Jenis-Jenis Hewan yang Sering Terbawa Banjir dan Bahayanya
Ketika banjir melanda suatu wilayah, tidak jarang kita menemukan hewan-hewan liar yang terbawa oleh arus air. Hal ini terjadi karena air yang naik akan menggenangi sarang atau tempat tinggal hewan, sehingga mereka harus mencari tempat baru untuk bertahan hidup. Namun, kemunculan hewan-hewan ini bisa menjadi ancaman bagi manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Berikut adalah beberapa jenis hewan yang sering muncul saat banjir dan risiko yang bisa ditimbulkannya:
1. Ular
Saat banjir besar, ular kehilangan tempat tinggalnya. Mereka akan mencari perlindungan di tempat lain seperti gudang, lumbung, atau bahkan rumah-rumah yang rusak. Beberapa jenis ular yang sering ditemui saat banjir antara lain ular piton, sanca, kobra, dan ular sawah. Yang paling menakutkan adalah ular berbisa, yang bisa sangat mematikan jika menggigit.
Untuk menghindari risiko gigitan ular, sebaiknya gunakan sepatu bot saat berada di luar ruangan setelah banjir. Juga, perhatikan lingkungan sekitar, terutama saat membersihkan puing-puing. Jika terkena gigitan, segera cari bantuan medis.
2. Biawak
Biawak biasanya muncul saat banjir, terutama jika lokasi tinggal dekat dengan sungai atau rawa. Meskipun biawak biasanya menghindari manusia, mereka bisa menyerang jika merasa terancam. Gigitan biawak bisa menyebabkan infeksi, jadi penting untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi tempat berkembang biak biawak.
Pastikan tidak ada tumpukan sampah atau bahan organik basah di sekitar rumah. Waspada juga dengan gorong-gorong dan semak-semak, karena biawak sering bersembunyi di sana.
3. Buaya
Banjir dapat membuat daratan berubah menjadi area berair, sehingga buaya yang biasanya tinggal di sungai atau rawa bisa muncul ke tempat-tempat yang tidak terduga. Di daerah yang dekat dengan habitat alami buaya, kemunculan hewan ini lebih mungkin terjadi. Buaya yang keluar dari habitatnya cenderung lebih agresif, jadi masyarakat dihimbau untuk menghindari area perairan.
4. Katak
Ketika hujan turun, katak dan kodok sering muncul. Genangan air menjadi tempat ideal untuk bertelur. Selain itu, hujan juga mempermudah mereka mencari mangsa seperti cacing atau serangga. Meski keberadaan katak dalam jumlah besar tidak terlalu berbahaya, tetapi beberapa jenis katak memiliki racun yang bisa menyebar melalui kulitnya. Jadi, hindari menyentuh katak yang kamu temui.
5. Tikus
Tikus adalah hewan pengerat yang membawa penyakit berbahaya. Banjir memaksa tikus keluar dari sarang di saluran air atau selokan untuk mencari tempat aman. Setelah air surut, mereka akan mencari tempat kering dan makanan. Tikus dapat menyebarkan penyakit seperti leptospirosis, yang bisa menyebabkan demam tinggi hingga gagal ginjal.
Untuk mencegah tikus masuk ke rumah, bersihkan sudut-sudut rumah yang bisa menjadi tempat persembunyian. Jika sudah masuk, gunakan umpan atau perangkap tikus di area kering.
6. Serangga
Hujan menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi serangga seperti nyamuk, lalat, laron, dan kecoak. Keberadaan serangga yang meningkat dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Nyamuk misalnya, bisa menularkan virus seperti DBD, chikungunya, malaria, dan zika. Lalat yang suka tempat kotor juga bisa membawa kuman yang menyebar ke makanan.
Untuk menghindari penyebaran serangga, pastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah dan jaga kebersihan lingkungan.
7. Lintah
Lintah adalah parasit yang berkembang biak di lingkungan basah dan berlumpur. Saat banjir terjadi, lintah bisa terbawa arus dan masuk ke dalam rumah. Mereka bisa menempel di kaki saat membersihkan lumpur setelah air surut. Karena lintah mengisap darah, gigitannya bisa menyebabkan pendarahan. Pada beberapa orang, gigitan lintah juga bisa menimbulkan reaksi alergi.
Untuk mencegah lintah masuk ke rumah, pastikan tidak ada tempat lembab. Gunakan bawang putih dan garam sebagai pengusir alami.
Kesimpulan
Hewan-hewan yang sering terbawa banjir wajib diwaspadai. Untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan keluarga, segera bersihkan rumah dan area sekitar setelah banjir. Jangan pernah mendekati atau menyentuh hewan liar yang kamu temui. Jika menemukan hewan berbahaya seperti ular atau buaya, hindari dan segera hubungi pihak berwenang.







