Sejarah dan Rasa Gerem Asem, Masakan Tradisional Khas Banten
Gerem Asem adalah salah satu masakan tradisional khas Serang, Banten yang memiliki cita rasa khas dengan dominasi rasa asam dan pedas. Hidangan ini terdiri dari daging ayam kampung atau bebek yang dimasak menggunakan bumbu yang kaya akan rasa, seperti cabai, bawang, sereh, daun salam, serta air asam jawa. Hasilnya adalah rasa segar dan gurih yang sangat khas dan sering disajikan bersama nasi panas.
Masakan ini memiliki sejarah panjang yang berawal dari zaman kesultanan Banten. Dulu, Gerem Asem menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir utara Banten dan sudah lama dianggap sebagai warisan budaya tak benda. Bahan-bahan utama yang mudah diperoleh dan proses pemasakan yang cepat membuat Gerem Asem dikenal sebagai masakan cepat saji pada zamannya.
Menurut beberapa pendapat, nama “Gerem Asem” berasal dari kata “garam” dan “asam”, yaitu dua bahan utama yang digunakan dalam pembuatannya. Bahan utama untuk Gerem Asem bisa berupa berbagai jenis daging, seperti sapi, kerbau, kambing, bebek, atau ayam. Namun, seiring perkembangan waktu, Gerem Asem hanya dibuat dengan dua bahan utama, yakah ayam dan bebek. Hal ini karena kedua bahan tersebut dinilai lebih murah dan mudah diolah.
Rasa dominan dari Gerem Asem adalah asam dan gurih, dengan sedikit sentuhan pedas, manis, dan asin yang menggoyang lidah. Ketika disantap dengan nasi putih hangat, rasa kuah kaldu dari daging yang kuat akan memberikan pengalaman makan yang memuaskan. Rempah-rempah yang digunakan dalam kuahnya benar-benar terasa, menjadikannya hidangan yang sangat lezat.
Di luar Provinsi Banten, ada kuliner yang mirip dengan Gerem Asem, yaitu Garang Asem. Meskipun memiliki kesamaan dalam nama, rasa dan proses pemasakannya agak berbeda dari Gerem Asem.
Gerem Asem banyak ditemukan di wilayah utara Banten, mulai dari Tanara, Pontang, hingga Bojonegara dan Cilegon. Bahan utama yang sering digunakan adalah daging ayam atau bebek. Bumbu utama yang digunakan meliputi asam jawa, bawang merah, bawang putih, cabai, dan garam. Proses pemasakannya hanya menggunakan teknik perebusan.
Meskipun saat ini bumbu dan proses pemasakan sudah bervariasi, rasa utama dari Gerem Asem tetap terjaga. Selain sebagai masakan khas kerajaan, Gerem Asem juga mulai disajikan dalam acara-acara keluarga.
Biasanya, warga Serang menyajikan Gerem Asem saat acara pernikahan, khitanan, atau acara yang melibatkan seluruh anggota keluarga seperti hari raya atau lebaran. Hal ini menunjukkan bahwa Gerem Asem tidak hanya sekadar masakan, tetapi juga bagian dari tradisi dan kebersamaan.
Bahan dan Teknik Memasak Gerem Asem
- Bahan utama:
- Daging ayam atau bebek
- Asam jawa
- Bawang merah dan putih
- Cabai
-
Garam
-
Teknik pemasakan:
- Hanya menggunakan teknik perebusan
- Bumbu diatur agar menghasilkan rasa asam, pedas, dan gurih yang seimbang
Variasi dan Perkembangan
- Saat ini, bumbu dan cara memasak Gerem Asem sudah bervariasi, tetapi rasa utamanya tetap terjaga.
- Meski ada variasi, Gerem Asem tetap dianggap sebagai masakan tradisional yang khas dan tidak tergantikan.







