Pembangunan Bendungan Boven Digoel Kembali Diumumkan

Pembangunan Bendungan Boven Digoel Kembali Diumumkan

Potensi Listrik 300 MW di Kabupaten Boven Digoel

MERAUKE – Setelah sempat tertunda akibat penolakan sebagian masyarakat pemilik hak ulayat beberapa waktu lalu, pemerintah kembali mengusulkan kelanjutan pembangunan bendungan di Kabupaten Boven Digoel. Proyek ini menjadi fokus utama untuk meningkatkan akses energi listrik dan memperkuat infrastruktur di wilayah tersebut.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke, Nonce Saman, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat sambil mengajukan usulan ke Direktorat Bendungan melalui Dirjen Sumber Daya Air. Tujuannya adalah agar Papua, khususnya bendungan yang ada di Papua Selatan, mendapatkan perhatian serius untuk dibangun.

“Sebagai Kepala BWS Papua Merauke dan juga sebagai anak asli Papua, saya memiliki harapan besar. Papua Selatan jauh dan sangat sulit dalam menyediakan energi. Kelangkaan BBM menjadi masalah ketika kita membicarakan pembangunan,” ujar Nonce Saman baru-baru ini.

Ia menambahkan bahwa saat ini pasokan listrik masih bergantung pada bahan bakar minyak (BBM). Namun, ia melihat potensi besar dari bendungan yang bisa memberikan berbagai manfaat, seperti air baku, irigasi, dan terutama pembangkit listrik.

“Selain itu, bendungan ini juga bisa menjadi sumber pendapatan. Harapan saya, mari semua orang asli Papua dan non asli Papua yang tinggal di Papua Selatan bersama-sama berdoa agar rencana pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Dari segi perencanaan, Nonce Saman menyatakan bahwa proyek ini hanya membutuhkan satu langkah lagi. Namun, terdapat sedikit kendala dalam hal sosialisasi yang dilakukan oleh pihaknya selaku pelaksana. Ia mengakui bahwa pendekatan yang kurang optimal kepada masyarakat mungkin menjadi penyebab penolakan yang terjadi sebelumnya.

Tantangan dan Peluang

Beberapa tantangan yang dihadapi dalam pembangunan bendungan ini antara lain:

  • Kurangnya kesadaran masyarakat tentang manfaat bendungan
  • Keterbatasan komunikasi dan koordinasi antara pihak pemerintah dan masyarakat setempat
  • Ketergantungan pada BBM yang menyebabkan biaya operasional tinggi

Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat banyak peluang yang bisa dimanfaatkan, seperti:

  • Peningkatan akses listrik yang lebih stabil dan murah
  • Pengembangan sektor pertanian melalui irigasi yang lebih efisien
  • Peningkatan ekonomi lokal melalui pengadaan tenaga kerja dan peluang bisnis

Langkah yang Diperlukan

Untuk memastikan keberhasilan proyek ini, diperlukan beberapa langkah penting:

  • Penguatan komunikasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan
  • Penyuluhan dan edukasi tentang manfaat bendungan secara berkala
  • Kerjasama yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga teknis, dan masyarakat setempat

Dengan adanya bendungan yang akan dibangun, diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Papua Selatan. Selain itu, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan dan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Related posts