IKABARI – Menteri Keuangan Kabinet 2024–2025, Sri Mulyani Indrawati, kini secara resmi mendapatkan hak pensiun melalui program Pensiun dan Tabungan Hari Tua (THT) yang dijalankan oleh PT Taspen (Persero).
Informasi ini diumumkan oleh Taspen melalui akun Instagram resminya, @taspen, pada Sabtu (27/9/2025), lengkap dengan dokumentasi penyerahan secara simbolis.
Pada prosesi tersebut hadir Chief Executive Officer Taspen Rony Hanitiyo Aprianto, Direktur Operasional Tribuna Phitera Djaja, serta Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Maswar Purnama.
“Penyerahan program Pensiun dan THT) sebagai wujud apresiasi serta penghargaan terhadap dedikasi, integritas, dan kontribusi luar biasa Ibu Sri Mulyani Indrawati selama menjabat dalam membangun dasar keuangan negara yang kokoh dan berkelanjutan,” tulis pihak manajemen Taspen dalam unggahan tersebut, dikutip Selasa (30/9/2025).
Taspen menegaskan bahwa manfaat dari program Pensiun dan THT adalah bagian dari layanan yang terus-menerus diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat negara yang memasuki masa purnatugas.
Dengan skema ini, negara menjamin kelangsungan kesejahteraan setelah seseorang tidak lagi menjabat.
“Taspen menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan yang proaktif kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pejabat Negara yang memasuki masa pensiun agar menjamin kesejahteraan,” tulis manajemen menambahkan.
Berapa Jumlah Pensiun Sri Mulyani?
Besaran dana pensiun pejabat yang memiliki tingkat menteri diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 1980.
Di pasal 10 disebutkan bahwa menteri yang mengundurkan diri dengan hormat tetap berhak mendapatkan tunjangan pensiun.
Sementara itu, pasal 11 menjelaskan cara perhitungannya, yaitu 1 persen dari dasar pensiun untuk setiap bulan masa jabatan, dengan batas minimum 6 persen dan maksimum 75 persen.
Dasar pensiun yang digunakan adalah gaji pokok terakhir sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Sedangkan gaji menteri diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2000 yang menentukan besaran sebesar Rp 5.040.000 setiap bulan.
Jika mengacu pada aturan maksimal 75 persen, maka estimasi dana pensiun yang diterima Sri Mulyani setiap bulan adalah sebesar Rp 3.780.000.
Selain itu, dia juga memperoleh hak atas Dana Jaminan Hari Tua (DJHT), besarnya sesuai dengan iuran yang dibayarkan selama menjabat.
Sebelumnya, mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah periode 2019–2024, Teten Masduki, pernah mengungkapkan besaran pensiun yang ia terima. Dengan membagikan postingan di Instagram, Teten menulis,
“Saya menerima uang pensiun dari @taspen sebesar Rp 27 juta selama saya menjabat sebagai Kepala Staf Presiden dan Menteri Koperasi serta UKM. Mulai 1 November, saya akan mendapatkan uang pensiun sebesar 3 juta per bulan. Alhamdulillah,” tulis Teten di akun Instagram resminya @tetenmasduki_.
Gaya Anggun Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Setelah Dipecat
Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Inilah penampilan anggun mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani setelah dipecat oleh Presiden Prabowo Subianto. 2. Berikut gaya mewah mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani setelah diganti oleh Presiden Prabowo Subianto. 3. Ini dia penampilan yang anggun dari mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani setelah diberhentikan oleh Presiden Prabowo Subianto. 4. Berikut gaya elegan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani setelah diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto. 5. Inilah tampilan yang mempesona mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani setelah dilepas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sri Mulyani terlihat hadir dalam acara kelulusan putranya di Universitas Indonesia.
Kebahagiaan sedang meliputi keluarga mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati.
Pada hari Sabtu (13/9/2025), dia hadir dalam acara kelulusan putranya, Adwin Haryo Indrawan Sumartono, yang secara resmi memperoleh gelar dokter spesialis Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
“Alhamdulillah, telah selesai sebuah tahap penting dalam hidupmu, anakku,” tulis Sri Mulyani melalui akun Instagram pribadinya, @smindrawati.
Tidak hanya Sri Mulyani, momen tersebut juga menjadi hari penting bagi keluarga Retno Marsudi.
Sosok mantan Menteri Luar Negeri turut hadir dalam acara kelulusan anaknya, Bagas Adhimurda Marsudi, yang berhasil meraih gelar Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.
Peristiwa Sri Mulyani menerima pensiun ini sebenarnya menarik untuk diperhatikan dari sudut pandang publik. Jumlah Rp 3,78 juta per bulan mungkin terlihat kecil jika dibandingkan dengan jabatan dan tanggung jawab besar yang pernah ia lakukan sebagai Menteri Keuangan. Namun, aturan pensiun bagi pejabat memang dirancang bukan untuk memberi kenyamanan, melainkan sebagai bentuk penghargaan standar sesuai ketentuan negara.
Di sisi lain, kehadiran program Taspen yang proaktif dalam menyalurkan manfaat pensiun serta Tabungan Hari Tua mencerminkan adanya kelanjutan perhatian pemerintah terhadap para aparatur yang telah selesai menjalankan tugasnya. Hal ini dapat menjadi pesan penting bagi ASN maupun pejabat lainnya: masa purna tugas bukanlah akhir dari kontribusi, melainkan tahap baru dengan jaminan kesejahteraan yang tetap diperhatikan.
Menarik juga untuk membandingkan pengalaman Sri Mulyani dengan Teten Masduki. Teten secara terang-terangan mengungkapkan besaran pensiun yang ia terima melalui media sosial. Keterbukaan semacam ini, meskipun sederhana, mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bagaimana sistem pensiun bagi pejabat negara sebenarnya bekerja.
Pada akhirnya, yang lebih layak dihargai bukanlah besarnya angka pensiun yang diterima, melainkan bagaimana dedikasi jangka panjang para pejabat, termasuk Sri Mulyani, telah menciptakan dasar keuangan negara. Pensiun hanyalah tanda bahwa masa pelayanan telah berakhir, namun dampak kebijakan dan kontribusi mereka akan terus dirasakan oleh masyarakat.
Penampilan Elegan Sri Mulyani
Di tengah suasana penuh rasa percaya diri, Sri Mulyani tampil menarik dengan pakaian yang menggabungkan nuansa modern dan tradisional.
Di sisi lain, Retno Marsudi memilih kebaya janggan yang anggun.
Berikut adalah tujuh aspek gaya Sri Mulyani yang menarik perhatian saat mendampingi putranya:
- Tunik putih tulang
Sri Mulyani mengenakan atasan berwarna putih susu dengan potongan yang modern. Hiasan sederhana di bagian dada memberikan kesan menarik sekaligus anggun. Potongan yang longgar membuatnya nyaman dipakai sepanjang acara.
2. Sentuhan brokat halus
Kain brokat yang halus menghiasi atasan pakaian menambahkan tekstur lembut. Desain sederhana membuat keseluruhan penampilan tetap anggun tanpa terlihat berlebihan.
3. Kain batik cokelat tradisional
Ia menggabungkan tunik tersebut dengan kain batik berwarna cokelat. Warna yang netral dipilih membuat penampilan terlihat seimbang dan menarik.
4. Selendang bermotif batik
Penampilan Sri Mulyani semakin sempurna dengan menggunakan selendang batik yang memiliki nuansa serupa. Aksesoris ini menciptakan kesan rapi sekaligus anggun.
5. Nude pumps sederhana
Untuk sepatu, dia memilih sepatu hak tinggi berwarna nude. Sepatu ini memberikan kesan sederhana namun tetap menambah kesan anggun dan membuat kaki terlihat lebih panjang.
6. Rambut bob khas
Gaya rambut bob pendek yang menjadi ciri khas Sri Mulyani tetap ia pertahankan. Gaya rambut ini memperkuat penampilan sederhana namun tetap anggun.
7. Aksesori minimalis
Alih-alih memakai banyak aksesoris, ia tampil percaya diri hanya dengan kacamata, jam tangan, dan cincin yang sederhana.
Peristiwa kelulusan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan keluarga Sri Mulyani bersama suaminya, Tonny Sumartono.
Selain rasa bangga terhadap prestasi akademis anaknya, gaya berpakaian Sri Mulyani juga menjadi contoh bagi banyak orang, anggun, sederhana, dan penuh daya tarik.
Melihat momen ini, saya secara pribadi merasakan betapa kuatnya nilai keluarga di balik prestasi akademis seorang anak. Kehadiran tokoh seperti Sri Mulyani dan Retno Marsudi dalam acara wisuda bukan hanya sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai ibu yang penuh rasa bangga.
Pesan sederhana yang ditulis Sri Mulyani di Instagram, “Alhamdulillah, telah selesai satu tahap penting dalam hidupmu, anakku,” terasa sangat tulus dan menggambarkan perasaan seorang ibu terhadap anaknya.
Menariknya, di balik sorak kegembiraan, penampilan anggun Sri Mulyani juga menyampaikan pesan lain: bahwa seorang wanita dapat tampil sederhana tetapi tetap memancarkan kepercayaan diri.
Sebagai pembaca dan penulis, saya melihat momen ini bukan hanya perayaan akademis, tetapi juga wujud keseimbangan antara prestasi, keluarga, dan budaya yang tetap dipertahankan melalui pilihan pakaian.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







