Cegah Abrasi, Elnusa Petrofin Bagikan 367 Ban Bekas untuk Polda Sulteng

Cegah Abrasi, Elnusa Petrofin Bagikan 367 Ban Bekas untuk Polda Sulteng



Elnusa Petrofin Terus Berkomitmen pada Lingkungan dan Keberlanjutan

PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA), terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan, penerapan praktik bisnis berkelanjutan, serta inisiatif Zero Waste. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah melalui hibah sekitar 367 unit ban bekas kendaraan operasional mobil tangki kepada Satuan Tugas Operasi Madago Raya Polda Sulawesi Tengah pada akhir Oktober 2025.

Hibah ini merupakan bagian dari program Appostraps yang termasuk dalam Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Seremoni penyerahan dilakukan di Kantor Satgas Operasi Madago Raya dan dihadiri oleh Head of Operation Fuel Terminal Poso PT Elnusa Petrofin, Teguh Alamsyach, yang menyerahkan bantuan tersebut kepada Pasi Ops Satgas III Preventif Ops Madago Raya Polda Sulteng, Iptu I Wayan Dharma, serta disaksikan oleh perwakilan masyarakat setempat.

Inovasi untuk Mitigasi Abrasi Pantai

Appostraps adalah inovasi dalam mitigasi abrasi pantai dengan memanfaatkan ban bekas sebagai material utama untuk meredam energi gelombang laut sekaligus menjebak sedimen. Dengan demikian, laju abrasi dapat dikurangi secara alami.

Program ini akan digunakan untuk membangun struktur penahan abrasi khususnya di pesisir Desa Tokorondo, Kabupaten Poso. Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, menyampaikan bahwa program ini merupakan pengembangan ketiga pasca pelaksanaan di Kota Padang dan Balikpapan.

Pendekatan ekonomi sirkular menjadi inti dari pengembangan program ini. “Kami ingin memastikan bahwa setiap limbah operasional yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali dan memberi nilai tambah bagi lingkungan,” ujarnya.

Prinsip Zero Waste dan Pendekatan Cradle-to-Grave

Sebagai perusahaan yang mengutamakan ESG (Environmental, Social, and Governance) sebagai fondasi strategis bisnis, Elnusa Petrofin konsisten memastikan bahwa setiap aktivitas operasional dan program CSR berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dalam program Appostraps, Elnusa Petrofin menggunakan pendekatan cradle-to-grave, yang memastikan bahwa pengelolaan limbah tidak berhenti pada tahap pembuangan, tetapi menjadi bagian integral dari Product Life Cycle (PLC) perusahaan.

“Melalui pendekatan cradle-to-grave, kami memastikan seluruh siklus produk yang digunakan perusahaan memiliki nilai keberlanjutan dari awal hingga akhir. Ban bekas yang dulunya menjadi limbah kini bertransformasi menjadi solusi adaptif bagi ekosistem pesisir,” tambah Putiarsa.

Komitmen pada Keseimbangan Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial-Lingkungan

Melalui inovasi Appostraps, Elnusa Petrofin menegaskan posisinya sebagai sustainability driven company yang menyeimbangkan kinerja operasional dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Kami akan terus memperluas implementasi program CSR berbasis dampak yang tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi keberlanjutan perusahaan. Kami percaya bahwa keberhasilan bisnis sejati adalah ketika nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan berjalan seiring,” tutup Putiarsa.

Model Replikasi Nasional untuk Pengelolaan Limbah dan Mitigasi Abrasi

Program Appostraps diharapkan dapat menjadi model replikasi nasional untuk pengelolaan limbah dan mitigasi abrasi pesisir, serta menjadi bukti nyata kontribusi sektor energi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Sinergi Lintas Sektor untuk Konservasi Lingkungan

Kolaborasi antara Elnusa Petrofin dan Polda Sulteng menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung konservasi pesisir dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Pasi Ops Satgas III Preventif Ops Madago Raya Polda Sulteng, Iptu I Wayan Dharma, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif perusahaan. “Kami sangat mengapresiasi langkah Elnusa Petrofin yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap lingkungan di wilayah Poso. Program Appostraps ini menjadi wujud nyata kerjasama yang baik antara dunia usaha, aparat, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian pesisir,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa program seperti Appostraps tidak hanya berdampak pada pengendalian abrasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan yang mendorong partisipasi masyarakat. “Program ini membawa pesan kuat bahwa pelestarian alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen bangsa. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan solusi sederhana tetapi berdampak besar,” tuturnya.

Related posts