Industri Parkir Masuk Era Transformasi, Ekspansi Secure Parking dengan Teknologi eNOS

Industri Parkir Masuk Era Transformasi, Ekspansi Secure Parking dengan Teknologi eNOS

Perkembangan Industri Parkir Nasional Menuju Era Digital

Industri parkir nasional sedang mengalami transformasi signifikan, khususnya dengan penerapan sistem parkir berbasis teknologi di berbagai kota besar. Salah satu perusahaan yang turut serta dalam proses ini adalah PT Securindo Packatama Indonesia (Secure Parking). Perusahaan ini baru saja meluncurkan Secure Park, lahan parkir umum pertama yang dimiliki dan dioperasikan langsung oleh perusahaan pengelola parkir profesional di Indonesia.

Lahan seluas 2,1 hektare yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Tangerang, menjadi titik awal peralihan model bisnis Secure Parking dari pengelola menjadi pemilik aset parkir. Hal ini menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat posisi mereka di pasar parkir nasional.

Sistem eNOS: Teknologi Terbaru dalam Parkir Digital

Bersamaan dengan peluncuran Secure Park, Secure Parking juga memperkenalkan eNOS (Epsilon No Scan No Tap), sistem parkir digital tanpa tiket dan tanpa kartu. Sistem ini menggunakan teknologi license plate recognition (LPR) dan konektivitas Bluetooth melalui aplikasi Excellent App. Teknologi ini merupakan bagian dari Epsilon Parking System (EPS), sistem terintegrasi berbasis cloud untuk kontrol parkir secara real-time.

Menurut Managing Director Secure Parking Rustam Rachmat, inovasi teknologi seperti eNOS menjadi fondasi penting untuk memperkuat kepercayaan publik dan efisiensi industri parkir nasional. Ia menyatakan, “Teknologi hanyalah alat. Nilai utamanya tetap pada integritas manusia yang menjalankannya.”

Saat ini, sistem eNOS telah diterapkan di tiga lokasi, yaitu PIK Avenue, Plaza Indonesia, dan Secure Park PIK 2. Hingga akhir 2025, perusahaan menargetkan ekspansi sistem digital tersebut ke sekitar 200 lokasi dari total 1.500 titik parkir yang dikelola Secure Parking di seluruh Indonesia.

Rencana Ekspansi dan Pertumbuhan Pasar

Dalam lima tahun ke depan, Rustam menyebut bahwa pihaknya ingin seluruh jaringan Secure Parking terintegrasi penuh dengan teknologi eNOS. Lokasi pengelolaan pun ditargetkan tumbuh 10% per tahun, dengan fokus pengembangan di luar kawasan Jabodetabek, seperti Medan, Surabaya, Semarang, Makassar, dan Balikpapan.

Meski 60%–70% kontribusi bisnis parkir nasional masih berasal dari kawasan Jabodetabek, permintaan di kota-kota lain terus meningkat. Dalam lima tahun ke depan, Rustam memperkirakan komposisi pasar bisa berimbang antara wilayah barat dan timur Indonesia seiring percepatan urbanisasi dan pembangunan infrastruktur.

Namun, ia menilai pertumbuhan tersebut masih bergantung pada kesiapan ekosistem digital di masing-masing daerah, termasuk sistem pembayaran non-tunai dan regulasi parkir daerah yang kerap belum seragam. “Digitalisasi parkir tidak bisa hanya bicara teknologi, tapi juga kesiapan aturan dan perilaku pengguna. Kami memastikan seluruh inovasi kami tetap comply dengan ketentuan OJK dan Bank Indonesia terkait sistem pembayaran digital,” ujarnya.

Outlook Industri Parkir

Dalam pandangan pelaku industri, Rustam mengatakan sektor parkir di Indonesia tengah menuju fase konsolidasi dan modernisasi. Perusahaan besar seperti Secure Parking kini bersaing bukan hanya dalam jumlah lokasi, tapi juga kualitas sistem, keamanan data, dan efisiensi operasional.

“Ke depan, persaingan akan bergeser dari sekadar siapa yang mengelola paling banyak menjadi siapa yang bisa memberikan layanan paling efisien dan terpercaya,” ujar Rustam.

Dengan jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat, peluang bisnis parkir masih sangat besar. Rustam menegaskan, arah industri parkir idealnya berfokus pada pembangunan ekosistem yang profesional dan akuntabel. “Kami ingin industri parkir Indonesia tumbuh seperti industri lain: transparan, efisien, dan berintegritas,” katanya.

Related posts