5 Fakta Menarik Lalat Hover, Senjata Petani Lawan Kutu Daun

5 Fakta Menarik Lalat Hover, Senjata Petani Lawan Kutu Daun

Ciri Fisik Lalat Hover

Lalat hover memiliki panjang sekitar 6-20 mm dengan mata besar dan antena pendek yang terdiri dari tiga segmen dengan ujung sedikit berbulu. Mulutnya berbentuk sucking, sehingga cocok untuk meminum nektar dan serbuk sari bunga. Mereka memiliki dua sayap transparan pada sayap depan yang berwarna gelap. Bagian wajah mereka memiliki tonjolan menonjol, sedangkan kaki dan mulutnya biasanya tidak terlalu panjang dan tipis. Perut dan toraksnya memiliki tubuh kutikula yang mengkilap. Warna lalat hover beragam, mulai dari kuning, hitam, hingga oranye.

Larvanya adalah Predator yang Ganas

Berbeda dengan lalat dewasa yang hanya makan nektar bunga dan serbuk sari, larva lalat hover dikenal sebagai predator yang rakus. Mereka menusuk mangsanya dengan mulut seperti kait dan mengisap semua nutrisi yang ada. Ketika lapar, larva akan bergerak aktif mencari mangsa menggunakan sensor kimia. Mereka sanggup memakan hingga 800 ekor kutu daun dalam satu hari. Mangsa lainnya termasuk kutu putih, tungau kecil, thrips, dan kutu kebul.

Alasan Sebenarnya Lalat Hover Meniru Tampilan Lebah atau Tawon

Lalat hover meniru tampilan lebah atau tawon untuk mengelabui predatornya. Lebah atau tawon dikenal memiliki sengatan kuat sebagai pertahanan diri. Faktanya, lalat hover tidak memiliki sengatan sama sekali, tidak menggigit, dan tidak memiliki racun. Predator dari lalat hover meliputi burung pemakan serangga, capung, semut api, kumbang, dan laba-laba.

Lalat Hover Jadi Andalan Para Petani

Lalat hover meminum nektar bunga dengan menjilat menggunakan lidahnya yang seperti spons. Oleh karena itu, lalat hover membutuhkan banyak nektar bunga agar tetap aktif selama beberapa minggu di musim panas dan semi. Para petani menyukai lalat hover karena membantu tanaman tumbuh. Lalat hover adalah penyerbuk yang hebat karena mampu menghasilkan buah dan sayuran lebih banyak. Ladang aman terkendali karena petani memanfaatkan larva hover untuk mengendalikan hama berbahaya seperti kutu daun.

Betina lalat hover memakan serbuk sari karena membutuhkan protein untuk pematangan telurnya. Pohon pinus, bunga poppy, pisang raja, dan rumput merupakan sumber serbuk sari bagi betina.

Siklus Kehidupan Lalat Hover

Telur lalat hover yang menetas menghasilkan larva bertubuh lunak dengan berbagai bentuk tergantung spesiesnya. Mayoritas memiliki bentuk seperti belatung lalat. Larva microdon berkembang di sarang semut karena mereka memakan larva semut. Bentuk larva lainnya seperti belatung berekor tikus memiliki tabung pernapasan periskop yang digunakan oleh larva untuk mempertahankan pasokan udara mereka di air yang seringkali kekurangan oksigen. Ada juga larva berbentuk seperti paku yang membuatnya tampak seperti monster menakutkan bagi mangsanya.

Tahapan larva berlangsung selama 1-3 minggu tergantung jumlah makanan yang dikonsumsi. Selanjutnya adalah pupa yang berbentuk seperti kapsul kecil berwarna coklat kekuningan yang menempel pada daun. Tahap pupa berlangsung selama 7-14 hari. Periode terakhir adalah fase dewasa (lalat hover) yang umumnya hidup selama 2-4 minggu.

Uniknya, lalat hover bisa melayang di satu titik, maju-mundur, dan bergerak zig-zag. Mereka pun bisa terbang mundur seperti kolibri. Lalat hover sangat efektif untuk dimanfaatkan oleh petani karena mereka tidak menyengat.

Related posts