Pertamina Memasuki Usia ke-68 Tahun, Momentum untuk Terus Berkembang
Tanggal 10 Desember 2025 menjadi momen penting bagi Pertamina. Di hari itu, perusahaan pelat merah yang telah berdiri sejak tahun 1957 ini memasuki usia ke-68 tahun. Seiring dengan bertambahnya usia, Pertamina juga dihadapkan pada tantangan baru dalam menjalankan perannya sebagai salah satu BUMN strategis di Indonesia.
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, menilai bahwa peringatan HUT ke-68 Pertamina menjadi kesempatan emas bagi perusahaan untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat kredibilitasnya di mata masyarakat. Ia menekankan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan dengan baik agar kualitas dan kinerja Pertamina dapat terus meningkat.
“HUT ke-68 Pertamina harus dimaknai sebagai momen untuk meningkatkan kualitas dan kinerja agar menjadi lebih baik lagi,” ujar Emrus.
Dalam pandangan Emrus, Pertamina saat ini telah menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam pengelolaan bahan bakar minyak (BBM). Namun, ia menilai bahwa upaya pembenahan internal masih perlu dilakukan secara terus-menerus agar kepercayaan publik tetap terjaga dan bahkan semakin kuat.
Peran Penting Pertamina dalam Pengelolaan Energi Nasional
Emrus menyoroti pentingnya pemberantasan mafia migas yang dinilai masih menjadi tantangan serius dalam tata kelola sektor energi nasional. Ia menyatakan bahwa Pertamina harus terus dibersihkan agar pengelolaan BBM oleh perusahaan dapat berjalan lancar tanpa adanya campur tangan kepentingan tertentu.
“Pertamina harus terus dibersihkan agar pengelolaan BBM oleh Pertamina dapat berjalan lancar, tanpa kepentingan mafia migas,” paparnya.
Sebagai BUMN strategis, Pertamina memiliki posisi yang sangat penting dalam pengelolaan energi nasional. Hal ini membuat perusahaan menjadi tumpuan harapan publik dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Oleh karena itu, kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui transparansi, profesionalisme, dan konsistensi dalam kinerja. Emrus menegaskan bahwa Pertamina harus menjadi perusahaan pengelola minyak dan gas yang menjadi harapan dan kepercayaan masyarakat Indonesia.
Kepercayaan Publik yang Selalu Tinggi
Lebih lanjut, Emrus mengatakan bahwa perhatian publik terhadap Pertamina akan selalu tinggi karena perannya yang vital dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Konsistensi dalam perbaikan kualitas layanan dan kinerja menjadi kunci utama dalam menjaga reputasi perusahaan di mata publik.
“Perbaikan kualitas dan kinerja harus dipertahankan, karena peran Pertamina sangat melekat dengan kehidupan masyarakat,” tandas Emrus.
Pertamina diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan terus melakukan inovasi dan peningkatan kualitas, Pertamina dapat menjadi contoh perusahaan BUMN yang sukses dan berkelanjutan.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun telah mencapai usia yang cukup tua, Pertamina masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk persaingan pasar yang semakin ketat dan perubahan regulasi yang terus berkembang. Namun, dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat, Pertamina dapat terus berkontribusi dalam membangun negara.
Dalam rangka memperingati HUT ke-68, Pertamina juga diharapkan dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui program-program sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Hal ini akan membantu memperkuat citra perusahaan dan menjaga kepercayaan publik.
Dengan begitu, Pertamina tidak hanya menjadi perusahaan energi, tetapi juga bagian dari solusi untuk keberlanjutan dan kemajuan bangsa.


