Ikabari Rajawali Medan Kembali Beraksi di Bursa Transfer
Ikabari Rajawali Medan kembali menunjukkan kekuatannya dalam bursa transfer menjelang bergulirnya Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Klub yang berbasis di GOR Unimed ini resmi mendatangkan guard muda berdarah Indonesia–Kamerun, Likemo Victor Deo Putra Conrad. Langkah ini menegaskan ambisi Rajawali untuk menempatkan diri di peta elite basket nasional.
Perekrutan Deo disebut sebagai investasi jangka panjang pada talenta muda dengan potensi besar. Deo, yang akrab disapa sebagai salah satu guard eksplosif generasi baru, telah mengukir reputasi kuat sejak masa sekolah. Kariernya mulai mencuri perhatian saat membela SMA BPK Penabur Cirebon di ajang Development Basketball League (DBL), di mana ia memamerkan kombinasi langka antara kecepatan dribble, ketenangan, dan akurasi tembakan.
Pada DBL 2021 West Java Series, Deo membukukan akurasi 45,9 persen dengan kontribusi komplet: 54 poin, 16 rebound, delapan assist, dan tujuh steal. Penampilan tersebut mengantar Deo terpilih sebagai anggota DBL Indonesia All-Star 2022—sebuah penghargaan yang menandai dirinya sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di Indonesia.
Namun kariernya tidak berhenti di level pelajar. Ia melanjutkan dominasi sebagai guard serbabisa di Liga Mahasiswa bersama Universitas Kristen Maranatha. Di tingkat universitas, Deo menunjukkan kedewasaan permainan yang jarang ditemukan pada pemain seusianya. Dalam salah satu pertandingan paling impresifnya, ia mencetak 39 poin, 14 rebound, 12 assist, dan lima steal, menghasilkan efisiensi 29 yang menjadikannya pilar utama skuad Maranatha.
Catatan seperti itu, menurut beberapa analis, lebih mencerminkan angka pemain profesional daripada mahasiswa. Langkah Rajawali Medan merekrut Deo juga membawa narasi menarik soal hubungan antarklub. Transfer ini telah lama diprediksi karena kedekatan Rajawali dengan GMC Cirebon, klub yang membina Deo sejak awal.
Njoo Lie Fan—salah satu pelatih GMC—pernah menjabat sebagai pelatih kepala Rajawali pada musim 2025, dan koneksi tersebut disebut memperlancar proses kepindahan sang pemain. Kini Deo akan berada di bawah asuhan pelatih Efri Meldi, sosok yang dikenal sebagai pembentuk guard berkualitas di kancah basket nasional.
Banyak nama besar lahir dari sistem pelatihannya—mulai dari Antoni Erga hingga Samuel Devin Susanto—memberi indikasi bahwa Deo berada di tangan yang tepat untuk melompat lebih tinggi dalam karier profesionalnya.
Rajawali berharap kedatangan Deo dapat menambah dinamika serangan dari lini belakang, sekaligus memperkuat kedalaman skuad untuk menghadapi persaingan ketat IBL 2026. Para pengamat melihat bahwa gaya bermain Deo yang agresif dan mobilitas tinggi sangat cocok dengan sistem permainan Rajawali yang menekankan eksekusi cepat dan transisi tajam.
Musim depan, Rajawali menjadi salah satu tim paling aktif dalam bursa transfer—dengan lima pemain baru telah diamankan sejauh ini. Aktivitas agresif ini menunjukkan strategi klub yang ingin melakukan peremajaan sambil mempertahankan kompetisi internal dalam skuad. Sejumlah pemain juga dilepas untuk menyeimbangkan komposisi, sebuah tanda bahwa manajemen berniat membangun tim yang lebih efisien dan fleksibel.
Perekrutan Deo, menurut beberapa analis liga, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan taktis, tetapi juga untuk membangun identitas. Rajawali ingin menjadi destinasi bagi talenta muda terbaik Indonesia, dan kedatangan Deo menjadi simbol komitmen tersebut. Untuk klub yang sedang membangun tradisi baru, pemain seperti Deo—yang mampu mengubah jalannya pertandingan—menjadi investasi masa depan.
Dengan IBL 2026 akan dimulai pada 10 Januari, Rajawali Medan kini berada dalam sorotan: apakah tim ini benar-benar siap menjadi kekuatan besar, atau apakah perjalanan membangun dinasti baru masih memerlukan waktu. Namun satu hal jelas—kehadiran Deo Conrad membuat harapan itu terasa jauh lebih dekat.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.


