Penghargaan Ristek Kalbe Science Awards 2025 Diumumkan
Kalbe secara resmi mengumumkan para pemenang Ristek Kalbe Science Awards (RKSA) 2025. Ajang penghargaan ini bertujuan untuk mendorong inovasi riset di bidang kesehatan dan teknologi. Tahun ini, Kalbe bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam kemitraan yang selaras dengan program “Diktisaintek Berdampak”.
Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mentransformasi sains dan teknologi sebagai penggerak utama perubahan sosial dan ekonomi bangsa. Harapannya, inovasi-inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Proses Penjurian yang Holistik
Ketua Dewan Juri RKSA 2025, Prof. Dr. Amin Soebandrio, Ph.D., Sp.MK., menegaskan bahwa kualitas riset harus sesuai dengan misi kemandirian di bidang kesehatan guna memperkuat ketahanan nasional. Ia menjelaskan bahwa potensi keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh ide atau temuan ilmiahnya, tetapi juga oleh kesiapan aplikasinya serta pemahaman terhadap perspektif regulasi.
Oleh karena itu, proses penjurian RKSA dirancang secara holistik dengan melibatkan akademisi, pemerintah, dan industri. Selain itu, perkembangan riset para pemenang akan dipantau secara berkala. Untuk mempercepat aplikasinya, RKSA menerapkan model kolaborasi pentahelix. Model ini bertujuan untuk menghubungkan akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media agar hasil penelitian dapat dikomersialisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Potensi kesuksesan inovasi dipengaruhi oleh pengaplikasiannya dan pemahaman perspektif regulasi,” jelasnya pada Rabu (3/12/2025).
Pemenang RKSA 2025
RKSA 2025 menyoroti delapan bidang penelitian strategis, mulai dari Pharma & Biopharma, Allogeneic Cell Therapy, e-Health, Medical Devices, Diagnostics, hingga Health, Food & Beverages, serta Natural Products. Semua kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan kesehatan masa depan.
Tahun ini, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) menjadi dorongan utama, terlihat dari topik riset para penerima dana RKSA 2025.
Achmad Himawan dari Universitas Hasanuddin mengembangkan sistem diagnosis dermatitis atopik berbasis AI melalui pengenalan foto dan biomarker transdermal. Dari Swiss German University, Aulia Arif Iskandar merancang perangkat EKG portabel 5-lead bertenaga AI untuk skrining kardiovaskular secara real-time.
Sementara itu, Dr. Widiastuti Setyaningsih dari Universitas Gadjah Mada mengintegrasikan kalibrasi AI-NIR dalam hilirisasi tablet effervescent kombucha rosella sebagai minuman fungsional antidiabetik.
“Melalui RKSA, Kalbe mendukung perkembangan dunia penelitian, khususnya di bidang kesehatan dan berharap proses hilirisasi ini dapat menghasilkan produk serta jasa yang mampu menyehatkan bangsa Indonesia,” pungkas Irawati Setiady, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk.
Dukungan Pendanaan dan Kolaborasi
Dengan dukungan pendanaan, pemanfaatan AI, serta pendampingan berkelanjutan, para peneliti diharapkan mampu membawa temuan mereka hingga tahap hilirisasi. Inisiatif ini menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan solusi kesehatan yang lebih efektif, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Fakta Menarik tentang Antartika
Antartika adalah gurun kutub terbesar di dunia yang sangat kering. Wilayah ini memiliki berbagai spesies hewan unik yang hidup di samudra Antartika. Beberapa contohnya adalah penguin kaisar dan paus minke. Wilayah ini juga menawarkan banyak fakta menarik yang bisa dijelajahi.


