Tragedi Ledakan Tabung Gas di Islamabad, 8 Orang Tewas Termasuk Pengantin Baru
Ledakan tabung gas yang terjadi di sebuah kawasan permukiman di Islamabad pada Minggu dini hari, 11 Januari 2026, mengubah kebahagiaan sepasang pengantin baru menjadi duka yang mendalam. Dalam peristiwa tragis tersebut, sedikitnya delapan orang meninggal dunia, termasuk pasangan suami istri yang baru saja menikah.
Peristiwa Terjadi Setelah Pesta Pernikahan
Menurut laporan BBC, rumah tempat kejadian tersebut dipenuhi oleh kerabat dan tamu yang hadir untuk merayakan pernikahan. Setelah acara selesai, para tamu memilih untuk bermalam di rumah itu. Namun, saat sebagian besar orang tengah tertidur, sebuah tabung gas di dalam rumah tiba-tiba meledak. Ledakan dahsyat ini menyebabkan kerusakan parah pada bangunan, dengan atap rumah runtuh dan dinding-dinding roboh. Selain menghancurkan rumah tempat para pengantin dan tamu menginap, ledakan juga merusak sedikitnya tiga rumah lain di sekitarnya.
Penyebab Diduga Kebocoran Gas
Petugas layanan darurat mengatakan kepada BBC bahwa kebocoran gas diduga menjadi penyebab utama ledakan. Meski demikian, penyelidikan resmi masih terus dilakukan untuk memastikan secara pasti bagaimana ledakan tersebut bisa terjadi dan apakah ada unsur kelalaian.
Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Banyak korban dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Petugas evakuasi menggunakan tandu untuk mengangkat korban yang terluka, sementara anjing pelacak dikerahkan untuk memastikan tidak ada orang yang masih tertimbun di bawah puing-puing. Para korban luka segera dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Peristiwa yang Menimpa Keluarga Pengantin
Ayah mempelai pria, yang diidentifikasi sebagai Hanif Masih, mengatakan bahwa para tamu mulai tidur sekitar pukul 3 pagi waktu setempat. Sekitar empat jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 7 pagi, ledakan hebat itu terjadi dan mengakhiri suasana bahagia yang sebelumnya menyelimuti keluarga tersebut.
Tragedi ini mendapat perhatian luas dari para pemimpin Pakistan. Ketua Senat Pakistan, Yusuf Raza Gilani, menyebut insiden tersebut sebagai “kejadian yang sangat memilukan, yang dalam sekejap mengubah perayaan penuh kebahagiaan menjadi duka mendalam.”
Peringatan tentang Keselamatan Penggunaan Tabung Gas
Gilani juga menyoroti persoalan keselamatan penggunaan tabung gas, yang masih umum digunakan di Pakistan untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya, terutama karena pasokan gas alam sering kali tidak stabil. Ia mengingatkan bahwa kebocoran gas sebelumnya juga telah menyebabkan sejumlah insiden fatal di negara tersebut.
“Peristiwa seperti ini menuntut agar lembaga dan instansi terkait menjalankan tanggung jawab mereka dengan lebih serius dan memastikan penerapan standar keselamatan yang ketat,” ujar Gilani.
Pernyataan Perdana Menteri
Perdana Menteri Pakistan, Muhammad Shehbaz Sharif, turut menyampaikan belasungkawa atas tragedi tersebut. Dalam pernyataan yang dibagikan melalui Facebook dan ditulis dalam bahasa Urdu, ia menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa serta menekankan pentingnya langkah-langkah keselamatan dalam penggunaan tabung gas.
Perdana menteri menyatakan bahwa ia “berduka atas hilangnya nyawa-nyawa yang berharga” dan “mendoakan agar para korban luka dapat segera pulih.”
Status Penyelidikan
Hingga Minggu, 11 Januari 2026, Kepolisian Islamabad belum memberikan keterangan tambahan kepada PEOPLE terkait perkembangan terbaru penyelidikan atas ledakan tragis tersebut.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







