IKABARI – Dua desa di Kabupaten Cirebon, yaitu Desa Ciawigajah Kecamatan Beber dan Desa Cilengkrang Kecamatan Pasaleman, saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi Lomba Anugerah Gapura Sri Baduga Jawa Barat.
Sebagai pelopor pembangunan di tingkat bawah, dua desa ini berusaha semaksimal mungkin agar dapat tampil terbaik dan membawa nama baik wilayah di tingkat provinsi.
Namun dalam persiapan tersebut, kedua desa masih menghadapi hambatan utama, yaitu Dana Desa (DD) yang berasal dari pemerintah pusat belum cair. Padahal, pengajuan pencairan sudah dilakukan lebih dari sebulan yang lalu.
Kondisi ini menyebabkan pelaksanaan berbagai program desa, termasuk kegiatan persiapan lomba, menghadapi risiko penundaan. Dana Desa menjadi sumber utama dalam mendukung pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan sosial dan budaya di tingkat desa.
Dana Desa Menjadi Pendukung Program
Kuwu Ciawigajah, Nunung Nurhadi, menyampaikan bahwa desanya merasa bangga karena terpilih sebagai perwakilan Kabupaten Cirebon dalam ajang Anugerah Gapura Sri Baduga Jawa Barat.
Namun demikian, ia berharap dana desa segera cair agar seluruh rencana kegiatan bisa berjalan dengan baik.
“Sebagai perwakilan kabupaten, tentu ini menjadi kebanggaan bagi kami. Namun, DD sangat kami butuhkan guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Semoga dalam waktu dekat dana tersebut segera masuk ke rekening desa,” ujar Nunung, Rabu (29/10/2025).
Khawatir Ganggu Pembangunan
Di sisi lain, Kuwu Cilengkrang, Suhardi, menyampaikan kekhawatirannya mengenai keterlambatan pencairan dana desa yang berpotensi memengaruhi kelangsungan program pemerintahan desa.
“Anggaran dari pusat, provinsi, maupun daerah sangat diperlukan agar pemerintahan berjalan dengan baik. Program percepatan yang dijalankan pemerintah pusat seharusnya juga diterapkan di tingkat kabupaten, sehingga Dana Desa dapat segera dicairkan,” kata Suhardi.
Ia menuturkan, berbagai kegiatan pembangunan desa, khususnya perbaikan infrastruktur menjelang musim hujan, sangat tergantung pada dana tersebut.
“Kami sedang merencanakan perbaikan jalan dan fasilitas umum menggunakan dana DD. Karena hujan mulai turun, sebaiknya dana segera dicairkan agar pekerjaan bisa segera dimulai,” katanya yang akrab dipanggil Edo.
Kedua kepala desa sepakat, pencairan Dana Desa yang tepat waktu tidak hanya akan mempercepat pembangunan, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kemandirian desa.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.





