Fakta Tentang Laron yang Mungkin Belum Kamu Ketahui
Laron sering kali menjadi bahan perhatian saat musim hujan tiba. Banyak orang menganggap mereka sebagai hewan yang mengganggu, namun sebenarnya laron memiliki siklus hidup yang sangat menarik dan kompleks. Berikut adalah beberapa fakta ilmiah tentang laron yang mungkin belum kamu ketahui.
1. Laron adalah Bagian dari Koloni Rayap yang Menjaga Siklus Hidup Mereka
Laron termasuk dalam spesies rayap yang sudah ada sejak zaman purba. Fosil-fosil yang ditemukan membuktikan bahwa rayap telah ada sejak 120 juta tahun lalu. Siklus hidup rayap cukup kompleks karena mereka hidup dalam kelompok yang sangat terstruktur.
Rayap merupakan serangga sosial yang memiliki ekosistem yang kuat. Mereka gemar memakan selulosa, yang biasanya ditemukan di kayu dan produk olahan kayu lainnya. Itu sebabnya, rayap sering dianggap sebagai hama yang merusak properti.
Rayap terbagi menjadi tiga kelompok utama: bawah tanah, kayu kering, dan kayu basah. Setiap koloni terdiri dari rayap pekerja, prajurit, dan swarmer (laron). Swarmer ini bertugas untuk bereproduksi karena tidak semua koloni rayap bisa berkembang biak. Sebagian besar rayap mandul, sehingga mereka membutuhkan swarmer untuk melanjutkan kelangsungan hidup.
2. Tugas Laron adalah Kawin Saat Mereka Keluar dari Sarangnya
Pada musim hujan, kondisi tanah yang lembap menjadi sinyal bagi rayap untuk keluar sarang. Musim hujan juga menjadi musim kawin bagi rayap melalui laron. Jumlah laron yang keluar sangat banyak, sehingga memudahkan mereka dalam mencari pasangan untuk reproduksi.
Beberapa rayap pekerja bahkan bisa menumbuhkan sayap dan ikut berkontribusi dalam pencarian pasangan. Laron bisa muncul dari mana saja, baik dari dalam tanah, batang pohon besar, maupun dari dalam kayu di perumahan warga.
3. Kenapa Laron Suka Cahaya Lampu?
Laron cenderung suka cahaya lampu karena mereka membutuhkan suhu hangat yang dipancarkan oleh lampu. Selain itu, mereka berkumpul di dekat cahaya lampu untuk mencari pasangan sebelum fajar tiba.
Pasangan laron yang berhasil berkawin akan melepaskan sayapnya dan membentuk koloni baru. Mereka membuat lubang kecil di tanah basah dan meletakkan telur di sana untuk ditetaskan menjadi rayap.
Laron memiliki penglihatan yang baik, berbeda dengan rayap pekerja dan prajurit yang buta. Rayap di luar kasta swarmer biasanya tidak bisa bereproduksi karena mandul.
4. Kisah “Perkawinan” Laron Sangat Tragis
Kisah perkawinan laron cukup tragis karena siklus hidup mereka pendek. Jika laron tidak menemukan pasangan, mereka akan mati. Dari ribuan laron yang muncul, hanya sedikit yang bisa bertahan hidup.
Mereka juga rentan dimangsa predator seperti burung, tokek, dan cecak. Selain itu, obat pembasmi serangga juga menjadi ancaman bagi kehidupan laron. Laron yang tidak menemukan pasangan akan terus aktif di luar sarang sampai matahari terbit, yang akhirnya menyebabkan dehidrasi dan kematian.
5. Laron Betina Dapat Menghasilkan 30 Ribu Butir Telur
Laron betina mampu menghasilkan hingga 30 ribu butir telur dalam sehari. Jumlah ini sangat besar untuk mengimbangi siklus hidup yang tragis di alam liar. Alam telah mendesain sistem reproduksi laron agar mereka bisa bertahan hidup meski jumlah individu yang berhasil dewasa sangat sedikit.
Tidak semua telur yang dihasilkan bisa bertahan hidup karena bisa dimangsa predator atau terganggu oleh faktor lingkungan. Itu sebabnya, laron memiliki kemampuan reproduksi yang hebat.
FAQ Seputar Fakta Laron
Mengapa sayap laron sangat mudah lepas?
Sayap laron dirancang hanya untuk satu kali penerbangan pendek. Setelah menemukan pasangan dan mendarat di tanah, mereka melepaskan sayapnya agar lebih mudah bergerak di tanah atau kayu untuk memulai proses perkawinan dan membangun sarang bawah tanah.
Apakah laron akan mati jika tidak menemukan pasangan sebelum pagi?
Ya, laron memiliki harapan hidup yang sangat pendek setelah keluar dari sarang. Jika tidak berhasil menemukan pasangan dan masuk ke dalam tanah dalam hitungan jam, mereka akan mati karena dehidrasi atau dimangsa predator.
Apa peran laron bagi ekosistem?
Meskipun dianggap mengganggu di dalam rumah, laron (rayap) berperan penting sebagai dekomposer di alam liar. Mereka membantu menguraikan kayu mati dan materi organik lainnya menjadi nutrisi yang menyuburkan tanah.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







