Alun-alun Kota Tasikmalaya, Tempat yang Menyimpan Kenangan dan Kehidupan Masyarakat
Alun-alun Kota Tasikmalaya adalah salah satu tempat yang tidak bisa dilewatkan ketika berkunjung ke kota ini. Dikenal dengan sebutan “Alun-alun legend”, tempat ini menjadi ikon utama dari Kota Tasikmalaya. Letaknya yang strategis di pusat kota membuat alun-alun ini menjadi destinasi favorit bagi warga maupun pengunjung.
Selain lokasinya yang dekat dengan Pendopo Lama, Alun-alun juga memiliki Tugu Ikonik yaitu Tugu Mak Eroh dan Abdul Rodjak. Kedua tokoh ini merupakan warga Tasikmalaya yang pernah meraih penghargaan Kalpataru dalam bidang lingkungan dan pelestarian lingkungan. Keberadaan tugu ini menambah nilai historis dan budaya dari alun-alun.
Di sekitar area Alun-alun, terdapat berbagai tempat bermain anak-anak yang sangat ramai. Di luar area alun-alun, para penjaja kuliner khas Tasikmalaya seperti kueh balok, lengko, bakar ulen, mie tek-tek, kupat tahu, dan lain-lainnya menjajakan dagangannya. Pada masa Ramadhan, area alun-alun dipenuhi oleh penjual makanan yang menggunakan roda, tenda, atau mobil. Berbagai jenis makanan khas Ramadhan dijajakan dengan harga yang terjangkau. Bahkan di sudut alun-alun, sering diadakan pentas musik untuk menunggu adzan magrib.
Aktivitas Malam di Alun-alun
Pada malam hari, alun-alun Kota Tasikmalaya mulai ramai dengan aktivitas beragam. Sederet roda-roda dan tenda penjajak makanan khas mulai terlihat mengelilingi area alun-alun. Di dalam alun-alun, banyak orang yang menyewakan mainan anak seperti otoped, tempat mancing anak-anak, dan mandi bola.
Di bangku-bangku beton dan sisi-sisi taman, terlihat sepasang kekasih yang tengah asyik mengobrol. Juga terlihat sepasang keluarga kecil yang sedang menyaksikan anaknya bermain mini bola di taman samping tempat duduknya. Di sudut berbeda, beberapa pedagang asong dengan sopan bergantian menawarkan kopi, rokok, atau makanan kecil kepada para pengunjung yang sedang duduk-duduk santai.
Pengalaman Para Penjaja
Jajat, warga Benda yang berjualan kopi, rokok, dan makanan kecil di bak mobilnya, mengatakan bahwa pada malam minggu, malam libur, dan bulan puasa dagangannya cukup laku. “Ya lumayan bisa buat makan keluarga di rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Eti, warga Lengkong Babakan, mengaku jika saat libur penghasilannya bisa meningkat tiga kali lipat. Namun, disaat sepi, dia mengaku tidak mendapatkan keuntungan yang besar. “Saya sudah lama jualan disini pak, alhamdulillah sih kalau malam minggu bisa dapat banyak, apa lagi kalau ada acara atau saat libur sekolah,” tutur Eti yang menjual minuman segar kemasan sendiri.
Nuansa Nostalgia di Alun-alun
Menghabiskan malam di Alun-alun Kota Tasikmalaya seperti tengah menjelajahi dunia yang penuh dengan berbagai tawaran. Apa lagi, ketika kita melihat dua anak saling kejar-mengejar di atas otoped sewaannya, atau sekelompok anak yang tengah bermain-main di taman. Bahkan ketika melihat keluarga kecil yang tengah menyantap makanan khasnya.
Di sebuah sudut, dibangku beton, sepasang kekasih tengah asyik berswafoto sambil sekali-kali melepas tawanya. Inilah dunia malam di Alun-alun Kota Tasikmalaya yang syarat dengan nilai-nilai historis dan nostaljik. Setiap detik di alun-alun ini penuh dengan kehidupan dan cerita yang tak terlupakan.


