Wisata Sejarah Klaten yang Menyimpan Jejak Peradaban
Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan berbagai situs sejarah yang kaya akan nilai budaya. Daerah ini menjadi saksi bisu perjalanan peradaban dari era Hindu-Buddha hingga perkembangan Islam di Tanah Jawa. Berikut adalah lima destinasi wisata sejarah yang wajib dikunjungi untuk menelusuri jejak peradaban dan memperkaya wawasan budaya.
1. Candi Plaosan
Candi Plaosan Lor merupakan salah satu candi bercorak Buddha yang menarik untuk dikunjungi. Terletak tidak jauh dari Candi Prambanan, candi ini memiliki dua bagian utama: bagian selatan yang melambangkan laki-laki dan bagian lainnya yang melambangkan perempuan.
Alamat: Jl. Candi Plaosan, Plaosan Lor, Bugisan, Kec. Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57454
Keunikan: Memiliki arsitektur bercorak Buddha dengan simbolisasi laki-laki dan perempuan, serta sejarah yang erat dengan pengaruh Hindu-Buddha di Jawa Tengah.
Candi ini menjadi bukti sejarah pengaruh agama Buddha di Klaten dan menjadi tujuan wisata edukatif bagi masyarakat dan pelajar. Lokasi wisata bersejarah ini berjarak 50 kilometer dari pusat Kota Solo, atau bisa ditempuh 1 jam 15 menit kendaraan bermotor.
2. Candi Merak
Candi Merak adalah candi bercorak Hindu yang dibangun pada abad ke-9. Kompleks candi ini terdiri dari satu candi induk dan tiga candi perwara atau pendamping. Memiliki tiga tingkat yang dihiasi relief, Candi Merak menjadi saksi sejarah perkembangan kebudayaan Hindu di Klaten.
Alamat: Dusun I, Candi, Kec. Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57483
Keunikan: Relief dan struktur tiga tingkat yang memikat pengunjung, serta sejarahnya yang berkaitan dengan kebudayaan Hindu klasik.
Candi ini cocok dikunjungi bagi pecinta sejarah dan arsitektur kuno. Lokasi wisata bersejarah ini berjarak 43 kilometer dari pusat Kota Solo, atau bisa ditempuh 1 jam 9 menit kendaraan bermotor.
3. Makam Sunan Pandanaran II Tembayat
Makam Sunan Pandanaran II Tembayat merupakan destinasi wisata religi sekaligus bersejarah. Makam ini berada di puncak bukit dan menjadi tempat ziarah penting. Sunan Pandanaran adalah salah satu wali yang menyebarkan agama Islam di Klaten dan murid Sunan Kalijaga.
Alamat: Mendin, Paseban, Kec. Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Keunikan: Kombinasi wisata religi dan sejarah Islam di Klaten, menjadi tempat penghormatan bagi salah satu tokoh penyebar agama Islam di Jawa Tengah.
Makam ini menarik bagi pengunjung yang ingin menelusuri sejarah penyebaran Islam di Klaten sekaligus menikmati pemandangan bukit. Lokasi wisata bersejarah ini berjarak 43 kilometer dari pusat Kota Solo, atau bisa ditempuh 1 jam 15 menit kendaraan bermotor.
4. Masjid Gala Klaten
Masjid Gala, juga dikenal sebagai Masjid Gholo, merupakan salah satu masjid tua di Klaten yang dibangun pada abad ke-16. Terletak di Desa Paseban, Kecamatan Bayan, masjid ini awalnya berada di puncak Bukit Jabalakat sebelum dipindahkan ke lereng bukit.
Sejarah: Masjid ini pernah menjadi tempat bermukimnya Sunan Bayat, salah satu tokoh penyebar Islam di Klaten. Menurut legenda, Sunan Bayat membuat telaga di lereng bukit untuk memudahkan masyarakat mendapatkan air dan melaksanakan salat Jumat.
Keunikan: Memiliki nilai sejarah tinggi karena terkait Wali Sanga dan penyebaran Islam di Jawa Tengah, serta menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan pada masa lampau.
Masjid Gala cocok dikunjungi bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah Islam dan arsitektur masjid tradisional. Lokasi wisata bersejarah ini berjarak 42 kilometer dari pusat Kota Solo, atau bisa ditempuh 1 jam 13 menit kendaraan bermotor.
5. Umbul Cokro
Umbul Cokro adalah destinasi wisata alam yang juga memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi. Dahulu dikenal sebagai Umbul Ingas karena dikelilingi pohon Ingas, mata air ini telah digunakan sejak abad ke-9 dan berkembang pada masa pemerintahan Paku Buwono IX dari Kasunanan Surakarta pada abad ke-19.
Keunikan: Airnya yang jernih berasal dari mata air pegunungan, kolam dengan kedalaman rata-rata 80 cm cocok untuk anak-anak dan dewasa. Lingkungan sekitarnya dilengkapi gazebo, jalur tracking ringan, dan area edukasi ekowisata.
Nilai Sejarah: Tempat ini dulu digunakan sebagai peristirahatan dan permandian bangsawan serta spiritualis keraton, menjadikannya pusat sosial dan spiritual masyarakat Jawa.
Alamat: Desa Cokro, Klaten, Jawa Tengah
Umbul Cokro saat ini dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang mengedukasi pengunjung tentang pelestarian mata air dan lingkungan, sekaligus menjadi destinasi rekreasi keluarga yang lengkap. Lokasi wisata bersejarah ini berjarak 27 kilometer dari pusat Kota Solo, atau bisa ditempuh 50 menit kendaraan bermotor.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.






