Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memprediksi sektor pariwisata daerah tetap tumbuh positif pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Meskipun menghadapi potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah destinasi, pihak terkait berupaya memastikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Vita Sandra, menyampaikan bahwa pemerintah telah menerbitkan surat imbauan kepada seluruh kepala dinas pariwisata kabupaten dan kota. Surat tersebut menekankan pentingnya aspek keamanan dan kenyamanan dalam penyelenggaraan pariwisata selama Nataru. Imbauan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Menteri Pariwisata serta arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Menurutnya, lima daerah di Sumsel masuk kategori siaga bencana, yaitu Pagar Alam, OKU, Prabumulih, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Wilayah-wilayah ini memiliki potensi banjir dan longsor, tetapi menjadi destinasi wisata favorit saat libur panjang. Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah setempat melakukan pengawasan intensif, termasuk penutupan sementara destinasi wisata alam jika cuaca ekstrem terjadi.
“Contohnya di Pagar Alam, ketika kondisi cuaca ekstrem, aktivitas pendakian langsung ditutup. Begitu juga kawasan yang licin atau rawan longsor, akan diumumkan penutupan sementara baik melalui pengumuman langsung maupun media sosial,” jelas Vita.
Vita mengakui bahwa kondisi cuaca yang kurang kondusif selama momen libur menjadi tantangan tersendiri untuk mendongkrak pariwisata. Namun, agar pergerakan sektor tersebut tetap naik, salah satu strategi yang didorong adalah promosi wisata di wilayah perkotaan, seperti Palembang.
“Seperti staycation di hotel, wisata kuliner, city tour, dan destinasi dalam kota. Dengan begitu, peredaran uang di sektor pariwisata tetap berjalan,” kata Vita.
Dia menambahkan bahwa secara historis kunjungan wisatawan saat Nataru di Sumsel diperkirakan meningkat lebih dari 50%. Kendati di tahun ini kondisi cuaca diperkirakan hujan ekstrem, pihaknya tetap optimis mampu mencapai angka yang sama.
“Kalau dari data BPS sebenarnya kita sudah melampaui target tahun ini, tercatat sudah mau 20 juta kunjungan untuk wisnus. Dan untuk Nataru semoga akan sama lonjakan kunjungannya, karena kita tidak harus selalu mengukur dari jumlah yang datang tapi juga dari peredaran uang di pariwisata,” tutupnya.
Strategi Promosi Wisata di Wilayah Perkotaan
Untuk memastikan pertumbuhan sektor pariwisata meski menghadapi tantangan cuaca, pihak Disbudpar Sumsel fokus pada promosi wisata di wilayah perkotaan. Beberapa strategi yang digunakan antara lain:
- Staycation di hotel: Mendorong wisatawan untuk menginap di hotel-hotel kota sebagai alternatif aktivitas liburan.
- Wisata kuliner: Memperkenalkan berbagai hidangan khas Palembang dan daerah lainnya sebagai daya tarik wisata.
- City tour: Menyediakan paket wisata kota yang menarik dan informatif.
- Destinasi dalam kota: Mengembangkan atraksi wisata yang dapat dinikmati tanpa harus bepergian jauh.
Dengan strategi ini, diharapkan peredaran uang di sektor pariwisata tetap berjalan lancar, bahkan di tengah situasi cuaca yang tidak menentu.
Kesiapan dan Pengawasan Intensif
Pemerintah Sumsel juga melakukan persiapan dan pengawasan intensif terhadap destinasi wisata yang berpotensi terkena dampak cuaca ekstrem. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan dan menjaga reputasi destinasi wisata daerah.
- Pengawasan oleh pemerintah setempat: Setiap daerah yang masuk kategori siaga bencana wajib melakukan pengawasan rutin.
- Penutupan sementara destinasi: Jika kondisi cuaca ekstrem terjadi, destinasi wisata alam akan ditutup sementara.
- Pengumuman melalui media sosial: Informasi penutupan destinasi akan disampaikan melalui platform digital untuk memastikan wisatawan mendapat informasi yang akurat.
Optimisme Pemerintah
Meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem, pemerintah Provinsi Sumsel tetap optimis akan tingkat kunjungan wisata saat Nataru. Dalam beberapa tahun terakhir, kunjungan wisatawan meningkat secara signifikan, bahkan melebihi target yang ditetapkan.
- Data BPS: Sudah tercatat hampir 20 juta kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang tahun ini.
- Prediksi Nataru: Pihak pemerintah berharap tingkat kunjungan saat Nataru akan mengalami lonjakan serupa.
- Fokus pada peredaran uang: Meskipun jumlah wisatawan bisa dipengaruhi cuaca, peredaran uang di sektor pariwisata tetap menjadi indikator utama keberhasilan.
Dengan kombinasi strategi promosi, pengawasan, dan antisipasi cuaca, pihak pemerintah berharap sektor pariwisata Sumsel tetap tumbuh positif di momen Nataru.



