandung melalui jalur arteri Singaparna-Garut dan Ciawi-Limbangan. Sementara itu, mengenai pengadaan lahan Tol Getaci di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, rencananya akan dimulai pada awal tahun 2024. Pengadaan lahan dengan pembayaran ganti rugi dari pemerintah telah selesai dari Gedebage hingga Garut.

5.Pemkab Tasikmalaya

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan persiapan dalam menyambut kedatangan gerbang Tol Getaci di wilayahnya.

Mereka telah mempersiapkan berbagai proyek pembangunan di wilayah utara, mengingat kehadiran Jalan Tol Getaci diharapkan mampu mengungkap potensi daerah Kabupaten Tasikmalaya bagian utara seperti Ciawi, Rajapolah, Cisayong, dan Indihiyang. Terlebih lagi, kawasan utara ini dinilai memiliki potensi yang cukup lengkap untuk dikembangkan.

Sementara di Kecamatan Cineam, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah menyiapkan kawasan tersebut sebagai tujuan wisata baru, khususnya berkat kehadiran Bendungan Leuwikeris.

Di kawasan Cineam dan sekitarnya, termasuk Cineam, Manonjaya, Salopa, dan Karangjaya, saat ini sedang giat mengembangkan potensi pariwisatanya. Terlebih di Kecamatan Karangjaya terdapat salah satu tempat wisata alam yang sudah cukup terkenal, yaitu Pangangonan Hill.

Di Kecamatan Cineam, sedang membangun wisata baru, termasuk Desa Cikondang, Madiasari, Nagaratengah, Ancol, dan Rajadatu.

6.Pemkot Banjar

Meskipun Kota Banjar tidak terlewati oleh Gerbang Tol Getaci, Pemkot Banjar telah menyiapkan lahan seluas 300 hektar untuk pembangunan kawasan industri. Persiapan kawasan industri ini merupakan langkah yang diambil oleh Pemkot Banjar dalam menyambut kedatangan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci).

Pada tahap perencanaan awal, gerbang tol Getaci yang paling dekat dengan Kota Banjar akan dibangun di Kecamatan Kertahayu, Kabupaten Ciamis.

Rencananya, kawasan industri seluas 300 hektare di Kota Banjar akan terletak di Kelurahan Situbatu Kecamatan Banjar, Desa Sukamukti Kelurahan Hegarsari, serta Desa Binangun Kecamatan Pataruman.

Sebelumnya, Pemkot Banjar menyatakan bahwa berdasarkan rencana awal, gerbang tol terdekat akan dibangun di Kertahayu. Namun, jika nantinya Kota Banjar berkembang, maka tidak menutup kemungkinan akan ada alternatif lain.

Pemerintah Kota Banjar sebelumnya telah menyiapkan lokasinya di Situbatu sesuai dengan rencana pengembangan kawasan industri di sekitar wilayah tersebut.

Related posts