Perkembangan teknologi ponsel semakin pesat, terutama di tengah isu mengenai iPhone lipat pertama yang kini menjadi topik utama dalam berbagai forum diskusi. Salah satu platform yang sedang ramai membahas hal ini adalah Weibo, media sosial lokal Tiongkok yang memiliki struktur mirip dengan X (Twitter). Berita tentang iPhone lipat ini menarik perhatian pengguna karena beberapa fitur inovatif yang disebutkan.
Salah satu informasi yang muncul adalah kemungkinan iPhone lipat pertama Apple akan menghilangkan slot kartu SIM fisik dan beralih sepenuhnya ke eSIM. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan layanan seluler secara digital tanpa perlu memasukkan kartu SIM fisik. Hal ini bisa menjadi langkah penting dalam mengoptimalkan ruang di dalam perangkat.
Menurut laporan dari MacRumors pada 5 Desember, Apple kemungkinan akan meluncurkan iPhone lipat ini pada akhir tahun depan atau paling lambat pada awal 2027. Perangkat yang sementara ini diberi nama “iPhone Fold” dirumorkan memiliki layar 5,5 inci dengan desain lipat seperti buku. Saat dibuka, layar dalamnya akan mencapai ukuran 7,8 inci, yang membuatnya mirip dengan iPad mini.
Beberapa analis menggambarkan iPhone lipat ini sebagai salah satu perangkat berdesain tipis yang sangat inovatif. Bentuknya dianggap seperti dua iPhone Air yang terbuat dari bahan titanium saling menempel. Ketipisan ini membuat ruang untuk komponen internal semakin terbatas, sehingga menimbulkan tantangan bagi para insinyur Apple.
Meski dianggap sebagai terobosan baru, penjualan eSIM di pasar Tiongkok masih menghadapi kendala. Banyak pengguna di Negeri Tirai Bambu lebih menyukai penggunaan SIM fisik dan fitur dual-SIM. Budaya jual-beli cepat dan coba-pakai perangkat juga turut memperkuat preferensi ini. Kondisi ini bisa menjadi tantangan bagi Apple dalam memasarkan iPhone lipat di masa depan.
Apple sadar akan tantangan ini. Dalam produksi iPhone Air—yang menggunakan desain eSIM-only demi efisiensi ruang—perusahaan bergantung pada dukungan khusus dari tiga operator telekomunikasi terbesar di Tiongkok, yaitu China Mobile, China Telecom, dan China Unicom. Meskipun iPhone lipat nantinya akan mendukung dua eSIM aktif, aktivasi hanya bisa dilakukan melalui gerai operator tersebut.
Secara global, penjualan iPhone Air tidak sesuai ekspektasi. Banyak konsumen mengkritik kompromi yang diperkenalkan oleh perangkat ini, seperti daya tahan baterai yang lebih rendah dan hanya memiliki satu kamera belakang. Penjualan yang lesu ini bisa berdampak negatif terhadap promosi iPhone lipat di masa depan.
Selain itu, iPhone lipat juga dirumorkan akan mengusung beberapa teknologi baru. Misalnya, kamera bawah layar sebesar 24 megapiksel dan panel dalam tanpa lipatan. Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat mengatasi kekhawatiran terkait eSIM yang belum sepenuhnya diadopsi oleh pasar. Dengan begitu, Apple berusaha memastikan bahwa iPhone lipat tidak hanya menjadi perangkat inovatif, tetapi juga cocok dengan kebutuhan pengguna di berbagai wilayah.







