Hari Gunung Internasional: Ingatan akan Pentingnya “Menara Air” Indonesia

Hari Gunung Internasional: Ingatan akan Pentingnya “Menara Air” Indonesia

Hari Gunung Internasional: Peringatan Global yang Penting bagi Indonesia

Setiap tanggal 11 Desember, dunia merayakan Hari Gunung Internasional. Peringatan ini bukan hanya sekadar momen tahunan, tetapi juga sebuah seruan global untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem pegunungan bagi kehidupan di Bumi. Di negara kepulauan seperti Indonesia, urgensi ini terasa sangat nyata.

Sejarah Singkat Peringatan Global

Hari Gunung Internasional bermula pada tahun 1992, ketika Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan mengadopsi Agenda 21. Dalam agenda ini, terdapat bab khusus tentang Pengelolaan Ekosistem Pegunungan yang Rentan. Bab ini secara fundamental mengakui peran vital gunung dan kerentanan ekosistemnya terhadap perubahan iklim serta eksploitasi manusia.

Langkah penting terjadi pada tahun 2002, saat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendeklarasikan tahun tersebut sebagai Tahun Internasional Pegunungan. Kesuksesan dan minat global yang tinggi mendorong PBB untuk menetapkan tanggal 11 Desember sebagai Hari Gunung Internasional pada tahun berikutnya, 2003. Sejak saat itu, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menjadi badan koordinator utama, memastikan isu-isu pegunungan selalu menjadi prioritas dalam agenda pembangunan global. Tujuannya jelas: meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran krusial gunung serta mendorong aksi kolektif untuk melindungi dan melestarikan kekayaan alam dan budaya di dalamnya.

Urgensi Hari Gunung Internasional bagi Indonesia

Bagi Indonesia, sebuah negara yang dijuluki “Ring of Fire” karena keberadaan lebih dari 127 gunung api aktif, peringatan Hari Gunung Internasional memiliki urgensi ganda. Gunung-gunung di Indonesia adalah tulang punggung kehidupan dan sumber daya alam:

  • Menara Air Dunia: Pegunungan adalah sumber utama air tawar bagi jutaan penduduk di wilayah hilir. Hutan pegunungan berfungsi sebagai daerah tangkapan air alami yang vital, mengatur siklus hidrologi, dan mencegah bencana seperti banjir dan tanah longsor. Kerusakan hutan di hulu akan langsung memicu krisis air dan bencana di dataran rendah.
  • Pusat Keanekaragaman Hayati: Hutan-hutan di lereng gunung Indonesia menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk banyak spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain. Pegunungan merupakan hotspot biodiversitas, menyediakan habitat penting bagi flora dan fauna.
  • Ketahanan Pangan dan Energi: Kawasan pegunungan mendukung mata pencaharian masyarakat lokal melalui pertanian dan menjadi sumber energi terbarukan (panas bumi/geotermal) yang penting bagi pembangunan nasional.
  • Mitigasi Bencana: Sebagai negara yang rawan gempa dan letusan, kondisi gunung di Indonesia memerlukan perhatian ekstra. Data menunjukkan bahwa terdapat puluhan gunung berapi yang saat ini berada di atas status normal (Waspada, Siaga, bahkan Awas), seperti Gunung Semeru, Merapi, atau Lewotobi Laki-laki. Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem mitigasi bencana, edukasi masyarakat tentang ancaman vulkanik, dan pentingnya mematuhi jalur evakuasi.

Pelestarian Adalah Tanggung Jawab Bersama

Tantangan yang dihadapi gunung-gunung di Indonesia sangat besar, mulai dari deforestasi akibat alih fungsi lahan ilegal, pencemaran lingkungan oleh sampah pendaki dan wisata yang tidak berkelanjutan, hingga dampak perubahan iklim yang menyebabkan peningkatan intensitas bencana hidrometeorologi.

Hari Gunung Internasional adalah pengingat bahwa pelestarian gunung bukan hanya tugas pemerintah atau aktivis lingkungan, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga negara. Setiap individu dapat berkontribusi, mulai dari praktik wisata yang ramah lingkungan, mendukung produk-produk dari masyarakat adat pegunungan, hingga menyebarkan edukasi tentang konservasi.

Dengan menghormati dan menjaga gunung, kita tidak hanya melestarikan keindahan alamnya, tetapi juga menjamin ketersediaan air, keberlangsungan keanekaragaman hayati, dan keselamatan hidup bagi generasi mendatang di Indonesia.

Related posts