Penjelasan tentang Ular Hijau Cina
Ular bisa hidup di berbagai tempat, baik itu di dataran tinggi, pinggir pantai, hingga area pertanian. Di Cina, ular juga dapat ditemukan di berbagai daerah. Wilayah Asia lainnya memiliki daratan yang luas, hutan yang hijau, dan suhu yang cocok untuk kehidupan ular. Salah satu spesies ular yang hidup di Cina adalah Ptyas major atau yang dikenal sebagai ular hijau cina.
Sejatinya, ular ini merupakan ular tidak berbisa dengan warna hijau cerah. Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, ular ini sangat ahli dalam memanjat. Selain itu, ia juga mengonsumsi makanan yang unik, seperti cacing. Berikut beberapa fakta menarik tentang ular hijau cina.
1. Masuk ke genus Ptyas
Ular hijau cina termasuk dalam genus Ptyas. Sehingga, ia merupakan spesies ular tikus dan memiliki kerabat dekat dengan beberapa jenis ular lain, seperti Ptyas korros (ular koros), Ptyas carinata (ular king koros), dan Ptyas mucosa (ular jali). Dari sumber Thai National Parks, ketiga ular tersebut memiliki ukuran yang lebih besar dan penyebaran yang lebih luas dibandingkan ular hijau cina. Namun, ular hijau cina masih memiliki beberapa kesamaan dengan spesies Ptyas lainnya, seperti tidak memiliki bisa, tubuh ramping, dan mata yang besar.
2. Tak cuma ditemukan di Cina
Meski disebut sebagai ular hijau cina, ular ini juga dapat ditemukan di wilayah lain. Menurut The Reptile Database, penyebarannya mencakup Cina, Taiwan, Vietnam, dan Laos. Namun, penyebarannya cukup sempit dan karena itu ular ini sulit ditemukan di habitat alaminya. Saat ini, habitat utamanya mulai rusak akibat aktivitas manusia seperti penebangan liar. Akibatnya, populasi ular ini semakin menurun di alam liar.
3. Merupakan hewan arboreal
Laman Animalia menjelaskan bahwa ular hijau cina merupakan hewan arboreal. Artinya, ia menghabiskan sebagian besar waktunya di pepohonan. Sebagai hewan arboreal, ular ini sangat mahir dalam memanjat. Ia bisa memanjat berbagai permukaan, mulai dari batu, semak-semak, dahan, ranting, hingga pohon yang cukup tinggi. Karena kebiasaannya tersebut, ular ini lebih suka tinggal di hutan, area dengan vegetasi rapat, kebun, taman, dan area lembap. Walau begitu, ia juga pernah ditemukan di pedesaan dan pinggir jalan raya.
4. Panjang maksimalnya hanya sekitar 1 meter
Menurut laman iNaturalist, panjang rata-rata ular hijau cina berkisar antara 75 hingga 90 sentimeter. Maksimalnya, ular ini hanya mencapai 1,2 meter. Dengan ukuran tersebut, ular hijau cina termasuk ular berukuran kecil hingga sedang. Warna tubuhnya yang hijau cerah tanpa corak apapun membantunya bersembunyi dan berkamuflase di lingkungan alaminya seperti pepohonan, semak-semak, rerumputan, dan dedaunan. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh ular ini sudah beradaptasi dengan lingkungannya.
5. Cacing jadi makanan kesukaannya
Dalam hal makanan, ular hijau cina memiliki pilihan yang agak unik. Dilansir dari Snakes of Taiwan, makanan utama ular ini adalah invertebrata kecil seperti larva serangga dan cacing. Pilihan mangsa ini kemungkinan disesuaikan dengan ukurannya yang kecil, giginya yang tidak terlalu tajam, serta rahangnya yang tidak terlalu lebar. Sayangnya, belum ada informasi pasti mengenai kebiasaan berburu atau waktu aktif ular ini. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mendalam untuk memahami lebih lanjut perilaku ular ini.
Kesimpulan
Ular hijau cina mungkin bukan ular terbesar yang pernah ada, tetapi ia memiliki keunikan tersendiri. Dengan warna hijau yang mencolok, pola makan yang berbeda dari ular lain, serta kekerabatan dekat dengan beberapa ular terkenal, eksistensi ular ini patut dijaga. Sebagai manusia, kita harus menjaga dan tidak merusak habitatnya agar ular ini tetap bisa bertahan di alam liar.


