Evakuasi Handphone yang Terjatuh ke Celah Batu Pemecah Ombak di Kota Padang
Pada hari Minggu (9/11/2025) sore, sebuah peristiwa unik terjadi di kawasan Pantai Padang, tepatnya di belakang Masjid Al Hakim, Jalan Samudra, Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat. Seorang mahasiswa kehilangan handphone-nya setelah terjatuh ke celah batu pemecah ombak atau yang dikenal dengan sebutan grib.
Kejadian ini berawal ketika Hanif Hidayat (20), seorang mahasiswa, melaporkan bahwa ponselnya jatuh ke bawah batu grib. Ia kemudian meminta bantuan kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang. Laporan tersebut diterima oleh petugas sekitar pukul 14.19 WIB.
Setelah menerima laporan, tim Damkar segera berangkat ke lokasi dan tiba pada pukul 14.37 WIB. Lokasi yang menjadi tempat handphone terjatuh memiliki kondisi yang cukup sulit, yaitu celah bebatuan yang sempit dan tidak mudah dijangkau. Untuk mengamankan handphone tersebut, petugas melakukan beberapa upaya penyelamatan.
Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menggunakan tangan untuk mencapai celah bebatuan tersebut. Selain itu, mereka juga menggunakan alat seperti tongkat penjepit untuk membantu mengambil handphone dari tempat yang sangat sempit.
Operasi penyelamatan ini dilakukan oleh satu unit armada dengan delapan personel dari Peleton A. Setelah berjuang selama sekitar satu jam, petugas berhasil mengamankan handphone tersebut sekitar pukul 15.17 WIB.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, menyampaikan bahwa kejadian ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tetap waspada di sekitar area pantai. Ia juga menekankan agar masyarakat menjaga barang berharganya agar tidak terjatuh ke tempat-tempat yang berbahaya.
Proses Penyelamatan yang Memakan Waktu
Proses penyelamatan ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena lokasi yang tidak mudah diakses. Petugas harus berhati-hati agar tidak terjatuh atau cedera akibat bebatuan yang tajam. Selain itu, kondisi cuaca juga bisa memengaruhi proses penyelamatan, terutama jika ada angin kencang atau ombak yang tinggi.
Beberapa langkah yang dilakukan oleh petugas antara lain:
- Mengecek lokasi secara langsung untuk memastikan posisi handphone.
- Menggunakan alat bantu seperti tongkat penjepit untuk mengambil handphone dari celah sempit.
- Melakukan koordinasi dengan rekan-rekan di tim untuk memastikan keselamatan seluruh petugas.
Dalam operasi ini, petugas juga menghadapi tantangan teknis, seperti batu-batu yang bergerak atau berpotensi meluncur saat dipegang. Hal ini membuat proses penyelamatan lebih rumit dan memerlukan kesabaran serta ketenangan.
Imbauan dari Petugas Damkar
Setelah berhasil mengamankan handphone, petugas Damkar memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berada di sekitar area pantai. Mereka menyarankan agar warga tidak meninggalkan barang berharga di dekat tebing atau celah batu, terutama saat berada di area yang rawan.
Selain itu, petugas juga menyarankan agar masyarakat mengenal lingkungan sekitar dan memahami risiko yang mungkin terjadi. Dengan kesadaran yang baik, masyarakat dapat mencegah terjadinya kecelakaan atau kehilangan barang berharga.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







