Investasi Larry Ellison Rp 10 Miliar Ubah Inggris Jadi Pusat Teknologi Dunia

Investasi Larry Ellison Rp 10 Miliar Ubah Inggris Jadi Pusat Teknologi Dunia

Larry Ellison Investasi Besar di Oxford, Inggris

Pendiri Oracle Corporation, Larry Ellison, kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan rencana investasi senilai lebih dari £10 miliar (sekitar Rp 221 triliun) di kota Oxford, Inggris. Langkah ini tidak hanya menunjukkan ambisi pribadi Ellison dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menjadi tanda awal bagi perkembangan baru bagi Inggris dalam upaya memperkuat posisi sebagai pusat sains global.

Investasi besar ini akan dilakukan melalui lembaga riset milik Ellison, Ellison Institute of Technology (EIT), yang sedang membangun kompleks penelitian berskala internasional di kawasan Oxford Science Park. EIT menyatakan bahwa proyek ini akan merekrut ribuan ilmuwan yang fokus pada bidang seperti kedokteran, biologi generatif, kecerdasan buatan, robotika, serta ketahanan pangan. Dalam pernyataannya, EIT menyebutkan bahwa mereka akan mengalokasikan lebih dari £10 miliar selama sepuluh tahun ke depan untuk mendukung pengembangan talenta dan program ilmiah.

Kompleks penelitian tersebut diproyeksikan akan membuka lapangan kerja bagi hingga 7.000 orang, sekaligus menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi kawasan Oxford–Cambridge. Rencana ini memperluas investasi awal senilai £1,9 miliar yang telah diumumkan sebelumnya, dan dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 2027.

Peran Pemerintah Inggris

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, menilai langkah Ellison sebagai bukti nyata meningkatnya daya tarik Inggris di mata investor global. Dia menyatakan, “Investasi ini merupakan bentuk kepercayaan besar terhadap Oxford sebagai pusat sains dan inovasi dunia, serta menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan lembaga kelas dunia seperti Ellison Institute dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Komitmen Ellison juga menjadi bagian dari strategi ekonomi yang tengah digencarkan pemerintah Inggris untuk mendorong investasi sektor swasta. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah mengumumkan sejumlah inisiatif, termasuk pemangkasan biaya birokrasi bisnis sebesar £6 miliar, serta pembentukan kelompok investasi “Sterling 20” guna memperkuat koordinasi pembiayaan strategis nasional.

Tantangan di Tengah Ketidakpastian

Namun, investasi besar yang digagas Ellison ini hadir di tengah ketidakpastian yang melanda industri sains Inggris. Sejumlah perusahaan farmasi multinasional, seperti Merck & Co. dan AstraZeneca, sebelumnya membatalkan proyek ekspansi bernilai miliaran poundsterling akibat lemahnya dukungan terhadap sektor ilmu hayati.

Dalam pernyataannya bulan lalu, pihak Merck & Co menyebut keputusan tersebut diambil karena “minimnya investasi pemerintah di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian.” Keputusan serupa juga diambil oleh AstraZeneca, yang menunda rencana pengembangan fasilitas riset senilai £200 juta di Cambridge.

Kemitraan dengan Universitas Oxford

Untuk memperkuat riset ilmiah, EIT juga menjalin kemitraan jangka panjang dengan Universitas Oxford untuk mengembangkan program doktoral, beasiswa internasional, dan fasilitas penelitian bersama. Kolaborasi ini diyakini akan mempercepat transfer pengetahuan dan menciptakan ekosistem inovasi berkelas dunia.

Menteri Sains Inggris, Lord Vallance, menegaskan bahwa investasi besar dari Ellison dapat menjadi titik balik bagi sektor teknologi Inggris. Dia mengatakan, “Wilayah ini memiliki semua unsur untuk menjadi Silicon Valley-nya Inggris—tempat di mana inovasi kelas dunia bertransformasi menjadi pertumbuhan ekonomi yang memberi manfaat bagi seluruh negeri.”

Inisiatif Pemerintah untuk Kawasan Oxford–Cambridge Corridor

Pemerintah Inggris memandang inisiatif ini sebagai bagian integral dari kebangkitan kawasan Oxford–Cambridge Corridor, yang disebut-sebut berpotensi menjadi “Silicon Valley versi Inggris”. Reeves menambahkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan £120 juta untuk pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut, termasuk pembukaan kembali jalur kereta Cowley yang telah ditutup selama enam dekade.

Related posts