IKABARI – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan hasil yang baik hingga kuartal III-2025.
Perusahaan perbankan yang berada di bawah naungan CIMB Group berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 5,26 triliun, meningkat sebesar 2,6% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 5,13 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada hari Kamis (30/10/2025), kenaikan laba ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 0,7% YoY menjadi Rp 10,08 triliun.
Meskipun demikian, rasio margin bunga bersih (Net Interest MarginNIM sedikit mengalami penurunan menjadi 4%, dari sebelumnya 4,16% pada September 2024.
Dari segi intermediasi, penyaluran kredit CIMB Niaga meningkat sebesar 4,6% YoY menjadi Rp 228,7 triliun. Meskipun demikian, pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yang mencapai sekitar 7%.
Pertumbuhan kredit yang stabil diimbangi dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio Non Performing Loan (NPL) kotor mengalami penurunan menjadi 1,98%, dibandingkan sebelumnya 2% pada periode yang sama tahun lalu.
Dari segi pendanaan, CIMB Niaga mampu memperkuat kondisi likuiditasnya. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terkumpul meningkat sebesar 8,6% YoY menjadi Rp 278 triliun hingga akhir September 2025.
Menariknya, sebagian besar DPK berasal dari dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang mencapai Rp 188,8 triliun, meningkat sebesar 10,6% dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan komposisi CASA ini mencerminkan keberhasilan strategi CIMB Niaga dalam mempertahankan efisiensi biaya dana (Cost of Fund).
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







