8 Tanda Tubuh Kekurangan Kalium, Waspadai Bahaya Jantung!

8 Tanda Tubuh Kekurangan Kalium, Waspadai Bahaya Jantung!

Kalium adalah mineral penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur kontraksi otot, serta menjaga ritme jantung tetap stabil. Kekurangan kalium dapat memengaruhi fungsi-fungsi ini dan menyebabkan berbagai perubahan yang sering kali tidak disadari oleh tubuh. Karena gejalanya muncul secara perlahan, banyak orang baru menyadari adanya masalah setelah merasa sangat lemas.

Kadar kalium yang rendah dapat memengaruhi saraf, otot, dan tekanan darah. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda kekurangan kalium sejak dini agar kondisi tidak berkembang menjadi masalah serius. Berikut adalah delapan tanda tubuh yang menunjukkan kekurangan kalium:

  1. Otot mudah berkedut



    Ketika kadar kalium turun, sinyal saraf ke otot menjadi tidak stabil, sehingga otot bisa berkedut tanpa alasan yang jelas. Mama mungkin merasakan getaran kecil di betis atau kelopak mata yang muncul berulang. Hal ini terjadi karena tubuh kesulitan menjaga keseimbangan elektrolit. Beberapa orang juga merasakan otot seperti “melompat” sendiri saat sedang istirahat. Bila dibiarkan, kedutan bisa berubah menjadi kram atau kontraksi yang menyakitkan. Jangan sepelekan tanda ini karena dapat berbahaya.

  2. Jantung berdebar lebih cepat



    Kalium berperan penting dalam menjaga ritme jantung tetap teratur. Saat kadarnya rendah, jantung dapat berdetak tidak normal atau terasa seperti “loncat”. Sensasi ini biasanya muncul tiba-tiba, bahkan saat Mama sedang duduk diam. Pada beberapa kasus, tubuh juga terasa cepat lelah setelah aktivitas ringan. Kekurangan kalium dapat meningkatkan risiko aritmia. Jika Mama sering merasakan jantung berdebar tanpa pemicu yang jelas, segera konsultasikan ke dokter.

  3. Badan terasa sangat lemah



    Kalium membantu mengalirkan energi ke sel-sel otot. Jadi saat kadarnya turun, tenaga Mama ikut menurun. Aktivitas kecil seperti naik tangga atau membawa belanjaan bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Banyak orang mengira ini hanya kelelahan biasa, padahal bisa jadi tanda elektrolit di tubuh sedang menurun. Jika kelemahan ini muncul setiap hari, Mama perlu lebih perhatian pada asupan mineral harian.

  4. Sembelit tanpa sebab jelas



    Kalium berfungsi mengatur gerakan otot di saluran pencernaan. Jika kurang, usus jadi lambat dan memicu sembelit. Mama mungkin merasa perut penuh, kembung, atau buang air besar lebih jarang. Kondisi ini bisa berulang walaupun Mama sudah makan cukup serat. Bahkan beberapa orang mengalami nyeri perut karena proses pencernaan terhambat.

  5. Kesemutan pada tangan atau kaki



    Ketika elektrolit terganggu, sinyal saraf juga ikut berubah. Itulah yang membuat tangan dan kaki terasa kesemutan atau seperti ditusuk-tusuk kecil. Kadang muncul saat Mama bangun tidur atau duduk terlalu lama. Sensasi ini bisa berlangsung beberapa menit hingga berjam-jam. Pada kasus berat, bisa muncul rasa baal atau lemah di bagian tubuh tertentu.

  6. Mudah merasa pusing saat berdiri



    Kekurangan kalium dapat mengganggu kestabilan tekanan darah. Ketika Mama berdiri tiba-tiba, tubuh kesulitan menyesuaikan aliran darah sehingga kepala terasa ringan atau gelap sesaat. Ini disebut orthostatic dizziness. Banyak orang mengabaikannya, padahal bisa menjadi tanda tubuh kehilangan elektrolit penting.

  7. Sulit konsentrasi



    Kalium membantu sel otak bekerja optimal. Saat kekurangan, fokus Mama bisa menurun, sulit mengingat informasi, atau merasa “blank” saat bekerja. Perubahan ini sering dianggap stres biasa, tetapi bisa menandakan tubuh sedang kekurangan mineral. Pada beberapa orang, kekurangan kalium juga memicu suasana hati mudah berubah.

  8. Tangan dan kaki cenderung bengkak



    Rendahnya kalium mengganggu keseimbangan cairan tubuh dan membuat cairan tertahan di jaringan. Akibatnya, tangan, kaki, atau pergelangan Mama terlihat membesar dan terasa kencang. Bengkaknya mungkin tidak selalu sakit, tetapi sangat mengganggu. Kondisi ini bisa muncul lebih parah setelah Mama makan makanan asin.

Kekurangan kalium bisa menimbulkan banyak keluhan yang berdampak pada energi, jantung, dan sistem saraf. Walaupun gejalanya tampak sepele, kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena dapat berkembang menjadi masalah serius. Untuk menjaga kadar kalium, Mama bisa mengonsumsi makanan seperti pisang, alpukat, kentang, bayam, yogurt, dan kacang-kacangan. Dengan perawatan sederhana dan pola makan seimbang, tubuh Mama bisa kembali bertenaga dan lebih sehat setiap hari.

Related posts