Video viral yang menampilkan sungai kecil dengan aliran air yang deras namun terputus di sekitar Jorong Gantiang, Nagari Singgalang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, telah memicu perhatian masyarakat setempat. Dalam rekaman video yang diunggah oleh warga, terlihat dua sisi aliran sungai yang berbeda. Di satu sisi, air mengalir cukup deras, sedangkan di sisi lainnya, sungai tampak kering dan penuh batu.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena Sumatera Barat baru-baru ini dilanda bencana banjir dan tanah longsor yang parah, bersama dengan Aceh dan Sumatera Utara. Hal ini memperkuat kekhawatiran masyarakat akan kemungkinan adanya gangguan lingkungan yang tidak terduga.
Menurut peneliti geologi dan mitigasi bencana, Ade Edward, aliran air yang terputus tersebut masuk ke bawah permukaan tanah. Fenomena ini umum terjadi di daerah perbukitan kapur. “Kawasan bukit kapur mudah mengalami pelarutan,” jelas Direktur Eksekutif Patahan Sumatera Institute ini pada Sabtu 6 Desember 2025.
Ade menjelaskan bahwa peristiwa ini sering dikaitkan dengan pembentukan lubang runtuhan (sinkhole). Aliran sungai yang awalnya mengalir di permukaan kemudian masuk ke dalam tanah, membentuk sungai bawah tanah. “Karakteristik daerah bukit kapur memang seperti itu, sehingga aliran air yang sebelumnya lancar bisa terputus.”
Ia menyarankan agar dilakukan kajian mendesak di lokasi untuk memastikan fenomena alam ini. Kekhawatiran utamanya adalah kondisi ini bisa membahayakan masyarakat, terutama jika ada permukiman di dekat aliran sungai.
Selain itu, Ade juga menjelaskan bahwa fenomena semacam ini biasanya muncul akibat peningkatan curah hujan yang menyebabkan pergerakan tanah. “Oleh karena itu, pemerintah atau pihak terkait perlu segera melakukan kaji cepat agar tidak menimbulkan potensi bahaya,” tambahnya.
Penyebab dan Dampak Fenomena Ini
Beberapa faktor dapat memicu terjadinya perubahan aliran sungai seperti ini, antara lain:
- Curah hujan tinggi – Hujan yang deras dapat meningkatkan volume air yang mengalir, sehingga mengubah jalur alami sungai.
- Struktur geologis – Daerah perbukitan kapur memiliki struktur yang rentan terhadap pelarutan, yang dapat menciptakan rongga bawah tanah.
- Aktivitas manusia – Pembangunan atau penggunaan lahan yang tidak terkendali bisa memengaruhi aliran air alami.
Dampak dari fenomena ini bisa sangat signifikan, termasuk:
- Ancaman bagi masyarakat – Jika ada permukiman di dekat area yang terpengaruh, risiko terkena dampak langsung seperti longsoran atau keruntuhan tanah meningkat.
- Gangguan ekosistem – Perubahan aliran air dapat memengaruhi kehidupan flora dan fauna di sekitar sungai.
- Ketidakpastian lingkungan – Masyarakat mungkin merasa khawatir terhadap keberlanjutan sumber daya air dan stabilitas tanah.
Tindakan yang Perlu Dilakukan
Untuk mengatasi situasi ini, beberapa langkah penting harus segera diambil:
- Pemantauan berkala – Melibatkan ahli geologi dan tim mitigasi bencana untuk melakukan survei dan pemantauan rutin di wilayah tersebut.
- Peningkatan kesadaran masyarakat – Memberikan edukasi kepada warga tentang tanda-tanda bencana alam dan cara menghadapinya.
- Koordinasi pemerintah daerah – Memastikan adanya koordinasi antara pemerintah kabupaten, instansi terkait, dan komunitas lokal dalam merespons ancaman lingkungan.
Kesimpulan
Fenomena alam yang terjadi di Jorong Gantiang, Nagari Singgalang, merupakan peringatan penting tentang kompleksitas interaksi antara alam dan manusia. Meski fenomena ini terlihat unik, ia juga mengandung potensi bahaya yang perlu diperhatikan. Dengan tindakan proaktif dan kolaborasi antara para ahli dan masyarakat, diharapkan kondisi ini dapat dikelola dengan baik, sehingga mencegah terjadinya bencana lebih lanjut.







