Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali meraih gelar juara umum Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) pada tahun ini. KRTI 2025 digelar di Landasan Udara Sutan Sjahrir, Padang, Sumatera Barat, pada 18-20 Oktober lalu, dengan Universitas Andalas sebagai tuan rumah.
Juara umum tahun ini menjadi penghargaan yang ke-8 kali diraih tim UGM sepanjang mengikuti ajang kompetisi robot terbang tingkat nasional itu. Pada tahun ini, tim yang beranggotakan 127 mahasiswa itu memborong gelar Juara 1 di tiga dari lima kategori lomba.
Gamaforce Juara 1 Fixed Wing lewat torehan tim Fiachra Aeromapper, Juara 1 Vertical Take Off Landing (VTOL) lewat aksi tim Gadjah Mada Fighting Copter, dan Juara 1 Long Endurance and Low Altitude (LELA) lewat performa tim Virachakra. Dua kategori lainnya adalah Racing Plane dan Technology Development yang masing-masing didominasi tim dari Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Sudah sejak awal tahun ini kami memulai riset, proses pembuatan UAV (unmanned aerial vehicles), juga latihan. Semua non-stop,” ujar Ketua Umum Tim Gamaforce UGM 2025 Adam Ampu Tua Siahaan pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Menurutnya, hal terberat dalam mempersiapkan kompetisi ini ketika merancang dan membuat sistem UAV sebagai “nyawa” robot terbang. Dituturkannya, dalam dunia UAV, sering kali ditemukan faktor-faktor di luar kendali. Mulai dari munculnya gangguan sinyal karena interferensi dari luar, komponen yang mendadak rusak sampai faktor cuaca bisa mempengaruhi kinerja sistem robot.
Namun, Adam melanjutkan, saat kompetisi berlangsung sejumlah kendala itu berhasil diprediksi dan diatasi berkat tingginya intensitas latihan. “Dari banyaknya latihan itu, persoalan dan faktor-faktor yang muncul bisa diatasi dan dicegah, akhirnya saat kompetisi berjalan lancar,” kata Adam mengungkapkan.
Selain itu, mereka mengaku tidak fokus pada karya para pesaing yang justru bisa mengganggu konsentrasi. “Kami selalu tekankan fokus pada performa karya yang dibuat sendiri agar hasil maksimal.”
Adam menambahkan, yang tak kalah menguras energi adalah ketika berurusan dengan problem non-teknis lomba. Mereka sampai membentuk tim khusus untuk mengurus berbagai administrasi, timeline riset, hingga berburu sponsor. “Tahun ini, misalnya, kami juga harus berhadapan dengan efisiensi anggaran yang secara langsung berdampak ke dana dari kampus juga dana dari sponsor,” kata Adam.
Semangat tim juga diungkapnya sempat diuji pada awal 2025, ketika beredar rumor kompetisi yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu ditiadakan karena efisiensi anggaran. Namun ketidakpastian kabar itu akhirnya tak mereka hiraukan dengan tetap mempersiapkan robot terbang.
Perjalanan Panjang Tim Gamaforce
Perjalanan panjang yang dilalui oleh tim Gamaforce UGM tidak hanya berupa latihan teknis, tetapi juga tantangan-tantangan eksternal seperti perubahan regulasi, keterbatasan dana, serta tekanan dari pihak luar. Meski begitu, semangat dan dedikasi tim tetap terjaga.
- Proses Riset dan Pengembangan
- Tim mulai melakukan riset sejak awal tahun, termasuk merancang desain UAV yang sesuai dengan standar kompetisi.
-
Proses pembuatan UAV melibatkan berbagai tahap, mulai dari pemilihan bahan hingga pengujian berbagai komponen.
-
Latihan Intensif
- Latihan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan untuk memastikan kesiapan dalam segala situasi.
-
Latihan mencakup simulasi kondisi kompetisi, termasuk menghadapi gangguan teknis dan lingkungan.
-
Pengelolaan Administrasi dan Dana
- Tim khusus dibentuk untuk mengelola aspek administratif, termasuk pengajuan dana dan koordinasi dengan pihak sponsor.
- Efisiensi anggaran menjadi prioritas utama untuk memastikan semua kebutuhan terpenuhi tanpa mengorbankan kualitas karya.
Strategi dan Fokus Tim
Tim Gamaforce UGM memiliki strategi yang jelas dalam menghadapi kompetisi. Mereka memprioritaskan pengembangan karya sendiri daripada mengikuti karya pesaing. Hal ini memberi ruang bagi inovasi dan peningkatan kemampuan teknis.
- Fokus pada Performa Sendiri
- Tim lebih memilih menghabiskan waktu untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas karya yang telah dibuat.
-
Ini memastikan bahwa setiap kompetisi dihadapi dengan persiapan yang matang dan percaya diri.
-
Menghindari Distractions
- Tidak adanya fokus pada karya pesaing membantu menjaga konsentrasi dan mengurangi tekanan mental.
- Dengan begitu, tim dapat fokus pada tujuan utama, yaitu menampilkan karya terbaik mereka.
Tantangan Eksternal
Meski telah siap secara teknis, tim Gamaforce UGM juga menghadapi tantangan eksternal. Salah satunya adalah informasi tentang kemungkinan pembatalan kompetisi karena alasan anggaran. Namun, mereka tetap mempersiapkan diri dengan penuh semangat.
- Menghadapi Ketidakpastian
- Berita tentang pembatalan kompetisi sempat membuat ketidakpastian di kalangan tim.
-
Namun, kepercayaan diri dan komitmen terhadap tujuan membuat mereka tetap berjuang.
-
Mempertahankan Motivasi
- Meskipun ada tantangan, motivasi tetap terjaga karena dorongan untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi.
- Hal ini menunjukkan kekuatan mental dan komitmen tim dalam meraih kesuksesan.
Dengan pengalaman dan dedikasi yang besar, tim Gamaforce UGM berhasil membuktikan bahwa kerja keras dan persiapan matang bisa menghasilkan prestasi yang luar biasa.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







