IKABARI – Kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kurnia Jaya di Manggar, Kabupaten Belitung Timur, pada Rabu (1/10), terlihat ramai sejak pagi hari. Aroma masakan tercium dari berbagai panci yang mengeluarkan uap. Relawan sibuk memotong bahan-bahan sayuran, menyiapkan bumbu, serta mengaduk lauk dengan penuh semangat.
Sementara aktivitas berlangsung, rombongan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung datang untuk melakukan inspeksi. Mereka tidak hanya mengecek Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), bahan baku, serta prosedur operasional standar (SOP) relawan, tetapi juga langsung menyaksikan proses memasak yang berlangsung di dapur.
Petugas Dinkes tampak mendekati meja sayuran, mengamati cara relawan menjaga kebersihan saat menyiapkan bahan, hingga memperhatikan secara langsung proses memasak dalam skala besar. Beberapa relawan juga sempat menjelaskan alur kerja mereka, mulai dari penerimaan bahan mentah hingga penyajian makanan yang siap disantap.
Ketua Yayasan SPPG Kurnia Jaya, Haris Alamsyah, yang turut serta dalam peninjauan tersebut, menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap bimbingan ini. Menurutnya, dapur umum perlu terus dipertahankan kualitasnya karena berkaitan dengan pelayanan gizi bagi masyarakat luas.
“Ini adalah memasak untuk banyak orang dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, masukan dari Dinas Kesehatan sangat kami butuhkan, agar pelayanan kami benar-benar aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Haris Alamsyah, Kamis (2/10).
Ia menambahkan, pihak yayasan juga berkomitmen menjaga standar kualitas makanan dengan rutin berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta BPOM. “Kami berharap apa yang kami berikan tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan,” katanya.
Kunjungan ini tidak hanya memberikan masukan teknis, tetapi juga memberikan semangat kepada para relawan yang bekerja tanpa henti. Kehadiran Dinkes yang turut menyaksikan proses memasak membuat mereka merasa dihargai dan semakin bersemangat dalam melayani masyarakat.
Sebelumnya dilaporkan, Unit Pelayanan Kesejahteraan Gizi (UPKG) Kurnia Jaya yang berada di Dusun Cemara, Manggar, Belitung Timur mulai melaksanakan pendistribusian makanan bergizi gratis (MBG) pertama pada Senin (22/9). Sebanyak 2.808 penerima manfaat menjadi target program yang tersebar di kawasan Desa Kurnia Jaya dan Desa Baru.
Kepala Dapur SPPG Kurnia Jaya, Andryan Septian, menjelaskan bahwa layanan makanan bergizi mencakup dua kelompok utama, yaitu pelajar dan kelompok rentan. Dalam hal pendidikan, penerima manfaat terdiri dari siswa TK/PAUD hingga SMA dengan jumlah total 2.484 orang yang tersebar di 24 sekolah.
Ada 24 sekolah yang terdiri dari 10 Taman Kanak-Kanak, 10 Sekolah Dasar, 2 Sekolah Menengah Pertama, dan 2 Sekolah Menengah Atas. “Pada hari Senin (22/9) ini adalah hari pertama operasional kami. Selain siswa, program ini juga mencakup kelompok B3, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dengan jumlah sebanyak 324 orang. Dengan demikian, total keseluruhan penerima manfaat mencapai 2.808 orang,” kata Andryan.
Andryan menekankan bahwa angka kecukupan gizi (AKG) setiap anak disesuaikan dengan kelompok usianya, sehingga porsi makanan untuk tiap tingkatan sekolah berbeda. “Untuk AKG yang sesuai dengan kelompok usia, misalnya TK dan SD memiliki porsi yang lebih kecil dibandingkan SMP dan SMA,” katanya.
SPPG Kurnia Jaya diharapkan dapat menjadi pusat layanan pangan sehat yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa di sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat desa, khususnya bagi ibu dan anak.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







