Alasan AI Hybrid Jadi Pilihan Utama Industri Keuangan

Alasan AI Hybrid Jadi Pilihan Utama Industri Keuangan

Penerapan AI Hybrid dalam Industri Jasa Keuangan

Penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) hybrid menjadi strategi penting dalam industri jasa keuangan. Pendekatan ini dinilai sangat relevan oleh banyak pelaku di sektor tersebut. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Claudera bersama Finextra Research, yang melakukan survei terhadap 155 eksekutif dan pemimpin dari berbagai wilayah dunia.

Adrien Chenallier, Global Director, AI Solutions for Financial Services Cloudera, menyatakan bahwa laporan ini menunjukkan bahwa pendekatan hybrid memungkinkan data dapat diakses di mana pun. Menurutnya, hal ini menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi dalam dunia keuangan saat ini.

“Untuk benar-benar menjembatani kesenjangan implementasi, perusahaan keuangan membutuhkan platform data dan AI yang terpadu untuk memastikan tata kelola dan keamanan yang konsisten di semua lingkungan. Ini adalah satu-satunya cara untuk membangun kepercayaan, mengelola risiko, dan mempercepat pengadopsian AI dalam skala besar,” ujar Adrien dalam keterangan resmi.

Laporan ini disusun berdasarkan survei global yang dilakukan oleh Finextra Research pada Agustus 2025 terhadap 155 responden dari organisasi jasa keuangan dan teknologi. Para peserta survei ini merupakan pemegang jabatan senior di berbagai wilayah seperti Amerika Utara, Eropa, Asia Pasifik, Amerika Latin, serta Timur Tengah dan Afrika.

Dalam laporan tersebut, penerapan AI hybrid telah menjadi strategi yang sangat penting dalam industri jasa keuangan. Dari jumlah besar perusahaan, sebanyak 91% menilai pendekatan hybrid memiliki nilai yang tinggi.

Namun, meskipun pengadopsian AI sudah tersebar luas, studi ini juga mengungkap hambatan data dan keamanan yang signifikan, yang menghambat perusahaan dalam mencapai integrasi penuh. Survei menunjukkan bahwa 62% organisasi jasa keuangan kini menggunakan pendekatan AI hybrid yang mencakup lingkungan cloud publik, pusat data, dan edge untuk menerapkan AI di mana pun data berada.

Model ini dianggap sangat penting karena membantu mengelola sistem lama (legacy), meningkatkan skala secara efisien, dan menangani tugas-tugas yang membutuhkan sumber daya besar, seperti pelatihan dan penerapan model AI.

Tantangan dalam Implementasi AI

Laporan yang sama juga menyoroti aspek keamanan data sebagai hambatan utama dalam menjembatani kesenjangan dalam implementasi AI. Lebih dari 97% organisasi jasa keuangan melaporkan bahwa data silos menghambat kemampuan mereka untuk membangun dan menerapkan model AI yang efektif.

Tantangan ini menegaskan bahwa inovasi AI hanya dapat berhasil jika dibangun di atas fondasi tata kelola data dan keamanan yang terpercaya dan terpadu. Meskipun memiliki ambisi AI yang besar, banyak perusahaan masih mengalami kesulitan untuk membuka potensi nilai transformasi yang sesungguhnya.

Hampir separuh organisasi (48%) telah bergerak melampaui eksperimen AI tahap awal, tetapi belum sepenuhnya mengintegrasikan teknologi ini ke dalam operasi inti mereka. Hal ini membuat mereka berada dalam posisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan 26% perusahaan yang telah mengadopsi AI sepenuhnya di dalam perusahaan.

Gary Wright, managing director, Finextra Research, menyatakan bahwa bagi anggota mereka, kenyataannya jelas bahwa AI hanya bisa memberikan potensi penuhnya ketika kedaulatan data, privasi, dan kepercayaan bisa dijamin.

Related posts