Pemulihan Sawah Terdampak Banjir Dimulai Tahun Depan
Pemulihan lahan pertanian yang terkena dampak banjir di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) akan dimulai pada Januari 2026. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman setelah melakukan tinjauan langsung ke lokasi yang terdampak dan berdialog dengan para petani.
Menurut data terbaru, sekitar 11 ribu hektare sawah mengalami kerusakan berat. Seluruh lahan yang rusak total telah terdata dan menjadi tanggung jawab pemerintah untuk dicetak ulang. Amran menjelaskan bahwa langkah-langkah pemulihan ini dilakukan agar para petani dapat kembali menjalankan siklus tanam utama secara optimal.
Foto udara sawah terendam banjir di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. – (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Amran menegaskan bahwa kerusakan terparah terjadi di Sumatera Utara. Berdasarkan temuan lapangan, sekitar 4,4 ribu hektare sawah terdampak. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah akan menyalurkan benih baru bagi lahan yang rusak total dan mempercepat penyediaan alat serta mesin pertanian untuk mendukung masa tanam berikutnya.
Proses pemulihan akan dilakukan secara bertahap melalui pencetakan ulang sawah yang rusak total. Pejabat Kementan akan mengawasi setiap tahapan pemulihan, termasuk validasi data dan percepatan pengerjaan agar tidak muncul hambatan teknis di daerah.
Selain itu, fokus kementerian juga mencakup lahan yang tergenang tetapi masih dapat dipulihkan. Sawah yang tidak mengalami kerusakan struktural akan langsung masuk proses penyiapan tanam setelah kondisi tanah stabil. Upaya ini dinilai penting untuk menekan potensi penurunan produksi beras di tiga provinsi tersebut.
“Target kami jelas pada Januari 2026. Petani harus kembali masuk siklus tanam utama, dan itu hanya bisa tercapai kalau proses perbaikan lapangan berjalan cepat dan terarah. Kami ingin pemulihan ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga mengembalikan pendapatan petani secara bertahap,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Penetapan jadwal tanam pada Januari 2026 menjadi komitmen pemerintah mempercepat pemulihan dan menjaga stabilitas pangan. Pemerintah menargetkan seluruh tahapan di lapangan berjalan sesuai rencana sehingga produksi beras dapat pulih dan ketahanan pangan tetap terjaga.
Langkah-Langkah Pemulihan yang Dilakukan
- Pengumpulan Data: Seluruh lahan yang rusak total telah terdata dan menjadi tanggung jawab pemerintah untuk dicetak ulang.
- Penyaluran Benih Baru: Pemerintah akan menyalurkan benih baru bagi lahan yang rusak total.
- Percepatan Alat Pertanian: Penyediaan alat dan mesin pertanian dipercepat untuk mendukung masa tanam berikutnya.
- Pemantauan Proses: Pejabat Kementan mengawasi setiap tahapan pemulihan, termasuk validasi data dan percepatan pengerjaan.
- Pemulihan Lahan Tergenang: Lahan yang tergenang tetapi masih dapat dipulihkan akan segera diproses setelah kondisi tanah stabil.
Tujuan Pemulihan
- Mengembalikan Siklus Tanam: Memastikan petani kembali masuk siklus tanam utama.
- Meningkatkan Produksi Beras: Menekan potensi penurunan produksi beras di tiga provinsi.
- Menjaga Ketahanan Pangan: Memastikan stabilitas pangan tetap terjaga.
- Meningkatkan Pendapatan Petani: Mengembalikan pendapatan petani secara bertahap melalui proses pemulihan yang efektif.
Dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir dan memastikan kesejahteraan para petani tetap terjaga.







