Transportasi Laut Antara Makassar dan Baubau
Bagi warga Sulawesi dan pelancong yang ingin menyeberang dari Makassar ke Baubau, transportasi laut masih menjadi pilihan utama. Selain relatif terjangkau, perjalanan kapal memberikan pengalaman yang berbeda: menyusuri pesisir selatan Sulawesi dengan pemandangan laut terbuka yang tenang dan ritme perjalanan yang tidak terburu-buru.
Rute Makassar–Baubau termasuk salah satu jalur pelayaran penting menuju Indonesia Timur. Hampir semua kapal Pelni yang bergerak ke kawasan timur Nusantara menjadikan dua kota pelabuhan ini sebagai titik singgah utama untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
Tidak heran jika jalur ini terbilang hidup sepanjang tahun. Berdasarkan penelusuran di aplikasi pemesanan tiket resmi Pelni, sepanjang Januari dan umumnya dalam sebulan, selalu ada dua hingga tiga kapal yang melayani rute Makassar–Baubau setiap pekan. Nama kapal bisa berganti, tetapi opsi pelayarannya tetap tersedia secara rutin.
Berikut tujuh kapal laut rute Makassar–Baubau yang hingga kini masih aktif dan bisa menjadi panduan bagi calon penumpang:
-
KM Gunung Dempo
KM Gunung Dempo menjadi salah satu kapal Pelni yang kerap melintasi rute ini. Kapal ini menawarkan tiket kelas ekonomi dengan harga sekitar Rp 233 ribu. Fasilitasnya standar Pelni, cukup nyaman untuk perjalanan belasan jam, cocok bagi penumpang yang ingin hemat biaya. -
KM Dorolonda
Nama KM Dorolonda sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia Timur. Kapal ini juga melayani rute Makassar–Baubau dengan tarif ekonomi di kisaran Rp 233 ribu. Daya tampungnya besar, sehingga sering menjadi andalan saat musim perjalanan padat. -
KM Dobonsolo
KM Dobonsolo termasuk kapal Pelni yang cukup sering muncul di jadwal Makassar–Baubau. Dengan harga tiket ekonomi sekitar Rp 233 ribu, kapal ini menjadi alternatif bagi penumpang yang fleksibel dengan jadwal keberangkatan. -
KM Sinabung
KM Sinabung terbilang favorit karena menawarkan beberapa pilihan kelas. Untuk kelas ekonomi, harga tiketnya sekitar Rp 233 ribu, sementara kelas 1 bisa mencapai Rp 674 ribu. Pilihan kelas ini membuat KM Sinabung diminati penumpang yang menginginkan kenyamanan lebih selama perjalanan laut. -
KM Ciremai
KM Ciremai dikenal sebagai salah satu kapal yang “paling laris” di rute ini. Harga tiket kelas ekonomi berada di kisaran Rp 230 ribuan. Jadwalnya yang relatif stabil dan fasilitas yang terawat membuat kapal ini sering menjadi incaran penumpang. -
KM Lambelu
Tak kalah populer, KM Lambelu juga rutin singgah di Makassar dan Baubau. Dengan tarif ekonomi sekitar Rp 230 ribuan, kapal ini menjadi pilihan favorit masyarakat lokal maupun pelancong antarprovinsi. -
KM Tilongkabila
KM Tilongkabila melengkapi daftar kapal aktif di rute Makassar–Baubau. Tiket kelas ekonominya berada di kisaran Rp 230 ribuan. Meski tidak selalu muncul setiap pekan, kapal ini tetap menjadi alternatif penting ketika jadwal kapal lain penuh.
Waktu Tempuh dan Karakter Rute
Perjalanan laut dari Makassar ke Baubau tergolong tidak terlalu lama untuk ukuran pelayaran antarpulau. Kapal biasanya menempuh jalur yang relatif dekat dengan garis pantai bagian selatan Sulawesi, sehingga ombak cenderung lebih bersahabat.
Lama pelayaran rata-rata sekitar 16 jam, tergantung kondisi cuaca dan antrean sandar di pelabuhan. Jadi rute ini bisa dibilang masih aman untuk mereka yang tidak terlalu suka berlama-lama di pelayaran.
Baubau, Gerbang Sejarah dan Budaya Buton
Tiba di Baubau, penumpang akan disambut kota pelabuhan di Sulawesi Tenggara yang kaya sejarah. Baubau dikenal sebagai bekas pusat Kesultanan Buton, dengan ikon Benteng Wolio yang disebut-sebut sebagai benteng terluas di dunia. Selain itu, terdapat situs budaya seperti Makam Sultan Murhum dan Masjid Ogena yang sarat nilai historis.
Baubau juga memiliki kekayaan budaya yang unik, termasuk keberadaan suku Cia-Cia dengan bahasa lokalnya. Dipadukan dengan potensi bahari dan pesona budaya, kota yang mengusung moto Kota Semerbak ini terus dikembangkan sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Bagi siapa pun yang mencari moda transportasi laut Makassar–Baubau yang masih aktif, ketujuh kapal di atas bisa menjadi referensi utama. Tinggal menyesuaikan jadwal, kelas, dan kenyamanan yang diinginkan sebelum berlayar menyusuri jalur penting Indonesia Timur ini.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







