Pergerakan IHSG pada Sesi 1 Hari Ini
Pada penutupan Sesi 1 perdagangan hari ini, Rabu, 29 Oktober 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukkan pelemahan. Pasar tampaknya masih terpengaruh oleh aksi jual dan belum mampu menemukan tenaga untuk rebound yang kuat setelah mengalami penurunan selama dua hari terakhir.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) per pukul 11:25 WIB, IHSG ditutup melemah sebesar -13,22 poin atau -0,16% ke level 8.079,41. Indeks tersebut bergerak dalam rentang antara 8.042 (terendah) hingga 8.115 (tertinggi).
Meskipun secara keseluruhan IHSG mengalami penurunan, data sektoral menunjukkan adanya pergerakan yang sangat kontras. Beberapa sektor yang kemarin tertekan kini berbalik arah, sementara sektor lainnya terus mengalami koreksi.
Sektor Bahan Baku Jadi Pemain Utama
Sektor Bahan Baku (IDXBASIC) menjadi bintang utama pada Sesi 1 hari ini. Sektor ini berhasil naik sendirian dengan kenaikan sebesar +45,73 poin atau +2,35%. Sebagai satu-satunya penopang utama, Sektor Bahan Baku berhasil mencegah IHSG jatuh lebih dalam.
Selain itu, Sektor Transportasi & Logistik (IDXTRANS) juga mengalami penguatan sebesar +1,43%. Namun, di sisi lain, tekanan jual masih terlihat pada beberapa sektor utama:
- Sektor Teknologi (IDXTECHNO): Anjlok sebesar -1,26%
- Sektor Perindustrian (IDXINDUST): Turun sebesar -0,94%
- Sektor Infrastruktur (IDXINFRA): Turun sebesar -0,56%
Sementara itu, sektor-sektor berbobot besar seperti Keuangan (IDXFINANCE) dan Energi (IDXENERGY) terpantau bergerak stabil, hampir stagnan. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih dalam sikap “wait and see” terhadap saham-saham big cap.
Pergerakan Pasar yang Terbelah
Pergerakan pasar yang terbelah ini mengindikasikan bahwa investor masih melakukan rotasi sektoral sambil mencermati dampak lanjutan dari sentimen MSCI yang mengguncang pasar awal pekan ini.
Catatan Penting
Analisis saham ini disusun berdasarkan data perdagangan Sesi 1 BEI pada 29 Oktober 2025. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi jual atau beli saham. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Investasi saham memiliki risiko. Lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum berinvestasi.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







