TOKYO, BOGORMEDIA
Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi memberikan pidato yang menarik perhatian dalam forum ekonomi FII Priority Asia di Tokyo, Senin (1/12/2025). Dalam kesempatan ini, ia mengajak investor Arab Saudi untuk lebih aktif berinvestasi di Jepang.
Dalam konferensi dua hari yang digelar di Tokyo, Takaichi menekankan pentingnya kerja sama ekonomi antara Jepang dan Arab Saudi. Ia menutup pidatonya dengan cara yang tidak biasa, menggunakan kalimat terkenal dari serial manga Jepang Attack on Titan.
“Hari ini, saya ingin meminjam kalimat terkenal dari Attack on Titan untuk menutup pidato saya: ‘Tutup mulut kalian, dan investasikan semuanya kesaya!!’,” ujarnya, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Pernyataan itu bukan bermaksud kasar, tetapi merujuk pada kalimat populer dari karakter dalam serial manga Jepang yang juga dikenal luas di Arab Saudi. Takaichi menyampaikan bahwa ia memahami betapa populer manga dan anime Jepang di negara tersebut.
“Ia menyebutkan judul-judul seperti Captain Tsubasa, One Piece, dan Demon Slayer yang sering muncul di benak orang-orang Arab Saudi,” katanya.
Tujuan dari pidato ini adalah untuk menarik lebih banyak investasi asing guna mendorong pertumbuhan ekonomi Jepang yang saat ini mengalami kontraksi pada kuartal ketiga 2025. Takaichi, yang baru saja menjabat sebagai PM sejak Oktober 2025, menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut di Jepang.
FII Priority Asia 2025 merupakan bagian dari inisiatif tahunan Future Investment Initiative (FII) yang digelar oleh Arab Saudi. Forum ini bertujuan untuk mempertemukan para pemimpin bisnis dan pejabat pemerintah dari berbagai negara.
Beberapa tokoh penting hadir dalam forum tersebut, termasuk pendiri SoftBank Group, Masayoshi Son. Dalam sesi terpisah, Son mengungkapkan penyesalannya atas keputusan menjual saham perusahaannya di Nvidia, raksasa chip asal Amerika Serikat.
“Saya tidak ingin menjual satu saham pun. Saya hanya membutuhkan lebih banyak uang untuk berinvestasi di OpenAI dan proyek-proyek lainnya,” kata Son. “Saya menangis ketika harus menjual saham Nvidia,” tambahnya.
Selain itu, ada beberapa isu menarik lainnya yang dibahas dalam forum ini. Salah satunya adalah pengembangan teknologi canggih yang sedang dikembangkan oleh Jepang. Misalnya, Jepang mulai menjual mesin cuci manusia dengan harga mencapai Rp 6,4 miliar. Mesin ini dirancang untuk membersihkan tubuh manusia dalam waktu singkat tanpa perlu membilas.
Cara kerjanya sangat unik. Pengguna hanya perlu mandi rebahan selama 15 menit, dan mesin akan melakukan semua proses pembersihan. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi efisien bagi masyarakat yang sibuk dan ingin hemat waktu.
Forum ini juga menjadi wadah untuk diskusi tentang masa depan investasi global, khususnya di Asia. Para peserta saling berbagi pandangan tentang strategi investasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara-negara peserta.
Selain itu, banyak peluang bisnis baru yang dibuka dalam acara ini. Banyak perusahaan teknologi dan startup yang berpartisipasi, memberikan wawasan tentang inovasi terkini yang bisa diadopsi oleh investor.
Secara keseluruhan, FII Priority Asia 2025 menjadi ajang penting untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Jepang dan negara-negara lain, khususnya Arab Saudi. Dengan adanya kolaborasi yang lebih kuat, diharapkan akan tercipta pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







