Citroën ë-C3 2025: Mobil Listrik Kompak yang Menarik dengan Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Citroën ë-C3 2025 hadir sebagai salah satu pilihan mobil listrik kompak yang menarik perhatian pasar Indonesia. Dikenal dengan desain imut khas Prancis, teknologi modern, dan harga terjangkau, mobil ini menawarkan alternatif menarik di segmen kendaraan ramah lingkungan. Namun, di balik kelebihannya, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan calon konsumen.
Desain dan Kenyamanan
Citroën ë-C3 menampilkan desain yang unik dan stylish, dengan garis-garis tegas namun tetap fun, sangat cocok untuk anak muda atau pengguna yang ingin tampil beda. Meskipun dari luar terlihat mungil, kabin mobil ini ternyata cukup lapang. Ruang kepala dan kaki cukup lega untuk ukuran city car, dan jok depan mendukung postur duduk ergonomis, memberikan kenyamanan selama perjalanan.
Desain eksterior yang khas Prancis membuat mobil ini mudah dikenali. Pintu geser samping juga menjadi fitur yang menambah kesan praktis, terutama untuk penggunaan harian di perkotaan. Interior mobil juga dirancang dengan perhatian terhadap detail, meski tidak terlalu mewah.
Performa dan Jangkauan
Ditenagai oleh motor listrik bertenaga 56 hp dan torsi 143 Nm, ë-C3 dilengkapi dengan baterai 29,2 kWh yang memungkinkan jangkauan hingga 320 km dalam sekali pengisian penuh. Namun, dalam praktiknya, jarak tempuh aktual berkisar antara 250 hingga 280 km, tergantung pada gaya berkendara dan kondisi jalan. Kecepatan maksimum mobil ini mencapai 107 km/jam, dan akselerasi dari 0-50 km/jam dapat dicapai dalam waktu sekitar 6,8 detik, menjadikannya cukup responsif untuk kebutuhan perkotaan.
Meskipun performa cukup baik untuk penggunaan harian, mobil ini tidak dirancang untuk penggunaan intensif atau lintas kota. Untuk pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh, jangkauan yang terbatas bisa menjadi kendala.
Fitur dan Teknologi
Citroën ë-C3 dilengkapi dengan berbagai fitur modern seperti layar sentuh, konektivitas smartphone, dan sistem keselamatan standar seperti airbag, ABS, EBD, sensor parkir, dan rear camera. Namun, mobil ini belum dilengkapi dengan teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS), yang menjadi fitur umum pada mobil listrik pesaing dari Asia.
Fitur ADAS seperti lane-keeping assist dan adaptive cruise control tidak tersedia, sehingga mobil ini kurang lengkap dalam hal teknologi keselamatan canggih. Ini bisa menjadi pertimbangan bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan saat berkendara.
Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Meskipun ë-C3 menawarkan harga yang kompetitif dan desain menarik, terdapat beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan:
-
Performa Terbatas: Dengan tenaga 56 hp dan torsi 143 Nm, performa ë-C3 terasa kurang bertenaga dibandingkan dengan pesaingnya. Kecepatan maksimum yang terbatas dan akselerasi yang tidak terlalu cepat mungkin menjadi pertimbangan bagi konsumen yang mencari performa lebih.
-
Tanpa ADAS: Ketiadaan fitur ADAS pada ë-C3 membuatnya tertinggal dibandingkan dengan mobil listrik pesaing yang sudah dilengkapi dengan teknologi canggih tersebut. Fitur seperti lane-keeping assist dan adaptive cruise control menjadi nilai tambah pada mobil listrik lain di kelasnya.
-
Keterbatasan Jangkauan: Meskipun klaim jangkauan ë-C3 mencapai 320 km, kenyataannya jarak tempuh aktual lebih rendah, yaitu sekitar 250 hingga 280 km. Hal ini mungkin menjadi kendala bagi pengguna yang membutuhkan mobil dengan jangkauan lebih jauh.
Kesimpulan
Citroën ë-C3 2025 menawarkan desain imut dan harga terjangkau sebagai mobil listrik kompak di Indonesia. Namun, calon konsumen perlu mempertimbangkan kekurangan seperti performa terbatas, ketiadaan fitur ADAS, dan jangkauan yang tidak sesuai klaim. Bagi mereka yang mencari mobil listrik dengan desain unik dan harga bersaing untuk penggunaan harian di perkotaan, ë-C3 bisa menjadi pilihan menarik. Namun, bagi yang mengutamakan performa dan teknologi canggih, mungkin perlu mempertimbangkan opsi lain di pasar.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







