5 Mobil yang Dihentikan Produksinya Tahun 2025

5 Mobil yang Dihentikan Produksinya Tahun 2025

Daftar Mobil yang Disuntik Mati Tahun 2025

Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh dinamika bagi industri otomotif. Di satu sisi, banyak mobil baru yang diluncurkan, tetapi di sisi lain, beberapa model atau seri mobil yang sebelumnya populer justru dihentikan produksinya. Proses ini sering disebut sebagai “suntik mati” dan biasanya dilakukan untuk membuka ruang bagi varian yang lebih modern atau sesuai dengan tren pasar saat ini.

Berikut adalah daftar mobil dari berbagai merek ternama yang disuntik mati pada tahun 2025:

  1. Toyota Veloz (non-hybrid)



    Pada tahun 2025, Toyota menghentikan produksi Veloz non-hybrid di Indonesia. Hal ini dilakukan setelah hadirnya versi hybrid dari model tersebut dalam GJAW 2025. Konsumen yang ingin membeli mobil bensin dari Toyota kini diarahkan ke Avanza. Meskipun masih ada dealer yang menjual Veloz non-hybrid, terutama di luar Jakarta, stoknya semakin menipis.

  2. Honda HR-V Turbo



    Honda juga melakukan tindakan serupa pada 2025 dengan menghentikan produksi Honda HR-V Turbo. Model ini digantikan oleh Honda HR-V e:HEV, sebuah varian hybrid yang lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar. Harga varian hybrid ini relatif lebih murah dibandingkan versi turbo, yaitu sekitar Rp480 jutaan.

  3. Chery Tiggo 5X



    Sejak Maret 2025, Chery Tiggo 5X sudah tidak lagi tersedia di situs web resmi Chery Indonesia. Model ini digantikan oleh Chery Tiggo Cross, yang memiliki permintaan pasar yang lebih tinggi. Penghentian produksi Tiggo 5X dilakukan karena alasan strategis, yaitu untuk fokus pada model yang lebih diminati konsumen.

  4. Suzuki Baleno



    Pada September 2025, Suzuki Baleno tidak lagi terpampang di situs web resmi Suzuki Indonesia. Data Gaikindo 2025 menunjukkan bahwa mobil ini tidak didistribusikan ke dealer dari Mei hingga Juli 2025. Penghentian produksi ini dilakukan setelah peluncuran Suzuki Fronx pada Mei 2025. Meski penjualan Baleno pada awal 2025 mencapai 1956 unit, perlahan model ini ditarik dari pasar.

  5. Suzuki Karimun Wagon R



    Produksi Suzuki Karimun Wagon R dihentikan pada November 2025. Meskipun model ini cukup diminati karena harga terjangkau, ukuran mungil, dan irit bahan bakar, penghentian produksi dilakukan karena alasan tertentu. Ada kabar bahwa model pengganti akan segera diluncurkan, namun belum ada informasi resmi dari pihak Suzuki.

Dampak Suntik Mati Terhadap Pasar Otomotif

Penghentian produksi mobil-mobil tertentu menunjukkan bahwa pasar otomotif terus berkembang sesuai dengan tren dan kebutuhan konsumen. Proses ini bukanlah hal yang aneh, melainkan bagian dari siklus bisnis yang wajar. Konsumen pun harus siap menghadapi perubahan, seperti mengurangi pilihan mobil atau beralih ke model terbaru.

Beberapa pertanyaan umum tentang mobil yang disuntik mati antara lain:

Apakah mobil yang disuntik mati masih bisa dibeli?

Iya, mobil yang disuntik mati masih bisa dibeli, tetapi dalam kondisi bekas.

Mengapa produsen menyuntik mati mobil?

Ada banyak alasan, seperti hadirnya seri baru atau penurunan penjualan.

Apa dampak suntik mati mobil bagi konsumen?

Konsumen akan menghadapi sedikit keterbatasan pilihan mobil dan mungkin dipaksa untuk memilih model baru.

Perbandingan dan Informasi Lain

Beberapa artikel terkait juga membahas perbedaan antara Toyota Veloz dan Avanza Tipe Tertinggi, serta perbandingan antara Toyota Veloz Hybrid EV dan Suzuki XL7 Hybrid. Selain itu, harga mobil Toyota Veloz bekas akhir tahun 2025 mulai dari Rp100 jutaan.

Related posts