IKABARI – Kepala Sekretariat Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), Robben Rico mengapresiasi Bupati Bandung Dadang Supriatna (Kang DS) karena semangat luar biasa dalam mendukung penuh pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Menurut Sekjen Kementerian Sosial RI, Bupati Bandung Kang DS adalah salah satu pemimpin daerah yang memilikiconcernpenuh terhadap inisiatif program-program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, salah satunya Sekolah Rakyat.
“Alhamdulillah Pak Bupati salah satu yang luar biasa semangatnya untuk meng-”support“program Pak Presiden dalam bentuk Sekolah Rakyat ini,” kata Sekjen Kemensos RI Robben Rico setelah melakukan koordinasi langsung dengan Kang DS di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Rabu 1 Oktober 2025 malam.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program yang ada.free boarding schoolatau pendidikan asrama gratis yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial RI bagi anak-anak dari keluarga miskin atau sangat miskin yang termasuk dalam prioritas program Presiden Prabowo Subianto.
Tujuan Sekolah Rakyat adalah memutus siklus kemiskinan dengan menyediakan pendidikan berkualitas kepada anak-anak yang berisiko tidak menyelesaikan pendidikannya, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.
Di Kabupaten Bandung, program Sekolah Rakyat (SR) yang merupakan bentuk awal sudah beroperasi dan sementara berada di kawasan Si Jalak Harupat, Kecamatan Kutawaringin. Selanjutnya, akan dibangun SR secara tetap di wilayah Ciwidey.
“Hari ini, kita bersama-sama dengan Direktur Jenderal Prasarana Strategis (Kemen PU) melakukan kunjungan ke Kabupaten Bandung dalam rangka berkoordinasi terkait pelaksanaan penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat tetap. Kita telah membahasnya tadi, beberapa hal insyaa Allah nanti salah satu lokasi yang akan dibangun adalah di Kabupaten Bandung. Dan hari ini sedang dipersiapkan oleh Bupati untuk memenuhi semua persyaratan, baik teknis maupun administratif,” kata Sekjen Kemensos RI Robben Rico menjelaskan.
Ia berharap seluruh persyaratan tersebut dapat selesai dalam waktu dekat, agar pembangunan Sekolah Rakyat tetap di Kabupaten Bandung segera dimulai.
“Semoga dalam waktu 1 minggu semua persyaratan ini dapat selesai, dan nanti kita bisa melihat hasilnya dengan baik. Kemungkinan besar lokasi yang digunakan untuk Sekolah Rakyat sementara berada di Ciwidey. Jadi ada dua, yaitu Ciwidey, dan nanti akan disiapkan lahan tambahan oleh pak Bupati. Mungkin pak Bupati yang lebih tepat untuk menyampaikan lokasinya,” ujar Robben lagi.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Bandung Kang DS atas dukungan dan semangat luar biasa yang diberikannya terhadap program SR di daerahnya.
“Tetapi secara prinsip, kami dari Kementerian Sosial ingin menyampaikan terima kasih atas dukungan yang luar biasa dari Bapak Bupati beserta jajarannya. Tadi saya juga menyampaikan anak-anak yang hari ini sudah berada di Sekolah Rakyat yang merupakan pusat pembelajaran di Kabupaten Bandung. Semoga segera terwujud, sehingga anak-anak dapat pindah dan mendapatkan fasilitas sesuai arahan Bapak Presiden,” ujar Sekretaris Jenderal Kemensos RI mengakhiri.
Minat Masyarakat Kabupaten Bandung terhadap Sekolah Rakyat
Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap Sekolah Rakyat yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, ia berharap di Kabupaten Bandung tidak hanya terdapat 1, tetapi 2 SR yang dibangun secara permanen agar dapat memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan juga yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem.
Jika pembangunan tidak dipersiapkan tahun ini, maka pada masa ajaran 2026/2027 jumlah siswa akan sangat padat. Oleh karena itu, saya meminta Kepala Dinas PUTR dan instansi terkait untuk segera mengawasi percepatan pembangunan ini dengan dukungan dari Kementerian,” ujar Kang DS menegaskan.
Karena jumlah peminat yang cukup besar di Sekolah Rakyat, Bupati Bandung mengusulkan pembukaan dua lokasi baru agar dapat menampung seluruh siswa, yaitu di Ciwidey dan Nagreg.
Siswa ingin disimpan di mana jika tidak dibangun sekarang karena permintaan yang sangat tinggi.
Banyaknya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat membuat mereka mengusulkan dua lokasi,” kata Bupati Bandung.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.





