Starlink dan SATRIA-1 Bantu Internet Darurat di Wilayah Banjir Sumatera

Starlink dan SATRIA-1 Bantu Internet Darurat di Wilayah Banjir Sumatera

Kementerian Komunikasi dan Digital Berupaya Memulihkan Jaringan Telekomunikasi Pasca-Banjir

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengklaim telah melakukan upaya serius untuk memulihkan jaringan telekomunikasi yang rusak akibat banjir yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Menteri Komdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa kerusakan pada Base Transceiver Station (BTS) mencapai titik terparah pada 2 Desember 2025. Namun, kebutuhan akan layanan telekomunikasi di wilayah bencana masih dapat dipenuhi dengan menggunakan internet darurat.

“Konektivitas sementara melalui satelit, kami deploy (tempatkan) di wilayah-wilayah yang terdampak,” ujar Meutya pada Kamis, 4 Desember 2025.

Beberapa layanan yang telah menjangkau area bencana antara lain SATRIA-1, internet satelit Starlink, serta layanan satelit mandiri dari PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Meutya menjelaskan bahwa pihaknya masih mengevaluasi wilayah mana saja yang membutuhkan bantuan satelit.

Hingga hari itu, Komdigi telah mendistribusikan satelit Starlink di 150 titik. Pemerintah masih melakukan pencarian terhadap area tanggap bencana yang membutuhkan bantuan koneksi. Jaringan yang didukung oleh satelit SpaceX, milik miliarder Elon Musk, digunakan sebagai alternatif sementara sambil menanti proses pemulihan jaringan oleh operator seluler di Indonesia.

Sebelumnya, Komdigi telah menyediakan 10 titik layanan internet darurat berbasis satelit SATRIA-1. Menurut Meutya, perangkat warga di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dapat kembali terhubung ke internet meski infrastruktur konektivitas lokal sedang terganggu. Teknologi seperti SATRIA-1 dirancang khusus untuk menjangkau wilayah 3T dan daerah yang sulit diakses.

Layanan Internet Darurat yang Diterapkan

Berikut beberapa layanan internet darurat yang telah diterapkan oleh Komdigi:

  • SATRIA-1

    Layanan ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memberikan akses internet darurat kepada masyarakat yang terdampak bencana. Teknologi ini dirancang khusus untuk wilayah yang sulit diakses atau memiliki infrastruktur yang tidak memadai.

  • Starlink

    Layanan internet satelit yang disediakan oleh SpaceX, yang saat ini juga digunakan sebagai solusi sementara untuk memastikan ketersediaan koneksi di wilayah yang terkena dampak banjir.

  • Layanan Satelit Mandiri PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN)

    Selain SATRIA-1 dan Starlink, PSN juga turut berkontribusi dalam penyediaan layanan internet darurat. Hal ini menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam upaya pemulihan komunikasi.

Upaya Pemulihan Jaringan Telekomunikasi

Pemerintah terus berupaya memulihkan jaringan telekomunikasi yang rusak akibat bencana alam. Meskipun banyak BTS yang mengalami kerusakan, Komdigi tetap berkomitmen untuk memastikan masyarakat dapat tetap terhubung dengan dunia luar.

Selain itu, pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan tambahan. Proses pemulihan jaringan oleh operator seluler sedang berlangsung, namun sementara itu, layanan darurat seperti satelit menjadi solusi penting.

Dengan adanya teknologi satelit, masyarakat di daerah terpencil atau yang terkena dampak bencana tetap bisa mengakses informasi dan layanan penting. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah dan mitra swasta terus berinovasi dalam menyediakan layanan komunikasi yang andal dan cepat.

Alfitria Nefi berkontribusi dalam tulisan ini.

Related posts