Peluncuran Peta Jalan WEF Nexus Indonesia
Kementerian PPN/Bappenas, United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, dan UK Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO) meluncurkan Peta Jalan Water, Energy, Food (WEF) Nexus Indonesia di Kantor Bappenas, Rabu 10 Desember 2026.
WEF Nexus adalah pendekatan yang digunakan untuk memahami serta mengelola sumber daya secara terpadu agar dapat meningkatkan sinergi pemanfaatan air, energi, dan pangan secara berkelanjutan. Peta Jalan ini menjadi sebuah cetak biru strategis untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air, energi, dan pangan yang terpadu dan berkelanjutan di Indonesia.
Peta Jalan ini juga menyediakan kerangka pengambilan keputusan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya air-energi dan pangan yang terpadu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan iklim, serta memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals.
Dalam sambutannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa WEF Nexus sangat penting bagi kehidupan manusia, dan keterkaitan di antara ketiganya sebenarnya bukanlah hal yang baru. Ia menjelaskan bahwa:
“Sepanjang sejarah, kemampuan mengelola air, energi, dan pangan telah menentukan kebangkitan dan kejatuhan peradaban. Kita diingatkan bahwa dengan industrialisasi dan peningkatan penduduk yang telah menciptakan tekanan terhadap sumber daya kita yang terbatas, kita perlu bertransformasi dengan mengubah pengelolaan air-energi-pangan yang silo-silo menjadi tata kelola yang terintegrasi.”
Asta Cita 2 dalam RPJMN 2025–2029 menegaskan bahwa swasembada pangan, energi, dan air merupakan pilar penting kemandirian nasional. Peluncuran Peta Jalan WEF Nexus Indonesia diharapkan memperkuat komitmen serta implementasi lintas pemangku kepentingan.
Minister-Counsellor (Pembangunan) UK FCDO Peter Rajadiston juga menyambut peluncuran Peta Jolan WEF Nexus. Ia menjelaskan bahwa:
“Peluncuran Peta Jalan WEF Nexus bukan sekadar pencapaian teknis tetapi juga menandakan komitmen Indonesia untuk menempatkan pemikiran sistem di pusat perencanaan nasional. Dengan mengintegrasikan sistem air, energi, dan pangan dengan tujuan iklim, Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan dan pertumbuhan dapat berjalan beriringan.”
Pendapat yang sama dan memperkuat juga disampaikan Perwakilan Tetap UNDP di Indonesia Sara Ferrer Olivella. Ia menjelaskan bahwa:
“Sektor-sektor air-energi-pangan saling berkaitan erat, dan kita harus memastikan bahwa kemajuan di satu bidang tidak mengorbankan bidang lainnya. Peta Jalan WEF Nexus secara langsung menanggapi hal ini dengan menawarkan kerangka kerja holistik untuk meminimalkan konflik, memaksimalkan sinergi, memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, serta memastikan tidak ada seorang pun tertinggal dalam upaya menuju swasembada dan net-zero pada tahun 2060.”
Lebih dari sekadar dokumen perencanaan, Peta Jalan ini menjadi panduan operasional yang nyata bagi instansi pemerintah, komunitas lokal, dan mitra pembangunan untuk secara kolaboratif membangun sistem yang tangguh serta rendah karbon di seluruh negeri. Hasil pelaksanaannya diharapkan dapat memperkuat langkah bersama menuju pencapaian Indonesia Emas 2045.
Tujuan dan Manfaat Peta Jalan WEF Nexus
Peta Jalan WEF Nexus memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:
- Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya air, energi, dan pangan
- Memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim
- Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan
- Menjamin akses layanan dasar bagi seluruh rakyat Indonesia
Manfaat dari peta jalan ini antara lain:
- Mengurangi konflik antar sektor
- Meningkatkan koordinasi antar lembaga dan pemangku kepentingan
- Membantu pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih efektif
- Memberikan pedoman bagi masyarakat dan organisasi non-pemerintah dalam membangun sistem yang berkelanjutan
Kolaborasi Lintas Sektor
Pengembangan Peta Jalan WEF Nexus melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga internasional, dan sektor swasta. Kerja sama ini sangat penting karena masalah sumber daya air, energi, dan pangan tidak bisa diatasi oleh satu pihak saja. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan akan tercipta solusi yang lebih inovatif dan berkelanjutan.


