Pengalaman Kapolda Aceh Menembus Wilayah Tamiang yang Terisolasi
Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, berbagi pengalamannya dalam menembus Kabupaten Tamiang yang terisolasi akibat banjir dan longsoran. Kabupaten ini menjadi satu-satunya daerah di Aceh yang pemerintahannya lumpuh karena dampak bencana alam tersebut. Akses masuk ke wilayah ini masih tertutup oleh lumpur dan longsoran yang menghalangi perjalanan.
Menurut Marzuki, untuk masuk ke wilayah Tamiang masih sangat sulit. Dari Medan pun belum bisa tembus karena ada air dengan ketinggian sekitar 1 meter dan longsoran di jalan. Ia menyampaikan hal ini melalui akun Instagram resmi Polda Aceh pada Rabu (3/12).
Meskipun begitu, Marzuki tetap berusaha untuk menembus Tamiang. Akhirnya, mereka berhasil masuk ke wilayah tersebut dengan cara mendorong mobil-mobil yang terparkir di tengah jalan. Ia menjelaskan bahwa sepanjang jalan, banyak mobil yang bergelimpangan, termasuk di pom bensin.
“Kami bisa tembus kemarin, dengan dorong beberapa mobil, karena sepanjang jalan mobil bergelimpangan, di pom bensin mobil bergelimpangan,” ucapnya.
Saat tiba di pusat pemerintahan Tamiang, Marzuki melihat bahwa pemerintahan di sana sudah lumpuh total. Kantor-kantor pemerintahan tertutup lumpur, dan tidak ada alat-alat penunjang yang dapat digunakan untuk beroperasi.
“Saat masuk Tamiang, karena kantor tenggelam, Polres tenggelam, kantor pemerintahan lain juga tenggelam, sehingga praktis tidak ada kendaraan maupun alat komunikasi yang bekerja,” kata Marzuki.
Marzuki dan tim membawa sejumlah peralatan pendukung untuk membantu operasi di wilayah tersebut. Salah satunya adalah genset, yang memungkinkan mereka memberi informasi tentang daerah yang terpapar paling parah. Dengan adanya peralatan ini, bantuan bisa disalurkan lewat udara dan laut.
“Kita bawa genset, memberi informasi daerah terpapar terparah, sehingga makanan bisa kita drop dua versi, dari laut dan udara. Makanan kita drop lewat udara, dan lewat laut kita drop lewat Salahaji dan TPI-nya di bagian utaranya,” tutup Marzuki.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.


