Petani di Desa Kedungpit Menghadapi Serangan Hama Tikus yang Berkepanjangan
Di Desa Kedungpit, Kecamatan/Kabupaten Sragen, para petani mengeluhkan serangan hama tikus yang terus-menerus menyerang tanaman padi mereka. Masalah ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan menyebabkan kerugian besar bagi para petani.
Di salah satu sawah milik warga setempat, batang tanaman padi yang baru saja ditanam terlihat terpotong akibat serangan hama tikus. Batang-batang tersebut berserakan di antara tanaman lainnya. Bahkan, beberapa batang yang telah lama terpotong mulai menguning, menandakan bahwa tanaman tersebut tidak lagi bisa tumbuh optimal.
Mustofa (50), salah satu petani di desa tersebut, menjelaskan bahwa hama tikus telah menyerang sawah di Desa Kedungpit selama bertahun-tahun. Ia mengatakan, “Ada hama tikus sudah hampir 5 tahunan, tidak ingat saya pastinya, tapi sudah lama.” Menurut Mustofa, tikus biasanya menyerang tanaman padi yang masih muda maupun yang hampir berbuah.
Metode Pengendalian Tikus yang Pernah Digunakan
Dulu, para petani mencoba berbagai metode untuk mengendalikan populasi tikus. Salah satunya adalah dengan menggunakan jebakan listrik. Namun, metode ini sempat dihentikan karena banyak memakan korban jiwa. Sebagian petani khawatir akan risiko yang terjadi jika terus menggunakan alat tersebut.
Mustofa memiliki cara sendiri untuk melindungi tanamannya dari serangan tikus. Ia menggenangi sawah setiap sore setelah sholat ashar. “Ini saya punya akal sendiri, habis ashar, alhamdulillah di sini ada air dan ada sumur, jadi tiap habis ashar, sawah saya genangi dengan air. Hasilnya agak beda, kalau tidak digenangi dengan air, tikus pasti nyerang,” jelasnya.
Mencoba Metode Baru untuk Mengurangi Populasi Tikus
Selain menggenangi sawah, Mustofa juga mulai mencoba membuat umpan tikus yang terdiri dari campuran beras, obat, dan sekam. Umpan tersebut ia sebar di pematang sawah atau di dekat lubang tikus.
“Baru sekali mencoba, mudah-mudahan nanti bisa berkurang, syukur-syukur bisa hilang sama sekali tikusnya,” ujarnya dengan harapan agar metode ini efektif dalam mengurangi jumlah tikus di area pertanian.
Tantangan dan Harapan Petani
Serangan hama tikus menjadi tantangan besar bagi para petani di Desa Kedungpit. Banyak dari mereka merasa kesulitan dalam mengatasi masalah ini karena populasi tikus terus meningkat dan sulit dikendalikan. Meskipun telah mencoba berbagai metode, seperti penggunaan umpan dan penggenangan sawah, para petani tetap merasa perlu adanya solusi yang lebih efektif dan aman.
Harapan besar mereka adalah dapat menemukan cara yang tidak hanya efektif, tetapi juga ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia serta hewan ternak. Dengan demikian, keberlanjutan pertanian di daerah ini dapat terjaga, dan hasil panen dapat meningkat.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.


