Ini Tanggapan Mendikdasmen dan Siswa Mataram, NTB, Terkait Papan Interaktif Digital

Ini Tanggapan Mendikdasmen dan Siswa Mataram, NTB, Terkait Papan Interaktif Digital

IKABARI – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Komisi X DPR RI melakukan kunjungan untuk melihat proses pembelajaran yang menggunakan Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP) di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kali ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bersama Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, serta Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, melakukan kunjungan ke Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Mataram, NTB.

Di tengah suasana penuh kegembiraan, Menteri Mu’ti mengadakan dialog interaktif dan memberikan pesan semangat kepada para siswa.

“Saya melihat semangat belajar sepanjang hayat dari Bapak/Ibu sekalian. Kehadiran IFP ini membantu mempermudah proses menimba ilmu, menjadikan pembelajaran lebih menarik, serta penuh kreativitas dengan metode interaktif,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Mataram, Rabu 21 Oktober 2025.

Kemudian, Menteri Mu’ti juga mengajak siswa SKB Kota Mataram agar mampu memanfaatkan IFP sebagai pemicu untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Menurutnya, agar mampu bersaing di dunia kerja diperlukan keterampilan tambahan selain dari bidang akademik. “Melalui IFP, Bapak/Ibu bisa mengenal perkembangan teknologi, belajar mengerjakan tugas secara online, membuat presentasi pelajaran, serta mengembangkan kemajuan teknologi sebagai bekal untuk masa depan. Yang paling penting adalah tetap semangat dalam belajar,” kata Menteri Mu’ti.

Sebagai penerima manfaat program, salah satu tutor SKB Kota Mataram, Rosi Jayadi, menyampaikan bahwa kehadiran IFP mengakibatkan perubahan besar dalam proses pembelajaran yang sebelumnya pasif atau konvensional menjadi lebih interaktif dan mampu menarik perhatian siswa.

Di Sekolah Khusus Berbasis Kota Mataram, IFP digunakan dalam kelas Paket B dan Paket C untuk semua mata pelajaran, terutama untuk IPA, IPS, dan Bahasa Inggris yang memerlukan tampilan visual yang interaktif.

“Praktik terbaik dari kehadiran IFP juga terlihat dari usaha keras para tutor yang belajar IFP secara mandiri, kami pun mengeksplorasi lebih lanjut metode pembelajaran digital bagi peserta didik. Mereka juga menyukai penggunaan media digital ini dengan belajar membuat tugas presentasi. Oleh karena itu, saya berharap IFP dapat terus dimanfaatkan secara maksimal serta ditingkatkan jumlahnya agar seluruh kelas dapat merasakan manfaatnya secara merata,” kata Rosi.

Seorang peserta didik SKB Kota Mataram, Sukiyaki, merasa gembira atas kehadiran IFP sebagai alat pembelajaran baru di dalam kelas. Sebagai peserta didik kelas Paket B, ia merasa termotivasi untuk mengikuti metode belajar menggunakan media digital.

“Sejak IFP hadir di sekolah kami, para tutor telah memanfaatkannya dalam proses pembelajaran. Kami merasa terbantu dengan IFP, banyak metode baru yang kami temukan dan membuat kami tidak merasa bosan saat belajar,” kata Sukiyaki.

Di sisi lain, peserta didik lainnya, Azwar Riyadi, merasa beruntung bisa mengalami proses belajar menggunakan IFP. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, Azwar tetap tekun belajar dan menyesuaikan diri dengan metode pembelajaran digital.

“Kehadiran IFP membuat kami penasaran dan ingin terus mengikuti perkembangan teknologi. Dengan kemajuan IFP, siswa seharusnya mampu memahami pelajaran dengan cepat karena banyak metode kreatif yang dapat digunakan oleh para pengajar dalam menyampaikan ilmu. Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas IFP ini,” tutup Azwar.

Related posts