2 Kuliner Tuban yang Wajib Dicoba! Rasa Khas yang Menggugah Selera

2 Kuliner Tuban yang Wajib Dicoba! Rasa Khas yang Menggugah Selera

Sejarah dan Budaya Tuban yang Kaya

Tuban adalah kabupaten yang terletak di pesisir utara Jawa Timur, dikenal dengan karakter kuliner yang kuat dan berbeda dibanding daerah lain. Bumi Wali ini memiliki cita rasa makanan yang cenderung berani bumbu atau medhok, pedas, serta banyak memanfaatkan hasil laut dan perkebunan lokal.

Selain disebut sebagai Bumi Wali, Tuban juga dikenal sebagai Bumi Ronggolawe dan Kota Seribu Goa. Identitas ini membuat Tuban menarik dari sisi wisata religi dan alam, sekaligus memiliki potensi kuliner yang menonjol bagi wisatawan.

Secara historis, Tuban merupakan salah satu kota tertua dan terpenting di Pulau Jawa. Pada masa Kerajaan Majapahit, Tuban disebut sebagai pelabuhan internasional utama yang menjadi tempat mendarat para pedagang dari China, Arab, dan Gujarat. Selain itu, Tuban juga dikenal sebagai titik awal penyebaran Islam di tanah Jawa oleh Walisongo. Salah satu buktinya adalah Makam Sunan Bonang yang berada di pusat kota dan hingga kini menjadi pusat religi.

Nama Tuban diyakini berasal dari fenomena Metu Banyu atau keluarnya air saat Raden Dandang Wacana menemukan sumber air tawar yang melimpah di tepi laut. Ada juga versi lain yang menyebut berasal dari Watu Tiban atau batu yang jatuh dari langit.

Berdasarkan data terbaru 2025 hingga 2026, jumlah penduduk Tuban mencapai lebih dari 1,3 juta jiwa, dengan konsentrasi kepadatan tertinggi di Kecamatan Tuban. Secara ekonomi, wilayah ini sedang bertransformasi dari agraris menjadi kawasan industri strategis.

Meski berkembang sebagai pusat industri pengolahan, Tuban tetap menyimpan keunikan wisata dan budaya. Di sektor kuliner, Tuban terkenal dengan hidangan pedas seperti Kare Rajungan dan Becek Mentok, serta minuman khas Legen dari nira pohon siwalan.

Kuliner Ikonik Tuban yang Harus Dicoba

Bagi wisatawan yang datang ke Tuban, dua makanan ini disebut sebagai kuliner paling ikonik yang wajib dicoba. Keduanya memiliki rasa khas yang bisa membuat lidah dimanjakan sekaligus memberi pengalaman makan yang berbeda.

1. Kare Rajungan (Rajungan Pedas)

Kare Rajungan menjadi salah satu kuliner yang sering dianggap wajib dicicipi saat berkunjung ke Tuban. Rajungan berasal murni dari laut dan disebut memiliki daging yang lebih manis serta gurih dibanding kepiting yang hidup di dua alam.

Dari sisi rasa, Kare Rajungan didominasi pedas yang meledak di mulut. Bumbu karenya tidak menggunakan banyak santan kental seperti kare Jawa pada umumnya, melainkan lebih cair tetapi tetap kaya rempah seperti cabai rawit, kemiri, kunyit, dan jahe.

Tingkat kepedasan makanan ini disebut bisa berada di level ekstrem, sehingga wisatawan biasanya berkeringat saat menikmatinya. Daging rajungan yang digunakan juga disebut sangat segar karena langsung diambil dari nelayan setempat.

Keunikan Kare Rajungan juga terletak pada cara makannya yang perlu memecah cangkang sehingga terasa sedikit berantakan. Biasanya sajian ini disantap bersama nasi hangat dan Iwak Panggang atau ikan asap sebagai pendamping.

Untuk rekomendasi tempat, Kare Rajungan bisa ditemukan di Manunggal Jaya yang berada di Jl. Gajah Mada dan disebut legendaris sebagai jujukan pejabat atau artis yang berkunjung ke Tuban. Pilihan lainnya adalah Warung Rajungan Ndoro Bei di Kelurahan Kutorejo yang disebut lebih modern tetapi tetap mempertahankan resep autentik.

2. Becek Mentok

Selain kuliner laut, Tuban juga punya kuliner darat yang tidak kalah kuat yaitu Becek Mentok. Hidangan ini berbahan dasar itik manila atau mentok yang diolah dengan bumbu rempah kuat.

Profil rasa Becek Mentok disebut memadukan gurih, hangat karena penggunaan merica dan kencur, serta sedikit pedas. Kuahnya mirip gulai tetapi lebih ringan dan tetap terasa spicy.

Keistimewaan Becek Mentok di Tuban juga terletak pada teknik memasak yang membuat daging mentok menjadi empuk dan meresap. Daging mentok yang biasanya dikenal amis dan alot disebut bisa diolah hingga lebih nyaman dinikmati.

Keunikan lainnya adalah penggunaan daun jati sebagai alas piring atau pembungkus nasi. Penggunaan daun jati ini memberi aroma khas yang ikut menggugah selera.

Becek Mentok sering disajikan bersama Sego Jagung atau nasi jagung. Tekstur nasi jagung yang kasar dinilai cocok dipadukan dengan kuah becek yang kaya rempah dan menjadi perpaduan kuliner agraris Tuban yang autentik.

Untuk rekomendasi tempat, Becek Mentok bisa dicoba di Warung Becek Mentok Keradenan yang berada di daerah Keradenan, Palang, dan disebut menawarkan suasana pedesaan yang autentik. Ada juga Warung Becek Mentok Pak No yang lokasinya berada di area Pemandian Bektiharjo dan cocok dinikmati setelah berwisata air.

Tips Tambahan untuk Wisatawan

Sebagai tips tambahan, karena kedua makanan ini memiliki cita rasa pedas dan berbumbu tajam, wisatawan disarankan menyiapkan minuman penetral seperti Legen asli Tuban. Minuman dari nira pohon siwalan ini disebut segar dan sedikit manis untuk meredakan rasa pedas di lidah.

Related posts