Performa Bagnaia yang Menurun Mengundang Perhatian Marc Marquez
Pebalap MotoGP, Marc Marquez, mengungkapkan kekecewaannya terhadap penurunan performa rekan setimnya, Francesco Bagnaia, terutama pada paruh kedua musim ini. Marquez menyatakan bahwa ia merasa tidak tega melihat kondisi Bagnaia yang kini sering kesulitan dalam berbagai balapan.
Bagnaia sejauh ini telah mampu mencatatkan enam podium dalam balapan sprint dan delapan podium dalam balapan utama. Ia juga berhasil meraih satu kemenangan di sprint race serta dua kemenangan di balapan utama. Namun, situasi berubah drastis pada empat seri terakhir musim ini, di mana Bagnaia bahkan tidak bisa menyelesaikan balapan. Beberapa kali, ia finis di luar lima besar, dan kadang-kadang harus melewati sesi kualifikasi Q1 terlebih dahulu.
“Sungguh menyedihkan melihatnya dalam keadaan seperti ini,” ujar Marquez, dikutip dari Crash.net, Rabu (12/11/2025). “Pecco (Bagnaia) telah mengalami perjalanan yang penuh liku-liku tahun ini, yang menurutku bahkan dia sendiri tidak bisa menjelaskannya, perbedaan perasaannya,” tambahnya.
Marquez menilai bahwa hal terbaik yang bisa terjadi bagi Bagnaia adalah datangnya musim dingin, agar ia bisa memulai dari awal. Dengan motor baru, kemungkinan besar performanya bisa kembali meningkat. “Dia belum lupa cara mengendarai motor. Kita lihat itu di Motegi. Itu akan menjadi hal terbaik untuk proyek Ducati,” ujarnya.
Sebelum MotoGP 2025 dimulai, banyak pihak memprediksi duel sengit antara Marquez dan Bagnaia. Bahkan, beberapa orang membandingkan persaingan keduanya dengan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo saat masih bersama Yamaha.
Untuk diketahui, Bagnaia menjadi pebalap Ducati setelah Casey Stoner yang berhasil meraih gelar juara dunia. Dia bahkan menjadi pebalap Ducati pertama yang bisa mempertahankan atau meraih gelar juara dunia MotoGP berturut-turut pada musim 2022 dan 2023.
Masa Depan Bagnaia di Ducati
Dari segi prestasi, Bagnaia memiliki rekam jejak yang cukup baik selama masa kariernya di Ducati. Namun, musim ini tampaknya menjadi tantangan tersendiri baginya. Penurunan performa yang terjadi membuat banyak orang khawatir tentang masa depannya di tim pabrikan tersebut.
Beberapa faktor mungkin turut memengaruhi kondisi Bagnaia. Mulai dari perubahan strategi tim, perkembangan teknologi motor, hingga tekanan psikologis akibat harapan tinggi dari para penggemar dan pihak klub. Meski demikian, Marquez percaya bahwa Bagnaia masih memiliki potensi besar untuk bangkit.
Ia menyarankan agar Bagnaia fokus pada pembenahan diri dan memanfaatkan waktu liburan musim dingin untuk melakukan evaluasi diri. Dengan bantuan pelatih dan teknisi, Bagnaia dapat kembali menemukan bentuk terbaiknya.
Tantangan Berat di Musim Ini
Musim 2025 menjadi tahun yang sangat berat bagi Bagnaia. Selain kesulitan dalam balapan, ia juga menghadapi tekanan dari media dan penggemar yang mengharapkan kemenangan lebih besar. Hal ini bisa memengaruhi mental dan konsentrasi balapnya.
Namun, dengan dukungan dari rekan setim seperti Marquez, Bagnaia memiliki peluang untuk bangkit. Marquez sendiri menunjukkan rasa empati yang tinggi terhadap kondisi Bagnaia. Ia yakin bahwa Bagnaia memiliki kemampuan yang cukup untuk kembali memperlihatkan performa terbaiknya.
Tidak hanya itu, Marquez juga memberikan apresiasi atas usaha dan dedikasi Bagnaia selama ini. Ia percaya bahwa dengan waktu dan kesempatan yang tepat, Bagnaia bisa kembali menjadi salah satu pebalap terbaik di MotoGP.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







