IKABARI – Harga Ethereum naik sebesar 5,7 persen pada hari Rabu (1/10) dan berakhir pada angka USD 4.337 atau sekitar Rp 72,1 juta. Peningkatan ini memicu peningkatan aktivitas di pasar derivatif, baik futures maupun options, yang kini semakin didominasi oleh posisi bullish.
Dilaporkan oleh News.Bitcoin, Kamis (2/10), tingkat open interest futures Ethereum kini mencapai 13,28 juta ETH yang setara dengan USD 57,43 miliar (Rp 956,8 triliun).
Angka tersebut mendekati puncak sebesar 70 miliar dolar AS yang terjadi pada akhir Agustus. Lonjakan jumlah posisi terbuka ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga Ethereum membawa risiko pembiayaan yang lebih tinggi dan potensi likuidasi yang lebih besar.
Bursa Binance menduduki posisi terbesar dengan 2,60 juta ETH yang tersedia, senilai USD 11,25 miliar atau Rp 187,1 triliun.
Diikuti CME dengan 2,17 juta ETH bernilai USD 9,39 miliar atau Rp 156,1 triliun, serta Bitget dengan 1,51 juta ETH senilai USD 6,54 miliar atau Rp 108,9 triliun. Bursa lain seperti Gate, Bybit, dan OKX juga mencatatkan posisi dalam miliaran dolar.
Data menunjukkan bahwa momentum bullish semakin kuat dalam 24 jam terakhir. Open interest di Binance meningkat sebesar 5,97 persen, CME naik 6,41 persen, Bitget bertambah 6,46 persen, sedangkan OKX mengalami kenaikan sebesar 4,65 persen. Meskipun demikian, beberapa bursa seperti BingX dan Kucoin justru melaporkan penurunan kecil.
Pasaran opsi juga menunjukkan keyakinan positif. Posisi call tercatat sebesar 1,79 juta ETH, jauh lebih tinggi dibandingkan posisi put yang mencapai 1,05 juta ETH. Ini berarti 63 persen pedagang memilih opsi beli dibandingkan 37 persen opsi jual.
Namun demikian, volume transaksi dalam 24 jam terakhir cenderung seimbang, dengan 198 ribu kontrak ETH call dan 203 ribu kontrak ETH put, menunjukkan bahwa beberapa pedagang masih melakukan lindung nilai.
Di Deribit, kontrak call dengan harga strike USD 6.000 yang berakhir pada 26 Desember 2025 menjadi yang paling diminati, dengan jumlah open interest mencapai 92 ribu ETH. Kontrak lain yang juga diminati adalah call pada level USD 4.000, USD 5.000, dan USD 7.000.
Meskipun kontrak call jangka pendek dengan level USD 5.000 untuk 31 Oktober 2025 masih menunjukkan minat yang kuat.
Namun, volume terbesar hari ini justru datang dari kontrak put. Salah satu contohnya adalah kontrak Bybit dengan strike USD 500 yang berakhir pada 27 Maret 2026 sebesar 29 ribu ETH, serta put USD 4.000 di Deribit yang jatuh tempo pada 3 Oktober 2025.
Analisis mengenai “max pain” atau titik harga yang paling merugikan bagi kebanyakan pedagang opsi menunjukkan bahwa Ethereum kemungkinan akan berada dalam kisaran USD 3.900–4.000 (Rp 64,8–66,6 juta) hingga akhir Oktober. Artinya, meskipun pasar saat ini cenderung naik, terdapat kemungkinan tekanan untuk koreksi.
Kesimpulannya, dengan jumlah kontrak futures yang meningkat, dominasi kontrak call, serta harga spot yang naik, momentum Ethereum memang sedang kuat. Namun, laporan News.Bitcoin mengingatkan, “perbedaan kecil dalam volume put dan sinyal max pain menunjukkan pasar tidak boleh lengah.”
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







