Perbedaan Teknik Berburu Ular
Di dunia ini, ada dua jenis utama ular yang bisa dikelompokkan berdasarkan teknik berburu mereka. Pertama adalah ular pembelit, yang menggunakan kekuatan otot tubuhnya untuk meremas mangsa hingga tidak bergerak lagi. Kedua adalah ular berbisa, yang memanfaatkan kelenjar air liur khusus di bagian kepala bawah dan belakang mata untuk menghasilkan racun yang digunakan dalam perburuan.
Racun dari ular berbisa sangat beragam, tergantung pada spesiesnya. Beberapa jenis racun meliputi hemotoksin yang menyerang sel darah merah, neurotoksin yang menyerang sistem saraf, kardiotoksin yang memengaruhi jantung, miotoksin yang menyerang otot, serta sitotoksin yang menyerang sel-sel tubuh. Tingkat bahaya dari racun ini juga berbeda-beda, tergantung pada jumlah dan jenis racun yang masuk ke dalam tubuh korban.
Penggunaan Racun oleh Ular Berbisa
Racun yang dimiliki oleh ular berbisa digunakan untuk dua tujuan utama: berburu mangsa dan membela diri dari ancaman. Namun, ada skenario yang mungkin terjadi, yaitu ular berbisa menggigit diri sendiri dan menyuntikkan racun ke dalam tubuhnya sendiri. Pertanyaannya, apakah ular berbisa kebal terhadap racun yang mereka hasilkan sendiri?
Apakah Ular Dapat Menginjeksikan Bisanya ke Tubuh Sendiri?
Pertanyaan pertama yang muncul adalah apakah ular berbisa benar-benar bisa menggigit diri sendiri. Jawabannya adalah ya. Ada beberapa alasan yang membuat hal ini terjadi, seperti stres, kesalahan penglihatan, atau rasa sakit yang dialami oleh ular itu sendiri. Meskipun terdengar aneh, kasus semacam ini memang pernah terjadi di alam liar.
Apa yang Terjadi Jika Bisa Masuk ke Tubuh Ular?
Ada dua cara bagi bisa ular berbisa untuk masuk ke tubuh si ular itu sendiri. Pertama, jika ular menggigit diri sendiri, bisa akan langsung masuk ke dalam sistem peredaran darah. Kedua, bisa tersebut bisa masuk ke sistem pencernaan ketika ular mengonsumsi mangsa.
Jika bisa masuk ke sistem pencernaan, maka tidak akan menimbulkan efek apa pun karena cairan asam lambung akan mengurai racun tersebut seperti daging biasa. Namun, jika bisa masuk ke sistem peredaran darah, efeknya bisa sangat berbahaya.
Kekebalan Ular terhadap Bisanya Sendiri
Beberapa spesies ular mungkin sudah memiliki kekebalan terhadap racun yang mereka hasilkan sendiri. Mekanisme ini bisa berupa pembentukan anti-bisa atau sel kekebalan tubuh yang bekerja setelah racun masuk. Namun, bukan berarti kekebalan ini selalu efektif. Kadang-kadang, ular yang menggigit diri sendiri tetap bisa mati akibat racun yang mereka hasilkan sendiri.
Penanganan Jika Digigit Ular Berbisa
Jika seseorang digigit ular berbisa, penting untuk segera melakukan penanganan pertama. Langkah-langkah yang disarankan antara lain:
- Segera menjauh dari ular yang menggigit;
- Lepaskan benda-benda yang menempel erat di sekitar area yang digigit, seperti cincin atau pakaian ketat;
- Imobilisasi anggota tubuh yang tergigit dengan memberi penyangga supaya tidak dapat digerakkan;
- Beri tekanan di sekitar area yang digigit agar racun tidak menjalar cepat;
- Bawa korban ke rumah sakit secepat mungkin;
- Pastikan posisi duduk korban tidak menghambat jalur pernapasan.
Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang penyelamatan. Oleh karena itu, jangan menunda-nunda dan prioritaskan keselamatan korban.
Dari penjelasan di atas, kita bisa memahami bahwa racun ular berbisa sangat berbahaya jika masuk ke dalam sistem peredaran darah. Bahkan, racun ini bisa saja menyerang dirinya sendiri jika terjadi kesalahan.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







