Bulan lalu, Wakil Ketua Umum PP PBSI, Taufik Hidayat, memberikan penjelasan mengenai alasan Jonatan Christie mundur dari skuad bulu tangkis Indonesia yang akan berlaga di SEA Games 2025 Thailand. Menurut Taufik, Jonatan memilih untuk fokus pada persiapan dirinya tampil di BWF World Tour Finals 2025 yang akan digelar di Hangzhou, Tiongkok, pada 17-21 Desember 2025.
“Jonatan awalnya masuk dalam daftar peserta SEA Games 2025, tetapi ia memilih untuk tampil di World Tour Finals. Ya sudah mau bagaimana lagi,” ujar Taufik saat berbicara di Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Taufik menegaskan bahwa PBSI sepenuhnya menghormati keputusan Jonatan. Ia menilai bahwa ini adalah sikap seorang atlet profesional yang bertanding tanpa membawa bendera federasi.
Sebelumnya, PBSI telah mengumumkan susunan atlet bulu tangkis yang akan berlaga di SEA Games 2025. Tim tersebut terdiri dari para atlet muda seperti Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, dan pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Target awalnya hanya sebatas membawa pulang satu medali emas.
Namun, Kemenpora merevisi target medali emas bulu tangkis menjadi dua pada SEA Games tahun ini. Hal ini menjadi dasar bagi PBSI untuk melakukan revisi komposisi tim.
Revisi Susunan Atlet Bulu Tangkis SEA Games 2025
Untuk menjaga peluang meraih medali emas, PBSI memasukkan Gregoria Mariska Tunjung serta pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani ke dalam skuad. Mereka menggantikan posisi Thalita Ramadhani Wiryawan dan Raymond/Joaquin.
Taufik menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan guna memastikan Indonesia memiliki peluang besar meraih medali emas setelah melihat komposisi atlet negara-negara pesaing yang menurunkan pemain terbaiknya.
“Target ini sangat wajar. Apalagi, melihat pencapaian sebelumnya di mana Indonesia menjadi juara umum cabor bulu tangkis dengan meraih 5 emas, 3 perak, dan 3 perunggu,” kata Taufik.
Menurutnya, rencana jangka panjang PBSI mencakup longlist dan shortlist atlet. Oleh karena itu, target pemerintah untuk PBSI sangat wajar.
“Jika bisa lebih dari dua, tentu saja Alhamdulillah. Dan kita juga tahu bahwa Thailand, sebagai tuan rumah, akan mengirimkan full team,” tambahnya.
Perspektif Taufik Mengenai Perubahan Tim
Taufik meminta agar perubahan ini tidak dijadikan polemik. Ia meyakini bahwa Indonesia telah mengirimkan atlet terbaiknya untuk bersaing di SEA Games.
“Pokoknya, tim ini adalah yang terbaik meskipun campuran antara atlet muda dan senior,” ujarnya.
Dengan adanya perubahan susunan tim, PBSI berharap dapat memenuhi target yang ditetapkan oleh Kemenpora. Meski ada perubahan, kesiapan dan kemampuan atlet tetap menjadi prioritas utama.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.


