Prediksi BMKG: Hujan Ringan hingga Lebat Mengguyur Wilayah Indonesia
BMKG memprediksi bahwa sejumlah wilayah di Indonesia akan diguyur hujan ringan hingga lebat dalam beberapa hari ke depan. Prediksi ini didasarkan pada pertumbuhan awan hujan yang terjadi akibat interaksi berbagai faktor atmosfer skala global, regional, dan lokal. Dari 24 hingga 30 Oktober, kondisi atmosfer yang labil akan terus memengaruhi pembentukan awan konvektif.
“Aktivitas atmosfer tersebut berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat,” demikian disampaikan dalam laporan Prospek Cuaca Mingguan BMKG pada Kamis, 23 Oktober 2025.
Indikator Global yang Mempengaruhi Cuaca
Dalam laporan tersebut, indikator Dipole Mode Index (DMI) pada skala global menunjukkan nilai -1.27, yang mengindikasikan peningkatan suplai uap air untuk pembentukan awan hujan dari Samudra Hindia menuju Indonesia bagian barat. Selain itu, Madden-Jullian Oscillation (MJO) aktif di sebagian besar wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, yang menunjukkan tingginya konvektifitas di wilayah tersebut.
Gelombang atmosfer diprediksi aktif dan memberi potensi peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilalui. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuator yang berpropagasi ke arah barat diprediksi aktif di Samudra Hindia barat daya Banten sampai Nusa Tenggara Barat dan Samudra Pasifik sebelah timur laut Papua.
Fenomena Lain yang Memengaruhi Cuaca
Selain itu, sirkulasi siklonik di beberapa wilayah seperti Laut Andaman, utara Laut Natuna, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Kalimantan, dan Laut Maluku membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Teluk Thailand, Laut Natuna hingga Laut Sulu, Selat Malaka. Konvergensi ini juga merentang di sejumlah wilayah di Indonesia, yang mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
Wilayah yang Terdampak
Secara lokal, labilitas yang mendukung proses konvektif diprediksi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian besar Papua.
BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang, serta gelombang tinggi.
Prediksi Hujan dan Angin Kencang
Menurut prediksi BMKG, hujan lebat hingga sangat lebat pada 24-26 Oktober 2025 akan turun di wilayah seperti Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Pada waktu yang sama, angin kencang diprakirakan terjadi di Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.
Perkembangan Cuaca pada Akhir Bulan
Pada periode 27-30 Oktober 2025, hujan ringan hingga lebat diprakirakan hampir terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia. Hujan yang terjadi bisa disertai petir dan angin kencang.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengakses kanal resmi BMKG untuk mendapatkan informasi terbaru. “Waspada terhadap cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, seperti hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir,” tulis BMKG.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







