Banjir di Kota Semarang Tewaskan Dua Orang
Banjir yang terjadi di Kota Semarang sejak lima hari terakhir menimbulkan dampak yang sangat serius. Dua orang tewas tenggelam dalam kejadian yang terjadi pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Saat ini, banjir masih merendam berbagai titik di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.
Korban Pertama: Eko Rusianto
Korban pertama yang meninggal dunia adalah Eko Rusianto, 43 tahun, warga Kelurahan Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pujo Martanto, korban sedang bekerja membersihkan sampah di kolam retensi Trimulyo saat kejadian terjadi.
Endro menjelaskan bahwa korban menggunakan ban dalam tanpa rompi pelampung. “Kejadian di kolam retensi itu merupakan kecelakaan kerja,” ujarnya. Korban terpeleset dan tidak bisa berenang, sehingga akhirnya tenggelam.
Korban Kedua: Faisal Azam Saputra
Di lokasi yang berbeda, seorang anak bernama Faisal Azam Saputra, warga Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, juga tenggelam. Kejadian ini terjadi di jembatan pertigaan masjid Gebangsari, Kecamatan Genuk, pada hari yang sama, pukul 14.30.
Menurut Endro, berdasarkan keterangan dari saksi-saksi, korban tenggelam dan kemudian dibawa ke IGD RSI Sultan Agung Semarang. Hingga saat ini, pihak medis masih melakukan penanganan terhadap korban.
Dampak Banjir Terhadap Arus Lalu Lintas
Selain menyebabkan korban jiwa, banjir di Kota Semarang juga menyebabkan arus lalu lintas tersendat selama beberapa hari. Air masih merendam jalur pantai utara atau Pantura Jalan Kaligawe Kota Semarang.
Banyak kendaraan terjebak di jalan-jalan yang tergenang air, sehingga menghambat perjalanan masyarakat. Pihak BPBD terus memantau kondisi banjir dan memberikan informasi kepada warga setempat agar tetap waspada.
Upaya Penanggulangan Bencana
Pihak BPBD Kota Semarang telah melakukan berbagai upaya untuk menangani bencana banjir yang terjadi. Termasuk dalam hal ini adalah koordinasi dengan instansi terkait seperti dinas kesehatan, polisi, dan satuan perlindungan masyarakat (satpol PP).
Selain itu, pihak BPBD juga memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir. Mereka juga melakukan pembersihan saluran air agar tidak terjadi genangan yang lebih parah.
Peringatan untuk Warga
Endro Pujo Martanto mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan menghindari daerah-daerah yang rawan banjir. Ia juga menyarankan agar warga tidak melakukan aktivitas di dekat aliran air atau kolam retensi, terutama jika tidak memiliki perlengkapan keselamatan seperti rompi pelampung.
Warga juga diminta untuk segera melaporkan kejadian apabila menemukan adanya ancaman bahaya dari banjir. Hal ini penting untuk memastikan keamanan dan keselamatan semua pihak.
Dengan situasi yang masih memprihatinkan, pihak BPBD akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi dampak banjir di Kota Semarang. Masyarakat diharapkan dapat bersabar dan mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah setempat.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







