Pandawara Grup Ajak Rakyat Beli Hutan, Anak Menkeu Kritik Soal Pungli dan SDM

Pandawara Grup Ajak Rakyat Beli Hutan, Anak Menkeu Kritik Soal Pungli dan SDM

Inisiatif Pandawara Group untuk Membeli Hutan Indonesia

Pandawara Group, sebuah kelompok pecinta lingkungan, kini mengajak masyarakat Indonesia untuk patungan membeli hutan. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah agar hutan-hutan di Indonesia tidak dialihfungsikan dan tetap terjaga kelestariannya. Ide ini muncul sebagai respons atas berbagai bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini, seperti banjir bandang di Sumatra, yang disebut-sebut dipicu oleh pembalakan liar.

Inisiatif ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk para influencer dan artis. Beberapa di antaranya menyatakan dukungan mereka, bahkan ada yang siap berdonasi untuk mendukung rencana tersebut. Pandawara Group juga mengunggah tulisan di media sosial mereka dengan pesan bahwa masyarakat Indonesia bisa bersatu untuk membeli hutan agar tidak beralih fungsi.

Namun, tidak semua orang merespons positif ide ini. Salah satu pihak yang memberikan kritik adalah Yudo, anak Menkeu Purbaya. Ia menilai bahwa pengelolaan hutan oleh masyarakat bisa berpotensi menimbulkan masalah baru, seperti pungutan liar (pungli), praktik suap, dan perburuan satwa langka. Yudo mengingatkan bahwa SDM di Indonesia belum sepenuhnya siap untuk mengelola hutan secara mandiri.

“Kalau begini akan jauh lebih chaos lagi. Dikelola pemerintah aja parah. Apalagi dikelola masyarakat?” tulis Yudo dalam unggahannya.

Selain itu, Pandawara Group juga menjelaskan aturan-aturan yang berlaku dalam pengelolaan hutan di Indonesia. Misalnya, aturan tentang batas luas maksimum lahan untuk perusahaan sawit, serta izin yang diperlukan untuk usaha perkebunan. Mereka mempertanyakan apakah alih fungsi hutan saat ini sudah sesuai dengan aturan yang ada.

Rencana Penggalangan Dana yang Serius

Dalam unggahan di akun Instagram resmi mereka, @pandawaragroup, pada Senin (8/12/2025), salah satu anggota Pandawara, Gilang Rahma, menyampaikan pengumuman penting. Ia menjelaskan bahwa Pandawara akan menyiapkan rencana penggalangan dana bersama untuk membeli kawasan hutan di Indonesia.

“Bersatu berdonasi untuk membeli hutan agar tidak dialih fungsikan.”

“Sampai ketemu di 2026, semoga rencana ini bisa terrealisasikan.”

“Proses wakaf hutan bisa kita lakukan bersama untuk mencegah deforestasi berlebih, agar keseimbangan ekosistem hutan tetap terjaga,” kata Gilang.

Ia menambahkan bahwa masyarakat luas akan dilibatkan dalam rencana besar ini, mengingat antusiasme yang sangat besar terhadap ide patungan pembelian hutan demi mencegah kerusakan lingkungan.

“Namun, kami sangat menyadari bahwa ini adalah langkah besar yang akan melibatkan banyak masyarakat Indonesia di dalam.”

“Maka dari itu, kami akan mempersiapkan rencana ini dengan sangat matang.”

“Kami pun akan melibatkan dan mengajak banyak pihak untuk bisa merealisasikan rencana ini. Seperti para senior kami di dunia aktivis lingkungan, ataupun para toko-toko yang mengerti tentang pengelolaan dan kelestarian hutan,” jelasnya.

Harapan untuk Kedaulatan Rakyat

Pandawara memahami bahwa ide membeli hutan dipenuhi akan bayangan proses yang sulit, maka Gilang meminta masyarakat untuk terus mendukung dan mendokan yang terbaik.

“Maka dari itu, kami mohon doanya agar apa yang kita impikan untuk kebaikan dan kesejahteraan bangsa bisa terwujud dengan proses yang baik dan benar.”

“Dan juga, kami ingin ucapkan terima kasih untuk semua teman-teman yang telah merespon dan menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan yang ada di Indonesia.”

“And last but not least, sejatinya kedaulatan rakyat adalah hal yang paling utama. Terima kasih,” tutupnya.

Related posts